Lewati navigasi

Category Archives: Pengetahuan

Kemarin saya berkunjung ke sebuah kedai kopi, Klinik Kopi, Yogya. Atmosfer mereka yang adem, di dalamnya saya pun bertemu dengan para pengunjung setia yang kerap berbagi pengetahuan dan pengalamannya kepada saya. Salah satu di antara yang saya temui adalah Bapak Kristio Budiasmoro atau Pak Kris, seorang dosen di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta dan praktisi kultur jaringan. Sejujurnya saya senang dan sependapat dengan prinsip beliau. Beliau mengatakan bahwa kultur jaringan harus dibuat semudah mungkin dan sepraktis mungkin. Ternyata di luar kultur jaringan pun, beliau punya pengalaman2 yang unik!

 

Kultur Jaringan Tanpa Sterilisasi #4 – Modifikasi Protokol Untuk Inisiasi Di Luar Laminar dan Di Human

Oke, ini saya gabungkan artikel nomer 4 seri ini ke artikel ini sebagai lanjutan seri ke-3 sebelumnya…

Beberapa bulan lalu, beliau melakukan kultur jaringan di tengah hutan, dan metode yang sama akan dilakukan di akhir Juli atau Agustus nanti untuk mempropagasi Dipterocarpus di Nusa Kambangan.

Saya sempat bertanya kepada beliau, “Pak, memang tanaman itu cepat layu atau bagaimana sehingga bapak tidak bisa membawanya ke lab untuk inisiasi?”

Jawaban beliau, “Bukan masalah layu, kita harus ingat bahwa ketika kita membawa tanaman dari hutan, tanaman itu tidak sendiri. Pada waktu yang sangat cepat sekalipun, mikroba kontaminan bisa tumbuh dan akan semakin menyulitkan untuk disterilkan.”

Lalu, apa strategi beliau? Ini:

Untuk melakukan kuljar di hutan, siapkan plastik besar, sarung tangan, medium kultur, botol inisiasi, akuades, alat2 kultur standar (skalpel, cawan petri, dan pinset), dan satu barang paling esensial chlorox yang masih tersegel pada kemasannya. Pertama, percikkan chlorox dengan merata ke plastik besar, masukkan semua alat2 dan bahan ke dalam plastik tersebut. Lalu, ambil calon eksplan dengan sesegera mungkin dan masukkan ke botol inisiasi berisi klorox yang sudah diatur untuk proses inisiasi. Hal menarik di sini adalah proses ini tidak menggunakan pembakar Bunsen. Lakukan proses standar di dalam kantung plastik hingga pencucian dan pemindahan ke media. Beliau dalam proses ini lebih menyarankan menggunakan media cair karena lebih mengurangi kontak ke udara yang bisa saja terkontaminasi. Setelah proses beres, segel botol kultur. Hebatnya, beliau melaporkan bahwa hasilnya tidak terkontaminasi!

Selain ini, Pak Kris ini pernah melakukan inisiasi di lab, tapi di luar laminar air flow. Beliau cuma mengatakan bahwa kuncinya, “Bekerjalah di meja yang sudah disemprot chlorox, dan jangan bergerak lebih dari sejengkal dari api (di pembakar Bunsen)”

Setidaknya, ini adalah upaya protokoler atau metodologikal yang lebih efisien waktu dan lebih praktis walau masih menggunakan protokol aseptik, tapi kecepatan dan efisiensi metode ini perlu dikembangkan lagi.

 

Penggunaan Pisang Sebagai Media Kultur Jaringan

Sebetulnya ada banyak upaya untuk melakukan kultur jaringan tanpa menggunakan media kimiawi racikan di lab pada umumnya seperti Murashige-Skoog (MS), Schenk-Hildebrandt (SH), Gamborg, dll. Yang pernah saya dengar adalah menggunakan air kelapa, ubi, dan juga yang Pak Kris pernah coba adalah menggunakan pisang.

Dari cerita beliau, pisang diproses sebagai potongan (tidak dihaluskan). Saya sempat bertanya, “Memang ada apa dengan pisang? Ada auksin dan sitokinin, kandungan vitamin, atau apa?”

Jawaban beliau, “Pisang di sini punya kandungan potassium (kalium) yang bagus dan diperlukan sama tanaman eksplan. Saya pernah mencoba kuljar pakai media pisang, dan menariknya akar tanaman (eksplan)nya tumbuh mendekati potongan pisang.”

Menarik juga…

 

Penggunaan Kontroversial Human Blood Serum Sebagai Media Kultur Jaringan

Oke, cerita Pak Kris tentang penggunaan Human Blood Serum (HBS) ini cukup mengundang pertanyaan. Sederhana saja, “Kok bisa??”

Sayangnya, saya lupa menanyakan lebih lanjut mengenai alasan beliau memilih zat ini untuk tambahan ke media kultur beliau. Saya jadi belum tahu, apakah beliau memang lagi bereksperimen, atau ada kandungan tertentu yang beliau ingin lihat.

Menariknya (tapi saya belum mengeceknya)…

Pak Kris (KB): Jangan salah, mas… manusia juga menghasilkan auksin lho!

Saya (AW): Auksin?? Kelasnya apa pak? IAA?

KB: Iya, IAA… percaya atau nggak, di urin manusia pun ada auksinnya lho, makanya itu jadi salah satu alasan tanaman yang kena urin cukup bereaksi…

AW: Di urin??

KB: Iya ada sih, cuma hitungannya dalam ppm (part per million). Intinya tubuh manusia itu punya auksin… ntah ya, mungkin ini alasan bahwa manusia pun bisa “berinteraksi” dengan tanaman…

 

Kultivasi In-Vitro Tanaman Holoparasit

Ini yang membuat saya kagum. Beliau ternyata pernah mencoba kultivasi tanaman parasit juga secara in-vitro.

AW: Bapak pernah nyoba juga??

KB: Iya, pernah mas…

AW: Tanamannya holoparasit (parasit murni) pak? Apa ya? Cuscuta (tali putri, parasit tanaman teh yang kuning kayak benang itu)?

KB: Bukan… ada lagi… <beliau menyebutkan, tapi saya lupa apa… kalo gak salah ada “D” nya>

AW: Itu… jaringan apa yang bapak pakai?

KB: Oh, saya pakai bijinya…

Beliau menjelaskan, bahwa pada dasarnya perkecambahan biji tanaman holoparasit itu berbeda dari tanaman biji pada umumnya. Biji tanaman holoparasit itu memerlukan interaksi dengan jaringan tanaman inangnya untuk membentuk haustoria saat berkecambah. Haustoria adalah “akar” tanaman holoparasit yang tumbuh di jaringan inangnya.

Untuk itu, yang diperlukan adalah buah tanaman holoparasit yang segar dan mengandung biji hidup, dan jaringan tanaman inang yang sudah ditumbuhkan sebelumnya. Sayangnya, saya lupa bertanya, pada kondisi seperti apa jaringan inangnya? Berupa pucuk matang, pucuk muda, bisa berupa akar, atau bahkan kalus?

Prosedur inisiasi yang beliau lakukan, uniknya bahkan tidak memerlukan senyawa kimia. Lalu? Bakar permukaan buahnya sebentar, lalu ambil bijinya. Karena biji itu tersegel rapi di dalam buah, maka kemungkinan kontaminasi biji ini rendah sehingga buah cukup dibakar sebentar permukaannya. Kemudian biji tersebut dipindahkan (dengan protokol aseptik standar atau seperti yang dijelaskan di awal artikel ini) ke jaringan tanaman inang yang sudah dikultur sebelumnya.

Beliau mengatakan bahwa tanaman parasit tersebut pun tumbuh dengan baik!

Pendapat tambahan dari saya, namun peluang kesuksesan metode ini semua tergantung dengan sifat dan “kebandelan” tanaman parasitnya itu sendiri.

 

Tanaman Yang Kesepian

Hahaha… judulnya lucu, saya bilang seperti ini karena sesuai dengan perkataan Pak Kris sendiri.

KB: Mas, tahu gak tanaman itu bisa kesepian?

AW: Hah? Bagaimana pak?

