Skip navigation

Tag Archives: komentar

Wew, udah lama banget ya sejak terakhir saya nulis? Saya pengen nulis, tapi bingung mau nulis apa. Hahaha… dan kali ini, saya pengen nulis pake bahasa santai aja deh.

Ga nyangka yak… udah akhir 2016 aja. Sejujurnya buat saya, ini adalah tahun tergila dalam hidup saya. Kenapa? Ini adalah tahun paling random dan paling susah ditebak daripada semua tahun yang pernah saya lewatin. Mulai dari menapakkan kaki di Finlandia dan Jerman, sampai jadi bocah satu2nya dari Indonesia yang nongol di International Conference for Xenobiology 2 (XB2), Berlin, 24-26 Mei 2016 lalu.

Mungkin ada yang nanya, kok saya jadi jarang nulis di blog ini. Hmmm… gimana ya saya jawabnya. Bingung.

Kadang, pas saya nulis artikel blog ilmiah kayak dulu, saya sering masukin tulisan yang kontennya merupakan ide. Hal ini jadi perdebatan dalam diri saya apa saya harus nulis di blog atau buat ke tulisan yang lebih formal. Dilemanya adalah antara saya menyajikan ide di blog yang kesannya pertanggungjawaban referensinya rendah (walau saya selalu taro referensi di bawahnya, tapi hey, kalian ga mungkin mensitasi blog saya kan? yang ada kalian dimarahi dosen kalian atau asisten kalian), ditambah ide saya bisa aja dicuri orang dengan gampang… dan saya harus menulis dengan tenaga ekstra untuk nulis jurnal (yang sebenarnya ga masalah amat sih). Kalo kalian bingung dengan maksud tulisan saya yang berupa ide adalah ini:

Plant Bioprinting: Novel Perspective For Plant Biotechnology

Itu adalah tulisan saya tentang cara mencetak alias nge-print tumbuhan. Ya, kalian ga salah baca. Bayangin kalian punya printer dengan “tinta” berisi sel meristematik tumbuhan dan zat pengatur tumbuh (auksin, sitokinin, dll). Kalian pasti bisa mencetak tumbuhan dengan itu dong? Oke, awalnya saya mau taro di sini, di blog ini. Masalahnya, selain orang akan melihat ini sekedar sebagai ide gila (alias dipandang sebelah mata), kalaupun ada yang tertarik kalian akan bingung menjadikan ini referensi sebagai bahan karena ini cuma artikel blog. Sementara kalau dalam format jurnal di atas, kalian bisa dengan asoy-nya kalian nulis ini sebagai referensi kayak gini:

Wicaksono, A., Teixeira, J.A. and Silva, D., 2015. Plant Bioprinting: Novel Perspective For Plant Biotechnology. Journal of Plant Development22.

Jadi gitu deh, walau saya harus kerjasama dengan tenaga ahli (Dr. Teixeira da Silva adalah ahli tumbuhan yang tinggal di Jepang) dan menghadapi revisi lebih kejam daripada pas saya nulis skripsi dan tesis, cuma demi relevansi… why not?

Selain ide ilmiah, ide2 abstrak saya seperti ide yang berunsur fantasi (misal tentang saya role-playing sebagai sisi lain saya yang penyihir, Astrax) dan saya menulis “paper” dalam format beda, atau saat saya ada ide lain berupa karya seni, saya merasa bahwa saya harus menulis di media formal, misal di deviantART. Karya2 saya yang makanan pun juga masuk ke blog kedua saya, The Hungry Biologist.

Jadi pada akhirnya, yang tersisa di blog ini adalah… adalah… ya… ga lebih dari cerita2 pribadi, pengalaman, atau uneg2 ga jelas kayak gini.

Terus kenapa kamu ga tulis aja pengalaman kemarin pas di Finlandia?

Saya tau ada yang bakal nanya itu. Oke, sesuai judul tulisan ini, saya mau jelasin. Perjalanan 8 bulan di Finlandia dan Eropa secara umum itu emang mengesankan. Saya bisa aja ubah itu jadi cerita bersambung bertema pengalaman yang rada komedi. Masalahnya, ada beberapa cerita yang harus saya tutup alias sensor. Bukan karena saya melakukan tindakan ga sesuai peraturan, tapi ini menyangkut orang lain!