KB: Iya, bisa…

Pak Kris berkata bahwa beliau punya tanaman anggrek. Tumbuhnya merana dan enggan berbunga. Tetapi ketika beliau menambahkan tanaman kedua yang baru beliau beli, anggrek itu pun “bahagia” dan mau berbunga dengan baik dan bahkan mekarnya bisa bersama2. Pak Kris menambahkan, “Mas kalau punya pohon apel juga gitu mas. Kalo ga mau berbuah, tanam lagi… atau pindahin ke kebunnya di Malang! Hahaha…”

Yah pak, ga mungkin juga saya gotong tanamannya jauh2 ke Malang…

 

Pohon Kola

Cerita terakhir… ini cukup kontroversial…

Jadi, ada pohon yang namanya pohon kola (Cola nitida). Pohon ini adalah asal dari minuman kola yang kita kenal sekarang.

Masalahnya, buah ini punya kandungan zat stimulan-afrodisiak yang membuat kita ngerasa kalem. Hmmm… agak kayak ganja, tapi dalam batas toleran (mungkin karena ga ada yang pake juga di sini). Buahnya konon rasanya pahit, tapi kalo dikunyah lama2 agak manis dan kayak kola. Tapi, karena kandungan itu lah, akhirnya minuman kola hanya menggunakan essens saat ini… atau juga menggunakan rasa alternatif dari pala (Myristica fragrans).

Walau sifatnya gitu, karena ga selebay ganja dan jamur psylocibin… saya jujur penasaran mau nyoba…

Begitulah! Seru yah! Kapan2 saya mau ngobrol2 lagi!

 

Tambahan, saya bakal nulis artikel turunan dari sini nantinya:

-Yang ini udah pasti, update lanjutan tentang KJTS

-Bahan media kuljar yang bisa dibuat dari bahan yang ada di sekitar kita

-HBS, tubuh manusia, sintesis auksin, dan komunikasi dengan tanaman

-Kultur tanaman parasit

-Komunikasi non-verbal pada tanaman di komunitasnya

-Pohon kola dan asal minuman kola

 

Nantikan artikel asik selanjutnya dan sesi obrolan lainnya!

-AW-

Iklan

Tulisan ini cuma semacam intermezzo. Sejujurnya, dulu setelah saya melewati kuliah Astrobiologi (AS-5219) di ITB bersama Pak Dr. Taufiq Hidayat, saya jadi terinspirasi untuk membuat kuliah ini. Saya cuma mengandai2 andai suatu saat saya jadi dosen biologi, saya ingin sekali bisa menghubungkan dua disiplin ilmu ini lagi: biologi dan astronomi. Mengasumsikan suatu hari nanti ilmu antariksa sudah mulai berkembang pesat, saya ingin mengajarkan ini…

Andai saya boleh ngasih kode sendiri… kuliah kode AB (Astrobiologi, ngebayangin nanti ada jurusan spesifiknya), BA (Biologi Antariksa), atau XB (Xenobiologi).

Saya rencananya mau buat beberapa slide kuliah…

Xenobiology – Lecture Material

I. Introduction
1.1 Definition
1.2 Differences from Astrobiology & Space Biology
1.3 (Intro) Shadow Biosphere Hypothesis
1.4 Redefining Life
1.4.1 Explaining Extremophiles
1.4.2 “Aliens” on Earth

II. Extending The Building Blocks of Life
2.1 Nucleic Acid & The Central Dogma
2.1.1 DNA & RNA: Replication, Transcription, and Reverse Trancription
2.1.2 Protein: Translation & Maturation
2.1.3 The Genetic Code: Codons
2.1.4 Extension Codes
2.1.5 The Unknown Processes (Reverse Translation & Protein Replication)
2.2 The Alternative Biochemistry
2.2.1 Arsenate
2.2.2 Silicon
2.2.3 Ammonia
2.2.4 Psionic/Energy
2.2.5 Metallic
2.3 Energy Sources For Life
2.3.1 Availability on Solar System

III The Unicellular Life
3.1 The Origin of Terran Modern Cell
3.2 The Endosymbiosis Theory
3.3 Terran Unicellular Extremophiles
3.3.1 Radiation Resistant
3.3.2 Salt Resistant
3.3.3 Heat & Cold Resistant
3.3.4 Dehydration Resistant
3.4 Effect of Gravity
3.4.1 Microgravity
3.4.2 Hypergravity
3.5 Perfection: Organellar System Future Evolution (Path to the most efficient configuration & processes)
3.6 Unicellular As Intelligent Life

IV. The Autotrophs: The Producers
4.1 Terran Plants & Chemosynthesis Bacteria
4.2 Photosynthesis Now: Light Harvesting
4.2.1 Mechanism (of normal C3 Plant)
4.2.2 C4 & CAM Plants
4.2.3 Efficiency of Photosynthesis
4.2.4 Future Evolution
4.3 Chemosynthesis Now: Chemical Harvesting
4.4 Terran Extremophile Plants
4.4.1 Heat & Cold Resistant
4.4.2 Dehydration Resistant
4.4.3 Salt Resistant
4.5 Alternative Harvesting
4.5.1 Sound
4.5.2 Very Long & Short Photonic Energy
4.5.3 Heat (usage of entropic flux energy)
4.6 Effect of Gravity
4.6.1 Microgravity
4.6.2 Hypergravity
4.7 Alternative Flowering System

V. Animal Life
5.1 The Origin
5.2 From Cell To Organ Systems
5.3 Food Gathering
5.4 Locomotion
5.5 Reproduction & Gender System

VI. Unification: Symbiosis
6.1 Micro
6.2 Makro
6.3 GAIA Hypothesis

VII. Life on Space
7.1 Vacuum Life
7.2 Energy Based Lifeform

Tapi ternyata… menyusun semuanya ini butuh daya analisis, pemikiran, dan lebih banyak literatur. Sejujurnya saya ga mau menghayal tanpa dasar lebih banyak lagi, jadilah saya baru buat 3 slide. Tapi baru 1 yang benar2 jadi…
Jadi…
Selamat menyimak!
Xeno 1 – Introduction and Syllabus
PS: Jika mau dilanjutkan, mohon dukungannya!
-AW-

Kali ini, saya mau membahas sedikit mengenai fenomena yang ada di film superhero-sci fi satu itu. Cuma, saya ga mau mengulas keseluruhan, saya cuma mau membahas sebagian saja… karena ada satu dan lain hal yang membuat saya agak lemas ketika mengingat semua hal di film itu. Oke, lupakan saja bagian itu…

Belut listrik (Electrophorus electricus L.) adalah predator tingkat atas di daerah Amerika Selatan. Mereka mampu menghasilkan listrik hingga 600 volt untuk mencari, memburu, dan melumpuhkan mangsa, sekaligus untuk berkomunikasi satu sama lain. Ikan ini, bersama dengan pari listrik dan lele listrik adalah ikan-ikan yang memiliki organ elektrosit, organ pembangkit listrik hasil modifikasi dari sel-sel otot dan syaraf (Kramer, 1996). Pembangkitan energi listrik yang bedasarkan dari jasad hidup inilah yang disebut di narator di Oscorp sebagai “Elektrobiogenesis”. Cuma jujur, kalo mereka bisa menangkap listrik2 dari ikan ini untuk pembangkit listrik ini sesuatu banget!

Screen Shot 2014-05-06 at 3.34.18 PM

Here’s the bro! (Foto oleh: George Grail dari National Aquarium).

Sebelum kita melompat ke pendekatan bioteknologi yang lebih gila, kita sebaiknya belajar dulu bagaimana ikan ini menghasilkan listrik yang besar. Belut listrik memiliki organ yang disebut elektrosit, yang merupakan sel-sel berbentuk cakram dan tersusun rapi. Belut listrik memiliki jaringan yang tersusun atas sekitar ribuan sel ini dengan tiap bagian menghasilkan 0.15 V. Sel-sel ini bekerja dengan cara memompa keluar ion positif dari atom natrium dan kalium seperti pada otot dan syaraf dan sama2 memanfaatkan molekul adenosin trifosfat (ATP) untuk proses pemompaan dengan transport seluler aktif ini (Zakon, et al. 2008).

Screen Shot 2014-05-06 at 3.58.34 PM

Elektrosit (kepingan2) yang membentuk tabung seperti batere ini merupakan komponen organ penting pada ikan2 listrik (Sumber gambar: Wiki).

Ikan2 ini menyimpan listrik hasil pertukaran ion di organ ini. Untuk menembakkan listrik di jaringan elektrosit, diperlukan komponen lain disebut inti perintah medulla (medullary command nucleus), tepatnya inti pengejut (pacemaker nucleus) yang bekerja dengan cara meregulasi frekuensi sinyal listrik yang keluar dari elektrosit (Carlson, 2013). Proses yang terjadi jika belut menemukan mangsa adalah inti pengejut mengeluarkan transmiter saraf asetilkolin ke saraf elektromotorik lalu ke organ listrik (spesifiknya ke elektrosit) dan hasilnya adalah kejutan listrik.

Belut listrik mengeluarkan listriknya terus menerus, sehingga bagi para pemelihara ikan ini, memerlukan kesabaran untuk menunggu ikan ini hingga lelah sebelum diangkat dan dipindahkan dari tank atau kolam (Piper, 2007)

Oke, kita rangkum:

  1. Komponen penting dari belut listrik adalah elektrosit dan jaringannya yang membentuk organ listrik.
  2. Elektrosit berasal dari modifikasi sel saraf dan otot.
  3. Inti pengejut berperan dalam proyeksi kejutan listrik.
  4. Riset atas ikan dan organ ini belum lengkap.

Sekarang, ayo kita berpikir seperti staf pekerja di Oscorp di bawah Norman/Harry Osborn.

amazing_spider-man_2_eels

Lab belut dan elektrobiogenesis… waaaaw… Gw tau gw anak biotek tanaman, tapi ini keren banget dan gw pengen ke sana!

Gimana bisa, belut ini dipakai untuk pembangkit listrik?? Hmmm… dari sumber ini, New York memerlukan permintaan listrik total 158,685,061 Mega Watt per jam (MWh) pada tahun 2012. Di AS, total suplai energi listrik per tahun pada 2012 adalah 4095 miliar kilo Watt per jam (B kWh). PLTA sebagai tenaga terbarukan terbesar pada 2012 menghasilkan 276.25 B kWh, dan yang tak terbarukan terbesar menggunakan batubara sebesar 1514.04 B kWh. Sementara untuk pembangkit terkecil adalah PLT surya yang hanya 4.33 b kWh.

Belut ini menghasilkan 600 V, dengan arus 1 Ampere, yang dengan rumus:

P = IV (Power, daya… dalam Watt, I, arus… dalam Ampere, V, tegangan… dalam Volt)

Artinya 1 belut menghasilkan daya 600 Watt, atau 0.6 kW. Secara diskrit (titik), mari kita buang dimensi waktu dari permintaan listrik total di NY:

158,685,061 MWh / 24 h = 6,611,877.54 MW = 6,611,877,540 kW

Lalu…

6,611,877,540 kW / 0.6 kW = 11,019,795,900 belut

Oke, Oscorp ga mungkin menyimpan belut dengan jumlah lebih banyak daripada populasi total manusia yang ada sekitar 7 miliar jiwa. Untunglah ada teknologi yang disebut transformator dan kapasitor untuk menaikkan tegangan dan menyimpan listrik yang dihasilkan. Tapi tetap, untuk konsumsi listrik satu kota… bakal perlu banyak belut yang dipakai!

Terus gimana??

Berterimakasihlah pada bioteknologi! Ini ide2 dari saya:

  1. Meng-over-ekspresikan gen yang berperan dalam pembentukan elektrosit pada proses perkembangan belut. Untungnya, belut listrik, sekali bertelur menghasilkan 3000 telur. Sekarang tinggal bagaimana memetakan genom pada belut listrik, mencari peta biru dari proses perkembangan jaringan2 elektrosit, dan membuatnya diekspresikan dalam skala lebih besar sehingga efisiensi akan bertambah untuk menghasilkan listrik pada 1 ikan.
  2. Merancang ulang sistem elektrosit pada ikan, sehingga lebih efisien dan efektif dalam menghasilkan listrik. Maksudnya? Proses enzimatik dan proteomik pada belut listrik, khususnya protein sintesis ATP (ATP-ase), dan molekul2 transmembran lain terkait sistem transfer elektron, perlu diatur. Jumlah seimbang antara molekul transmitter, dan protein akan meningkatkan elektron yang dihasilkan.
  3. Merancang pakan belut yang memiliki zat yang bisa memicu atau merangsang elektrosit. Elektrosit adalah organ turunan saraf dan otot. Artinya, zat2 untuk stimulan otot (taurin, dll) perlu ditambahkan, baik berupa mentah dalam pakan, atau asam amino dan protein yang diperlukan.
  4. Merancang kolam yang membuat para belut nyaman untuk tinggal, sehingga bisa hidup dengan damai dan akur, sambil menghasilkan listrik dengan efisien (dan gak bunuh2an akibat kompetisi).

Saya ga bisa menyebutkan gen apa yang perlu diekspresikan untuk ini, karena peta genom belut listrik belum terpecahkan. Dengan kata lain, kita belum bisa melakukan rekayasa genetika untuk ini. Terus gimana?? Ada solusi gila… MUTAGENESIS!

Yeah, di Marvel Universe… pembuatan mutan itu udah hal biasa. Apalagi terkait bahan radioaktif. Mutagenesis atau proses pembuatan mutan bisa terjadi secara genetis atau epigenetis. Genetis jika berupa perubahan susunan kode DNA yang mengakibatkan salah bacanya dalam proses ekspresi protein, atau epigenetis yang permanen namun reversibel… terkait pembungkaman gen (Alberts, 2008). Mutasi akibat radiasi dari pendedahan zat radioaktif memang berdampak perusakan DNA secara acak, dan memiliki dosis letal tertentu. Setelah proses pembentukan mutan, diperlukan penyortiran mutan atau mutant screening dengan kategori spesifik… biasanya individu yang kuat, memiliki genotip hasil mutasi yang paling stabil dengan fenotip yang diinginkan, dan memiliki daya waris karakter yang besar ketika terjadi perkawinan acak (random mating). Spekulasi saya, maka dari itu… dihasilkanlah belut super milik Oscorp yang bentuknya seram seperti ini:

Screen Shot 2014-05-06 at 5.58.19 PM

Daya produksinya super besar, sampai bisa elektroluminesens gini (bukan sekedar bioluminesens lagi yang pakai pendaran fosfor atau fluor).

Okay… ada lagi aspek horror dari belut ini yang kemungkinan dilupakan sama Oscorp dalam protokolnya: Stabilitas gen nya… dan mungkin zat radioaktifnya… Oke, dari sini, saya cuma bisa bicara spekulasi dan fiksi ilmiah sedikit. Sekarang, pasang lagu “My Enemy” nya Hans Zimmer okay? Itu apa? Lagu utamanya Electro… dengan lirik horror… Bones are shaking / Madness breaking / I can feel the darkness taking over / DENYING / ARISING / THE CRYING / I’M DYING

Spoiler alert yah… Max Dillon, adalah pegawai Oscorp yang tugasnya ngurus listrik di perusahaan itu. Dia mengalami kecelakaan dan nyemplung ke kolam belut super itu. Saat itu terjadi, bagaimana selanjutnya? Asumsikan belut2 itu bisa menghasilkan listrik puluhan kali lipat belut normal. Dillon secara normal sudah mati akibat kejutan yang pasti menghentikan jantungnya dan ngerusak sistem sarafnya. Di skala massif, listrik2 itu ngebuat semua jaringannya kepanggang dan itulah… hasilnya dia kelihatan secara klinis mati karena seluruh badannya mengeras… matang.

Cuma… ternyata… ntah, saya bingung gimana ngebuat spekulasinya. Dia mengalami mutasi besar, di mana seluruh organnya sanggup menjadi kapasitor biologi raksasa dan dia sendiri secara sadar bisa menguasai aliran listrik… setiap elektron di dalam badannya… sehingga bisa menguasai proses teleportasi… dekonstruksi… transfer via kabel atau logam… dan rekonstruksi… karena dia bisa mensintesis ulang susunan partikel elemennya. Dia ga punya lagi badan fisik dalam skala besar sebagaimana makhluk hidup normal, kecuali komponen yang berperan sebagai penyimpan listrik dan seluruh elektronnya, ga ada lagi sistem organ fisik, dengan kata lain… Dillon berubah menjadi figur elemental listrik secara total… menjadi Electro. Ga perlu makan selain dari listrik, dan ga perlu bernafas, karena dirinya sudah menjadi energi murni yang terwujud pada batere biologis.

Screen Shot 2014-05-06 at 6.12.17 PM

Electro… dia punya tubuh fisik, tapi fungsi barunya gak lain kemungkinan cuma sebagai biokapasitor yang disuplemen dengan pembuluh darah tersisa dan teradaptasi dari mutasi. Inget juga, darah isinya zat2 elektrolit dan ion2 metalloprotein hemoglobin yang… termodifikasi (??)

Mungkin gitu sih dari saya, saya soalnya paling benci sama ucapan gak mungkin, se-gakmungkin2nya ide itu. Yang perlu kita lakukan cuma menjembataninya dengan ilmu, imajinasi, dan seni.