Beberapa hal yang kalian harus tau:

  1. Dosen pembimbing saya dipecat dengan alasan ga jelas. Pemberitahuannya bahkan H-1, jam 10 malam! Dia ga sendiri, seorang teknisi paling berbakat di lab kami (beliau memegang 11 instrumen dan 4 lab) juga kena pecat. Mungkin tepatnya PHK, karena penjelasan mereka adalah karena Finlandia memotong biaya anggaran ke kampus, otomatis kampus harus mengurangi pegawai. Pertanyaannya, kenapa harus orang paling kontributif kayak mereka??
  2. Setelah poin 1, sisi di mana saya telah melewati 4 bulan di sana, saya ga tau mau ke mana lagi. Semua profesor harus punya dana jelas sebelum merekrut mahasiswa. Saya telah mengajukan dana dari 11 lembaga dan semua menolak saya (kemarin saya dapat anggaran dari CIMO dan hanya 8 bulan, ngga penuh selama periode PhD saya). Kesulitan ini membuat saya berpikir harus pergi dari negara itu untuk mencari tempat untuk lanjut PhD, sekaligus dengan berat, saya jadi meragukan negara yang dielu2kan sebagai negara pendidikan terbaik di dunia itu. Oh, lagi, mulai 2017, Finlandia menarik biaya EUR 11,000 per tahun dari mahasiswa non Eropa, dengan kata lain, ga gratis lagi. Kalo kalian mau yang gratis, silahkan ke Jerman.
  3. Saya mungkin terbang ke Berlin untuk XB2, itu pengalaman mengesankan! Tapi ga semua ceritanya menurut saya oke buat diceritakan. Selain cerita soal kerennya xenobiologi yang mungkin saya bisa tulis nanti, saya melakukan kebodohan yang bikin malu diri saya sendiri! Misal, karena saya sendiri, saya ga tau mau ngobrol ke siapa, saya jadi ngekor salah satu ahli di sana (ngikutin terus), saya foto dengan dua ahli idola saya, tapi saya minta tolong ahli lain buat motret! (eugh), dan saya kena alergi selama di sana. Intinya, walau kedengaran lucu, saya rada malu, apalagi kalo nama mereka ditulis di blog ini juga.
  4. Kalau saya cerita, saya merasa cerita yang saya tulis bakal berakhir ngambang! Semua masih berjalan setelah saya pulang dari Finlandia. Gimana arah Xenobiota? Ke mana jadinya saya bakal ngisi waktu sebelum kuliah S3 lagi? Gimana perjuangan saya buat kuliah lagi dengan sekarang gagal LPDP? Semua masih dalam proses. Saya bukan orang yang akan cerita dengan banyak bumbu, saya selalu cerita apa adanya.

Yang jelas… saya akan belajar dan mencari ilmu tentang biologi molekuler dan xenobiologi. Soal Xenobiologi, mungkin saya pernah bahas di blog ini, tapi saya akan jelaskan lebih dalam nantinya, ntah segera, atau nanti di 2017.

Satu hal, terima kasih udah membaca tulisan2 saya di blog ini. Blog ini akan ditulis dengan Bahasa Indonesia selama itu bukan mencakup teman2 saya di luar sana (beda ama blog The Hungry Biologist yang akan pakai Bahasa Inggris). Blog ini akan saya isi dengan ulasan ilmu2 baru yang saya dapatkan secara umum (kalo secara khusus akan saya tulis di jurnal atau media formal) dan juga cerita perjalanan saya.

Itu dulu deh… udah banyak!

PS: Saya sering dikontak via e-mail soal anggar, saya ga bisa ngasih kontak sang pelatih lagi karena udah berjarak 3 tahun dan validitasnya udah ga jelas. Sebaiknya langsung ke PB IKASI aja di Gelora Bung Karno ya!

-AW-

Screen Shot 2013-04-19 at 1.34.12 PM

Untuk saya, Tuhan itu ada di posisi omnipresent, ada sebagai zat yang satu kesatuan dengan semesta dan Maha Menciptakan, bukan sebagai posisi kekosongan yang lebih rendah daripada keberadaan sesuatu di alam ini. Segala sesuatu yang tidak tampak bukan berarti tidak ada. Sesuatu yang belum diketahui, belum tentu tidak mungkin. Ilmu kita saja yang belum sampai, kadang kita melupakan ini sehingga dengan mudahnya kita mengatakan ada atau tidak hanya dengan mengandalkan logika tak sempurna dan penginderaan fisik. (Note: Klik gambar untuk memperbesar)

-AW-

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life