Jangan bunuh idemu… keep charging!

-AW-

Referensi:

Alberts, A. (2008). “Molecular Biology of The Cell”. New York: McGraw Hill

Bruce A.C. (2003). “Single-Unit Activity Patterns in Nuclei That Control the Electromotor Command Nucleus during Spontaneous Electric Signal Production in the Mormyrid Brienomyrus brachyistius“. The Journal of Neuroscience. Retrieved 2007-11-17.

Kramer, B. (1996). “Electroreception and communication in fishes”. Progress in Zoology 42.

Piper, R. (2007). “Extraordinary Animals: An Encyclopedia of Curious and Unusual Animals”. Greenwood Press.

Zakon, H.H., D.J. Zwickl, Y. Lu, and D.M. Hillis (2008). “Molecular evolution of communication signals in electric fish”. Journal of Experimental Biology 211(11): 1814-1818.

Oke… ini pembahasan kontroversial akhir2 ini yang ntah kenapa muncul. Muncul di web2 (kalo ga salah di Buzzfeed) sama bahkan dibahas lebih detail di TvTropes untuk Frozen bagian Headscratchers sampai 3 sesi.

Sekarang… mari kita lihat lagi…

let_it_go_dress_transformation_by_djklink20009-d6wxrx0

Jujur saya suka bagian ini karena banyak hal… mulai dari ini adegan paling SUSAH dibuat sama animator (salah dikit, rambutnya copot), emang keren banget… sama… buat saya… cewek yang ngelepas ikatan rambut itu… keliatan seksi :p (oke lupakan). (Gambar dicomot dari: sini)

Lalu di mana perdebatannya?

  1. Ke mana baju lamanya??
  2. Gimana ngebuatnya?? Itu kan dari es! Ga dingin apa… atau… kan es tajem2 gitu!
  3. Kok bisa ga meleleh??

Oke… saya ga bakal jawab, saya bakal serahkan ke alter-ego diri saya, seseorang yang saya ciptakan tahun 2010 di pikiran saya, seorang penyihir di dunia ciptaan saya sendiri, level dia High ArchWizard (level dosen utama, di bawah professor di dunia terkait), kita panggil Astrax Albireo. Oke silahkan… *switch*

Ehem… oke, salam semuanya… aku Astrax. Pertanyaan ini menarik, aku nampaknya bisa mengerti kebingungan kalian. Ada kuliah yang aku bawa di Sekolah Tinggi Sihir Aquilla, program studi Aplikasi dan Teknologi Sihir (ATS): ATS-303 MagiTech (Magic & Technology)… yah, karena ini umumnya teori dan cukup bersinggungan dengan sains, ini 2 SKS, dan ATS-201 Ilmu Transmutasi Sihir, 2 SKS teori, 1 SKS praktikum. Oke, mari kita bahas.

“Ke mana baju lamanya?”

Ummm… aku masih agak mencerna kata2 ini. Apakah kalian membayangkan ketika Elsa melepas bajunya ketika membuat baju barunya? Wew… implikasinya rada vulgar kalau menurut saya. Secara simbolik, ketika transisi baju lama ke baju baru itu menyisakan 100% baju lama, ini mengesankan Elsa ganti baju secara terang2an di tengah film dan saya sendiri perlu membekukan si sutradara. Oh maaf… no offense! Kalau ada baju robek? Kesannya ganti bajunya melewati proses menyakitkan. Ayo lah, kalian mungkin mengira aku ini berpikir kotor? Aku hanya menjelaskan dari sisi interpretasi saja.

Lalu apa jawabannya? Konversi sempurna. Yang bersambung ke jawaban pertanyaan kedua…

“Gimana ngebuatnya?? Itu kan dari es! Ga dingin apa… atau… kan es tajem2 gitu!”

Aku mengerti kebingungan kalian karena kalian bukan penyihir. Kuliah Transmutasi, aku mengajarkan kepada para muridku bahwa selain membuat dari elemen di sekitar mereka, mereka juga bisa membuat benda A berubah menjadi benda B. Bagaimana caranya? Gunakan energi sihir yang ada untuk mengubah konfigurasi atom benda terkait. Sihir di sini berkembang dan terbentuk bedasarkan imajinasi kalian, jadi tentu kalian harus punya imajinasi yang cukup kuat untuk ini! Pikiran kalian harus out-of-the box.

Untuk seorang putri mahkota yang hidup di istana yang dikelling salju setiap musim dan istananya sendiri dibangun dengan konsep artistik Nordik yang luar biasa, harusnya Elsa sudah mengerti konsep seni dan memiliki imajinasi yang hebat. Kita bisa melihat Elsa bisa mengerti konsep fraktal (patahan tak terhingga) pada kepingan salju. Artinya? Bukan tidak mungkin ia bisa mengkonversi baju yang merupakan jalinan polimer selulosa berisi atom2 karbon, menjadi es. Seluruhnya dari es? Bisa. Atau Elsa memecahkan struktur2 kainnya menjadi serbuk (pada suhu dingin, ini bukan tidak mungkin), sehingga ketika berpadu dengan es, warna es nya menjadi lebih tua dan tidak transparan. Atau lagi… ia melapisi kain di area bawah sampai torso atasnya sehingga memiliki warna yang lebih pudar. Ingat, dari hijau ke biru es itu tidak terlalu jauh. Yang 100% berubah adalah bagian tangan dan 100% terbentuk sendiri adalah bagian sayap jubahnya.

Elsa bisa membuat istana dari konversi uap udara yang begitu tipis, atau mungkin karena pola berdirinya istana itu dari bawah, ia menarik air2 dari salju pegunungan yang berlimpah menjadi struktur bangunan.

Secara sekuensial terbentuknya baju, Elsa melapisi baju bagian bawahnya dengan energinya, mengubah warnanya (atau mengubah bentuknya), dan dengan sisa kekuatan pertama ia membentuk bagian lengan… yang makanya warnanya adalah transparan ketimbang bagian torso, dan terakhir membentuk jalinan2 mikro membentuk sayap jubahnya. Plus… membuat pola2 rosemailing salju sebagai sentuhan artistik akhirnya! Menarik bukan? Untuk menghemat sedikit energinya, ia menarik es2 di bawah kakinya (di lantai istana esnya) untuk mengubah bajunya, jadi ia tidak perlu mengumpulkan uap air di sekitarnya menjadi es lebih banyak lagi. Kecuali di bagian atas, yang kita bisa melihat ia membuatnya dari udara tipis dengan template lengan baju lamanya. Lagi, konversi sempurna. Es sifatnya kaku, ia menjalin es pada sisa benang pada bajunya. Voila! Hasilnya akan halus.

Ga dingin? Elsa kan bilang, “The cold never bothered me anyway

Seorang penyihir (dalam arti sini adalah sorcerer/ess) akan sangat terbiasa dengan elemen yang menjadi kekuatannya. Itu sudah pasti. Aku adalah penyihir (dalam terjemahan wizard) yang mempelajari mengapa ini terjadi. Simpel. Pikir saja, dari mana sihir itu keluar? Dari tubuh kan? Secara natural, penyihir… dengan kemampuan genetis langkanya sudah memiliki sihir primal yang membuatnya imun terhadap backfire sihirnya sendiri. Kalau tidak? Pas penyihir mengeluarkan api, ia akan terbakar.

Jadi, wajar Elsa ga kedinginan dengan bajunya. Kok ga sakit? Es kan tajam! Kata siapa? Ga semua es itu membentuk jarum. Dengan tangan seorang putri yang berumur 20an tahun seperti Elsa, es yang tercipta pasti halus.

Itu sihir primal atau primer, dan sihir yang keluar itu disebut sihir sekunder. Lalu ada lagi sihir tersier, yang akan menjawab…

“Kok ga meleleh? Misal pas Anna meluk Elsa… kan pelukan itu hangat!”

Sudah pasti badan elsa mengeluarkan sihir primer yang membuat es yang ia kenakan tidak meleleh. Di kuliah MagiTech, kita membahas bahwa penyihir perlu memperdalam pengetahuannya atas elemen2. Air bisa jadi es, bisa jadi uap, bahkan bisa jadi plasma ketika sangat panas. Es… bisa terbentuk pada suhu 0˚C pada tekanan atmosfer ruang, tapi… juga bisa terbentuk pada 37˚C (suhu tubuh) pada tekanan yang lebih tinggi… atau bahkan pada 130 K pada tekanan 1 Giga Pascal atau 9820 atmosfir. Ini disebut Es XV (cari aja Ice XV). Kita tidak tahu kan, apa secara sadar Elsa bisa mengendalikan tekanan di sekitarnya, atau ia secara magis bisa mengikat molekul2 air sehingga semua teratur dengan energi tambahan (sihir) dan bukan tekanan fisika. Apa? Kalian lelah belajar ilmu termodinamika? Aduh…

Intinya, yang bisa aku simpulkan adalah:

  1. Sihir itu merupakan energi, dan mengikuti hukum termodinamika, sihir dari manusia itu tidak bisa diciptakan, tapi diubah dari energi lain. Buktinya, penyihir yang mengeluarkan energinya terus2an akan lemas. Selain itu sihir akan terarah ke luar sebagai ekstensi imajinasi si penyihir.
  2. Baju baru Elsa dibuat dari campuran baju lamanya dan es. Tidak ada yang musnah atau terbuang di sini. Semua berubah total, atau digunakan sepenuhnya.
  3. Sihir ada sihir primer yang merupakan kesatuan pada tubuh penyihir yang menjaganya, sihir sekunder yang ia keluarkan ke lingkungan, dan sihir tersier yang ia induksikan ke benda. Ini juga menjelaskan kenapa ada benda2 magis seperti jubah sihir, atau tongkat sihir. Keluar topik, Elsa menerapkan sihir tersier ketika membangun istana (ia menghimpun energinya melingkar di lantai dan dihempaskan ke atas membentuk pilar dan atap… dan hiasan), awan di atas Olaf, dan ini yang juga membuat es di istana (bagian ending, yang buat ice skating) tidak meleleh.

Begitu nampaknya penjelasanku siang ini… kembali ke Adit.

-AA-

Ya begitulah… semoga sudah cukup jelas penjelasannya!

-AW-

Bagian 3 dari seri kuljar tanpa sterilisasi… Saya waktu itu ke Singapura, berkenalan dengan seorang petani kota (urban farmer) bernama Derrick Ng. Beliau menjelaskan kepada saya:

“The only way to fight against pests, is by deter the pests, trick them, and starve them” “Satu2nya cara untung mengatasi hama (adalah), mengusir mereka, mengakali mereka, atau membuat mereka kelaparan.”

Merangkum artikel sebelumnya, jadi yang kita perlukan: mengoptimalisasi sterilisasi agar lebih cepat dan mudah dalam kondisi apapun, dan menjaga kultur tetap awet meski kontak dengan udara luar. Solusi yang ditawarkan: Membuat alat berpemanas/sterilisasi konstan untuk botol kultur atau botol inisiasi, membuat media antimikroba, atau menginokulasi bakteri kompetitif yang probiotik agar bakteri patogen tidak tumbuh di atas media. Atas solusi di atas, mari kita sorot poin kedua dulu: Membuat media antimikroba. Mengapa? Untuk melawan sesuatu, kita harus tahu apa yang kita mau lawan. Usul saya?

  1. Buat media Murashige-Skoog (MS) di cawan Petri, 5 cawan, 3 pengulangan. Pengulangan pertama dilakukan untuk eskposisi cawan terbuka berisi media di lab pembuatan media (lab stok), kedua untuk di area laminar airflow, dan ketiga di rak penyimpanan. Eksposisi 15 menit, cawan ditutup, diinkubasi pada 37˚C selama 3 hari, lalu diamati dengan mikroskop untuk identifikasi bakteri dan fungi. Pengujian 15 cawan ini dilakukan di beberapa tempat yang berbeda kalau bisa, mungkin 1 di universitas A, lalu di universitas B, lalu di balai pertanian A, dan seterusnya sehingga kita punya gambaran kondisi mikroba udara di beberapa tempat budidaya dengan kultur jaringan.
  2. Dengan cawan Petri dengan media MS juga sebanyak 5 buah, 3 pengulangan. Ambil 10 eksplan dari 10 jenis tanaman: Tanaman budidaya di ladang, tanaman budidaya di kebun, tanaman budidaya di rumah kaca, tanaman liar di jalanan, tanaman herba dari hutan. Pengujian triplo (tiga kali) dengan sampel berupa daun yang masih muda. Tanpa inisiasi dengan chlorox dan tween pada inisiasi ruangan terkontrol, mikroba jenis apa yang akan terbawa? Ini akan diamati.

Dari 2 perlakuan ini, kita akan dapat segudang data mikroba kontaminan Dari sini, kita bisa mulai bermain2 dengan antibiotik berkonsentrasi rendah untuk dimasukkan ke media MS, media agar kosong (kontrol positif), dan media MS tanpa antibiotik (kontrol negatif). Dengan mendapatkan konsentrasi yang bisa menghambat atau bahkan menahan pertumbuhan mikroba sama sekali, lalu diujikan pada eksplan tanaman 3 perlakuan: tanaman yang sudah disterilkan dan diinokulasi ke media dalam kondisi steril di laminar, tanaman yang sudah disterilkan pada kondisi bebas, dan tanaman yang tidak disterilkan. Dari sini kita bisa menguji protokol minimal buat tahap sterilisasi inisiasi: Apakah tanaman tetap minimal harus disterilisasi meski di kondisi bebas atau bisa dikultur tanpa sterilisasi? Dari pencarian solusi kedua ini, kita akan dapat media antimikroba tapi pro-tanaman yang termodifikasi dari media MS. Ah, mungkin sekarang saatnya kita masuk ke poin pertama dari bahasan solusi awal: mengoptimalisasi sterilisasi agar lebih cepat dan mudah dalam kondisi apapun. Sebenarnya fokus yang saya mau tekankan adalah bayangkan kita di hutan, kita mengambil sampel… katakanlah itu biji rekalsitran (harus ditanam saat itu juga atau bakal mati) atau tanaman yang rentan stress. Apa langkah awal kita? Normalnya, beberapa peneliti mengatakan, bawalah sampel tadi dalam tisu basah atau dalam botol berisi air. Pertanyaan di sini: Bisakah kita membawa media dari solusi kedua tadi untuk penerapan solusi pertama ini? Kalau iya, medianya harus padat atau cair? Rumusan idenya adalah, kalau cair… tanaman tetap mendapat nutrisi, mikroba anaerobik akan tertahan pertumbuhannya… secara hipotetik ya. Hasil pengujian ini, kita akan mendapatkan media yang akan saya sebut sebagai media eksplan darurat lapangan. Solusi poin ketiga, mikroba kompetitif tapi pro-tanaman. Mikroba kadang memiliki quorum sensing atau memberikan zat metabolit untuk menghambat yang lain. Quorum sensing biasanya pada bakteri, walau bakteri juga kadang bisa menghasilkan metabolit lain. Istilahnya, mikroba ini berinteraksi dengan senyawa kimia. Pertanyaannya? Dari isolat2 yang tadi kita ambil, adakah: Pertama, mikroba yang tumbuh di media, tapi tanaman bisa tetap tumbuh? Kedua, mikroba tumbuh di media dan tanaman malah tumbuh dengan lebih sehat? Ini tentunya harus dilakukan satu2 untuk pengujiannya. Dari sini, kita akan mendapatkan sesuatu yang saya sebut mikroba pro-phytal. Gabungkan ketiga solusi tadi, maka kita berhasil menemukan langkah awal penemuan media kultur jaringan di mana saja dan kapan saja. Sisanya, hanyalah penyempurnaan. Ntah, dari pengujian ini, berapa jurnal bisa dibuat dan dipublikasikan? Lumayan kan? Apalagi sampai tahap akhir dan dipatenkan? Mungkin ada yang berpikir, apakah saya bodoh dengan menyebarkan ini padahal saya bisa meneliti ini untuk saya sendiri? Hmmm… tidak juga, saya rasa ini bisa jadi proyek bersama dan apalagi jika ada yang mau membantu saya atau melibatkan saya… yah, tinggal kontak saya dan kita akan bisa diskusikan hal ini… Berminat? Sejujurnya ide ini masih bersifat diskrit… untuk kultur saat itu. Untuk kultur berkepanjangan dan terkait tanamannya sendiri, mungkin akan saya bahas lain kali. -AW-

Dulu, ini adalah pertanyaan saya dari SMU yang saya bahkan tanyakan ke dosen2 saya di kuliah,

“Jika sel2 yang kecil bisa berkembang dengan endosimbiosis dan invaginasi membentuk kloroplas, mitokondria, dan membentuk inti sel, retikulum endoplasma, dan badan Golgi, bagaimana pada akhirnya sel2 ini berkembang lagi di masa depan? Bertambah besar? Membentuk sistem nukleus yang kompleks? Atau menarik atau membentuk organel yang baru?”

Bertanya ke bu Dr. Dea Indriani Astuti (dosen mikrobiologi SITH ITB), beliau menjawab bahwa kondisi saat ini sudah ideal. Organel2nya sudah mendukung semua, lalu soal ukuran… dengan analogi saya seperti pixel pada komputer, ukurannya sudah sangat pas untuk saat ini; tidak terlalu besar atau kecil.

Tapi jujur saya masih belum puas (baca: masih menduga2). Sejak Alm. Bu Yanti Rafliyanti mengajarkan teori endosimbiosis pertama kali di SMU pada tahun 2006 dulu, saya dengan kemampuan Adobe Photoshop saya pun membuat prediksi seperti gambar di bawah ini…

Cellular Evolution

Skema hipotetikal perkembangan dari organisme prokariot, eukariot, dan neokariot (dibuat 31 Juli 2006, diberi watermark 02 Februari 2014).

Untuk saat ini, kita pastinya mengenal prokariot dan eukariot saja pastinya kan? Prokariot adalah organisme tanpa inti sel (Yunani: προ- (pro-) : sebelum, καρυον (karyon) : kacang; cangkang). Sel2 organisme ini tidak memiliki inti sel, dan materi genetik (DNA) akan berkontak langsung dengan sitoplasma. Kemudian akibat proses endosimbiosis, di mana sel prokariot akan dimakan oleh prokariot yang lebih besar, tetapi tidak termakan tetapi malah terjadi kerjasama yang menguntungkan atau simbiosis antara si prokariot yang kecil di dalam sel dengan si sel prokariot besar yang menjadi inang. Teori ini dijelaskan oleh Konstantin Mereschkowski pada tahun 1905 (papernya dipublikasi tahun 1910). Fenomena ini terlihat dengan adanya membran multilapis pada kloroplas dan mitokondria, yang diduga merupakan kontak sel plastida awal itu dengan sel awal (2 membran), dan dengan sel inang yang sekarang (3 membran total). Kloroplas biasanya terbentuk akibat 1 kali simbiosis (prokariot awal –> dimakan –> simbiosis –> sel tumbuhan). Namun pada alga bisa 2 kali hingga 3 kali simbiosis (prokariot awal –> dimakan –> simbiosis –> sel kompleks I –> dimakan –> simbiosis –> sel kompleks II –> dimakan –> simbiosis –> sel kompleks III) (Chan, et al., 2010). Untuk kloroplas hasil endosimbiosis kedua dan ketiga biasanya memiliki organel mini disebut nukleomorf yang merupakan inti sel vestigial (Chaal, et al., 2005).

Setelah proses sedemikian rupa ini, pada sel2 kompleks yang memiliki organel dengan genom mandiri (kloroplas dan mitokondria), kemudian membentuk inti sel sebagai hasil proses adaptasi yang sumbernya memiliki banyak hipotesis: teori endosimbiosis, teori pembentukan membran inti sebelum endosimbiosis plastida, teori viral eukariogenesis (adanya virus yang masuk) yang diperdebatkan, dan teori pembentukan membran (yang merupakan teori terbaru) (de Roos, 2006). Dengan ini, lahirlah sel eukariot.

Oke… sampai sini, pelajaran “sejarah” dari sel selesai sementara. Hmmm… udah? Gitu aja? Ga ada sel raksasa mutan atau semacamnya ketika evolusi lagi?

Nah! Di sini baru bahasan kita yang asik! Pertanyaan sekarang yang umum: Sel umum apa yang paling besar? Pasti rata2 sudah tahu jawabannya: Sel telur! Ketika sel2 lain ukurannya sekian mikron, sel telur bisa mulai dari 0.01 mm, hingga 30 lebih cm. Kok bisa banyak?? Iya lah… bagian fungsionalnya sih kecil, yang besar itu cangkang sama komponen nutrisinya. Cuma sayang, untuk bahasan di sini, sel telur tidak bisa dibilang sel fungsional somatik, karena sel telur adalah bagian dari kelompok sel gametik.

Terus ada ga sel2 raksasa?? Jawabannya ada…

Mulai dari yang termasuk bakteri deh: Thiomargarita namibiensis.

Sulphide_bacteria_crop

Thiomargarita namibiensis Schulz (1999) – Sumber gambar: Wiki

Ukuran 0.1-0.75 mm. Bakteri jenis ini termasuk kemolitotrofik (suka kimia2 di batu) dengan memanfaatkan nitrat untuk proses transfer elektron, kemudian ia juga mengoksidasi hidrogen sulfida (H2S) menjadi sulfur… membuatnya berkilau. 80% dari sel merupakan vakuola yang berguna untuk menyimpan nitrat (Kalanetra, et al., 2005). Menurut para peneliti, ukuran raksasa ini seharusnya membawa dampak kerugian pada bakteri ini karena luas permukaan yang sedikit dan tidak sebanding dengan ukuran sitoplasma, menyusahkan untuk efisiensi penyerapan nutrisi (Ledford, 2008).

Bahasan selanjutnya, saya akan memberi jeda sedikit dengan bahasan menggunakan gambar saya di atas (gambar pertama): Neokariot saya gambarkan memiliki:

  1. Inti sel yang kompleks, saya dulu mengasumsikan inti2 kecil ini akan terfokus ke koordinasi kerja2 spesifik organel sel.
  2. Organel yang akan membentuk sistem kompleks. Dengan bentuk yang kompleks atau membentuk kesatuan, jarak inter-kompartmen akan mengecil, memudahkan enzim dan metabolisme sel untuk memproduksi metabolit atau protein2. Di kuliah tahun ketiga, ternyata kompleks-multisistem ini dibahas di jurnal Verpoorte, et al. (1998).
  3. Kutub sel tidak lagi 2, tapi bisa lebih… mungkin 4, dengan sentriol yang artinya lebih tersebar dan terkoordinasi untuk membawa sistem genom yang lebih kompleks. Dengan pembelahan menjadi lebih banyak sel, maka reproduksi akan lebih cepat.
  4. Membran sub-seluler untuk menyortir nutrisi lebih kompleks dan melindungi sel.

Baru2 ini, yah… tahun 2013-2014 awal ini ternyata prediksi saya di tahun 2006 itu ada yang benar, ada yang salah, dan ada yang ditambah lagi. Untuk sel tunggal menjadi organisme kompleks, yang diperlukan adalah:

  1. Sistem multinuklei (intinya banyak) yang tersebar di sitoplasma. Fungsi membawa materi genetik yang sama dan akan tersebar ke individu baru setelah reproduksi.
  2. Organel akan terkonfigurasi spesifik ke sitoplasma. Bentuk sel bisa tersegmentasi untuk mendukung kondisi kehidupan organisme.
  3. Sel bisa membelah dengan memecahkan diri, atau membentuk kista. Dari 1 sel, menjadi ratusan individu baru.
  4. Membran sel akan termodifikasi sesuai bentuk sel.

Saya mengamati beberapa sampel makhluk hidup bersel tunggal yang berukuran raksasa untuk menjawab ini: Valonia ventricosa, Xenophyophore, Caulerpa, dan Acetabularia. Dari sini kita akan membagi bentuk sel raksasa ini menjadi 2 tipe: sel raksasa yang benar2 seperti sel, dan sel raksasa menyerupai organisme multiseluler.

Tipe pertama contohnya adalah Valonia ventricosa dan Xenophyophore. Maksudnya seperti sel? Mereka bentuknya bulat atau amuboid tersusun dari sitoplasma dengan organel2 dan inti sel, yang membedakannya adalah mereka punya sistem sel multinuklei, dan mereka bisa memecahkan diri jadi banyak dan membentuk sel2 baru di tempat lain.

Tipe kedua contohnya yang paling jelas adalah Acetabularia. Bentuknya seperti payung… seperti tanaman. Tapi sebenarnya mereka adalah sel tunggal dengan hanya 1 inti sel. Lalu bagaimana mereka bisa memiliki bagian2 yang berbeda dan tersegmen padahal cuma punya 1 inti? Jawabannya ada pada pemanfaatan ekspresi mRNA yang merupakan prekursor ekspresi protein dari gen inti. mRNA bisa mengalir di sitoplasma ke bagian2 yang diperlukan untuk mengekspresikan protein yang sesuai. Metode ini dipakai Acetabularia dalam kehidupannya. Inti sel baru akan memperbanyak diri dan terbawa ke bagian payung untuk tujuan reproduksi sel. Inti2 ini akan memiliki peran seperti spora jamur (Mandoli, 1998).

533px-Acetabularia_mediterranea_life

Acetabularia (Sumber: Wikipedia)

Lalu terakhir ada Caulerpa. Organisme ini juga memiliki struktur yang kompleks, yang membedakannya dengan Acetabularia adalah Caulerpa memiliki nukleus yang banyak (multinukleus) yang tersebar di seluru bagian tubuhnya. Memiliki rhizoid yang merupakan penambat seperti akar, stolon yang seperti batang, dan organ fotosintesis seperti daun. Organisme ini memiliki dinding sel yang kuat dan permukaan yang tipis untuk pertukaran zat. Mampu menyembuhkan diri dari luka dengan menyumbat bagian yang luka. Caulerpa bisa reproduksi dengan fragmentasi atau putusnya bagian tubuh. Metode ini adalah metode aseksual yang umum terjadi, sementara metode seksual jarang terjadi (US Fish & Wildlife Service, 2012).

Caulerpa_taxif_lynn

Caulerpa taxifolia (Sumber: link)

Modifikasi morfologi, modifikasi organel, modifikasi distribusi sitoskeleton (mikrotubulus) untuk mobilisasi intra sel yang lebih efisien, hal ini menunjukkan bahwa sel2 raksasa ini adalah hasil adaptasi evolusi yang unik dan berbeda. Tidak membentuk struktur syncitial (agregat), tapi mengekspansi strukturnya dan modifikasi sistem di dalamnya.

Sekarang… mari kita sedikit berkhayal, sekaligus membayangkan bagaimana kehidupan akhir di bumi nantinya? Setelah 700 juta tahun mendatang, laut di bumi akan mulai menguap akibat meningkatnya aktivitas matahari di fase akhir hidupnya. Hingga mendekati periode 1 miliar tahun lagi, laut akan semakin menguap… menguap ke luar atmosfer atau terionisasi, dan tidak kembali sebagai hujan.

Distribusi kehidupan di bumi itu adalah siklus raksasa. Dimulai dari teori abiogenesis di laut, lahirnya sel purba, sel prokariot, munculnya sel eukariot, pembentukan koloni sel, agregat, lahirnya makhluk multisel, organisme invertebrata, munculnya makhluk vertebrata… ikan… amfibi… reptil… mamalia dan burung. Amfibi, reptil, mamalia, dan burung sudah melewati periode kejayaannya di darat.

Menurut buku Dougal Dixon yang ditulis sekitar tahun 2003, “The Future Is Wild”, dalam 200 juta tahun ke depan, dunia sudah menjadi sangat berbeda. Lichen tumbuh menjadi pohon, invertebrata menguasai darat (cumi2 yang bisa berjalan, keong raksasa yang seperti kelinci), dan ikan menggantikan posisi burung. Yah… cukup gila emang.

Ini artinya bukan tidak mungkin, pada akhirnya kehidupan di bumi akan didominasi makhluk bersel tunggal lagi. Bedanya? Bukan organisme sederhana bersel tunggal… tapi organisme KOMPLEKS bersel tunggal. Organisme yang mungkin menerapkan sistem simbiosis yang kompleks, superoganisme mikro yang menjadi kesatuan raksasa.

Mari kita bawa bukunya Wayne Douglas Barlowe, “Expedition” (1990), menyebutkan sebuah planet tua… Darwin IV yang lautnya sudah hampir menguap seluruhnya, berganti menjadi lautan “hidup” berisi mikroba2 yang membentuk kesatuan, yang disebut menjadi Amoebic Sea. Lautan ini berbentuk substansi jel berisi mikroorganisme tak terhitung yang bekerjasama untuk bertahan hidup, membentuk biofilm raksasa yang menahan sisa air laut di planet itu. Bahkan bisa membentuk tentakel untuk menarik mangsa yang multiseluler dan ukurannya jauh lebih besar dan lebih kompleks.

Screen Shot 2014-03-02 at 8.19.19 AM

Emperor Sea Strider dari bukunya Barlowe, berjalan di atas Amoebic Sea.

Screen Shot 2014-03-02 at 8.24.53 AM

Screen Shot 2014-03-02 at 8.25.20 AM

Hasil observasi probe Newton ke permukaan Amoebic Sea. Jel2 ini menjulur untuk menjerat mangsanya.

Jadi… kadang makhluk bersel tunggal pun ga sekedar menyeramkan secara segi patogenik dan mikro, tapi juga bisa skala makro, dan juga punya sisi keunikan dan keindahan tersendiri.

-AW-

——

Referensi:

Barlowe, WD. (1990). “Expedition.” England: Workman Publishing Company

Chaal, BK., BR. Green (2005). “Protein import pathways in ‘complex’ chloroplasts derived from secondary endosymbiosis involving a red algal ancestor”. Plant Molecular Biology 57(3): 333-342

Chan, CX., D. Bhattacharya (2010). “The Origin of Plastids”. Nature Education 3(9): 84.

de Roos, AD. (2006). “The origin of the eukaryotic cell based on conservation of existing interfaces”. Artificial Life 12(4): 513-323.

Dixon, D. (2003). “The Future Is Wild.” London: Dorling Kindersley

Kalanetra, KM., SB. Joye, NR. Sunseri, DC. Nelson (2005). “Novel vacuolate sulfur bacteria from the Gulf of Mexico reproduce by reproductive division in three dimension.” Environ. Microbiol. 7(9): 1451-1460.

Ledford, H. (2008). “Giant bacterium carries thousands of genomes.” doi: 10.1038/news.2008.806

Mandoli,  DF. (1998). ” Elaboration of Body Plan and Phase Change During Development of Acetabularia: How Is The Complex Architecture of A Giant Unicell Built?” Annual Reviews of  Plant Physiology.  49: 173-198.

Mereschkowski, K. (1910). “Theorie der zwei Plasmaarten als Grundlage der Symbiogenesis, einer neuen Lehre von der Ent-stehung der Organismen.” Biol. Centralbl. 25: 593-604

US Fish & Wildlife Service (2012). “What is Caulerpa, and what is Caulerpa taxifolia?” http://www.fws.gov/stockton/ais/Species%20of%20Interest/Caulerpa.html, diakses 02 Maret 2014

Verpoorte, R., P. van der Heijden, HJG. ten Hoopen, J. Memelink (1998). “”Metabolic Engineering for the Improvement of Plant Secondary Metabolite Production”. Plant Tissue Culture and Biotechnology 4(1): 3-17

Kali ini saya akan membahas sebuah web atau situs yang saya sering kunjungi, dan sekarang yang akan saya bahas adalah TvTropes.org. Terima kasih kepada Anargha Setiadi (FMIPA Biologi UI 2008 – Al Izhar Angkatan XI) yang meracuni saya dengan situs ini.

Situs ini tidak berisi jokes implisit seperti 9gag.com (yang mungkin pembaca penasaran mengapa saya membahas situs ini), tapi ini adalah situs analisis untuk film (dari layar lebar yang terbaru sampai film TV jadul), permainan (baik yang digital sampai yang di atas papan), manga-komik-anime-kartun barat (mulai dari Naruto, Amazing Spider Man Comics, terus One Piece seri sampai Avatar: The Last Airbender), novel, hingga bahasan dunia nyata sekalipun seperti Indonesia, Adolf Hitler, dan semacamnya.

Saya akan menjelaskan istilah penting di sini: Trope, istilah ini artinya kata2 istilah metaforik yang dipakai untuk mengekspresikan sesuatu.

Sekarang, mari kita buka halaman utamanya

TvTropes - Main

Selamat datang ke TvTropes.org, ini adalah halaman utamanya.

Gambar di atas itu adalah gambar halaman utaman situs ini. Bagian hitam yang saya tutup itu adalah iklan2 yang saya ga mau rugi jadi saya tutup aja deh. Dimulai dari bagian atas, ada kolom pencarian. Situs ini bekerja sama dengan Google untuk pencarian internal situs. Kita bisa memasukkan nama film, buku novel, komik, atau apa yang kita mau cari di sini lalu tekan “Enter” untuk memulai pencarian. Ketika mencari, cari hasil yang mewakili judul utama (bukan sub-page) dengan ada kata2 seperti yang tercantum di blok biru bawah ini:

TvTropes - Tropes

Maksud saya yang Anime and Manga, sampai Western Animation. Ini referensi aja, maksudnya kalau mencari di kolom pencarian nanti bakal ada yang seperti yang tercantum di atas, atau ada yang Nightmare Fuel, Tearjerker, dan lain2. Tapi pilih yang kategorinya ada di atas karena itu menunjukkan halaman utama.

Sekarang, misalnya saya mau mencari tentang StarWars…

TvTropes - SW1

JREEENG!! Jengjengjeeeng jengjengjengjengjengjengjengjengjeeeeeng teteteteteeeet teeeeet teteteteeeteeet teteteteeeeetet teteteteeeet… oke cukup!

Ayo kita kupas:

  1. Judul: Franchise: Star Wars. Kenapa di sini ditulisnya Franchise, bukan Film atau disebut Main? Karena Star Wars itu banyak franchise atau produk waralaba nya. Dari komik, film animasi, novel, sampai film layar lebar ada semua. Film ini udah booming dari 1960-an dan penggemarnya sangaaat banyak.
  2. Di bawah judul biasanya ada kutipan tagline atau kata2 terkenal yang diucapkan pemain film.
  3. Sebelah kanan ada gambar utama.
  4. Di bawah tagline ada penjelasan singkat.
  5. Di bawahnya lagi biasanya ada sinopsis pendek atau kisah pengembangan dari topik terkait (dalam hal ini dibahas prekuel, sekuel, dan film2 terkait).
  6. Di atas halaman (sebelum judul) ada sub-halaman (mulai dari Discussion hingga Fanfic Recs), ini juga ada lebih detail di bagian kiri halaman yang akan saya bahas selanjutnya.

Lalu…

TvTropes - SW2

Perhatikan di sebelah kiri, di bawah tulisan “On The Tropes”

Bagian sub halaman ini adalah penjelasan tambahan menggunakan persepsi2 yang dalam mengenai film ini. Nanti akan saya bahas setelah yang satu ini.

TvTropes - SW3

Nah, di bagian bawah ini… yang panjaaaang banget dan bentuknya poin2 ini adalah bagian utama Tropes mengenai film ini.

Kita bisa mengulas atau menganalisis film/topik yang kita cari satu2 dari A sampai Z (biasanya bakal terbagi2 banyak jika filmnya udah sangat terkenal). Di sini kita bisa merombak dan mencoba mengerti setiap detail dari elemen film kita. Memang banyak, tapi kita bakal dapat sangat banyak istilah baru di sini dan persepsi2 detail atas film ini.

Kemudian ada yang namanya sub-halaman atau SubPage. Ini isinya adalah Tropes spesifik, persuasif, dan bisa membuat kita berpikir dalam atas topik yang kita cari. Ada beberapa di sini:

  1. Awesome. Isinya bagian2 keren dari film yang kita sedang telaah.
  2. Characters. Daftar karakter di dalam film.
  3. De. Halaman berbahasa Jerman.
  4. Drinking Game. Buka bagian ini untuk permainan minum. Siapkan minuman dan siap2 kembung.
  5. Famous Last Words. Kata2 terakhir pemain di film ini yang tewas di dalam cerita film.
  6. Fanfic Recs. Bagian yang isinya daftar karya2 fan (fanfic) terkait film ini.
  7. Film. Biasanya nyambung ke halaman utama.
  8. Franchise. Sama, biasanya nyambung ke halaman utama.
  9. Fridge. Istilah yang artinya sesuatu yang tersimpan pada awalnya, dan kita ga bakal meng-iyakan sampai kita berpikir lagi. Ada Fridge Brilliant, hal yang “Oh iya juga ya! Keren abis!”, Fridge Logic yang “Anjrit! Gw ga kepikiran lah…”, dan Fridge Horror yang “Gila… kok gw pikir2 serem ya… eh iya, parah!”
  10. Funny. Pengulasan bagian2 kocak di film ini.
  11. Headscratchers. Jika kita mau diajak berdiskusi dan berpikir soal film ini oleh para penulis Tropes ini, silahkan masuk.
  12. Heartwarming. Pengulasan bagian yang sangat bikin kita, “Aaaaaaaaaawwwww…” atau terharu.
  13. Image Source. Gambar2 dari film ini.
  14. Laconic. Penjelasan2 lakon di film ini.
  15. Main. Kembali ke halaman utama.
  16. Monster. Pengulasan karakter2 terjahat atau tersadis di film ini secara detail.
  17. Narm. Pengulasan bagian yang seharusnya serius tapi malah jadi kocak.
  18. Nightmare Fuel. Pengulasan secara dalam bagian2 yang bisa ngebuat kita merinding sendiri kalau ngebaca bagian ini. Khususnya jika kita mencari film2 yang horror, pastikan mental kita cukup kuat untuk membahas bagian satu ini.
  19. Pinball. Produk pinball dari film ini (kalau ada).
  20. Referenced By. Bagian yang isinya daftar film, literatur, atau media yang merefer film yang kita cari. Biasanya semakin film terkenal, film ini akan berdampak ke mana2. Misal, di Digimon ada Vademon yang konsepnya dari Darth Vader.
  21. Tear Jerker. Pengulasan bagian2 yang mengharukan dan sedih, jika kalian sensitif, siapkan tisu karena penulis halaman ini sangat jago mengupas ini dari film utama.
  22. Trivia. Hal2 trivial dari film ini.
  23. Tropes Namer. Hal2 di film ini yang menjadi Tropes utama di situs ini.
  24. WMG (Wild Mass Guess). Isinya tebakan orang2 atas hal2 di film ini.
  25. What An Idiot. Pengulasan bagian yang harusnya A, tapi karena si karakter itu dodol (atau cuma ngikutin skrip) jadi B dan itu jadinya bodoh.
  26. Woobie. Pengulasan yang isinya karakter2 yang membuat kita bakal ngerasa kasian sama mereka.
  27. YMMV (Your Mileage May Vary). Bagian yang isinya pendapat2 yang beda2 dampaknya ke tiap orang atas film ini.

Dari sekian banyak sub-halaman yang ada, saya cuma mau bahas 3 aja:

TvTropes - SW NF

Parental discretion is advised.

Jika warna halaman kalian berubah jadi nuansa merah darah, hitam, dan abu2, artinya kalian baru masuk segmen Darth Wiki. Isinya gelap secara konten, berpotensi membuat kita berpikir beda secara negatif atas topik yang kita buka (karena bagian sub halaman De-throning yang isinya ulasan2 jelek atas film/topik kita juga termasuk segmen ini). Contoh lain adalah sub halaman Narm dan yang saya suka buka, Nightmare Fuel kayak yang ada di atas.

Lihat? Baru buka aja udah ada Anakin Skywalker dioperasi dengan badan penuh luka bakar. Siap2 merinding kalau buka bagian ini. Link kaitan yang juga akan terhubung ke halaman ini adalah High Octane Nightmare Fuel. Halamannya sama, tapi ini adalah indikasi kalau bagian sub halaman ini memiliki tingkat horror yang lebih tinggi. Sebenarnya kenapa bagian ini seram? Letaknya lebih ke pembahasan hal2 terkait penyebab bayangan2 kematian dan rasa sakit, paranoid, ketakutan utama manusia (human primal fear, yang terdiri dari sadisme, bayang2 kematian di sekitar kita, benda2 berbahaya, monster, binatang buas yang mengerikan, raksasa, kondisi termakan hidup2, fobia personal seperti pada ruang tertutup, kemunculan dadakan, dan semacamnya). Semua teramplifikasi dan dikombinasi ke Trope ini.

TvTropes - SW TJ

Siapkan tisu ke muka Anda, saudara2.

Nuansa warna biru dan abu2 merujuk ke segmen (yang saya belum tau namanya) yang memicu kita untuk berpikir logis dan menggunakan perasaan di saat yang sama. Ada sub halaman HeadscratchersWMGFridge, dan juga Tear Jerker di sini. Misal Tear Jerker buat Star Wars.

Klik gambar di atas, pastikan Anda merenunginya dalam2. Kalau Anda sensitif, siapkan tisu untuk air mata. Penyebab kesedihan di sini? Sebenarnya Trope ini persuasif atas perasaan kesedihan yang ada di film. Biasanya terkait faktor perpisahan, pengkhianatan, kesedihan yang dalam, rasa kehilangan, dan semacamnya. Nonton Frozen? Di sini kita bukan sekedar membahas “Anna yang sedih karena ditinggal Elsa”, tapi lebih ke “Bayangkan perasaan Anna saat itu, kedua orang tuanya meninggal, Elsa selalu menghilang, selama belasan tahun ia harus berhadapan dengan kondisi itu terus dengan penuh kesedihan. Bisa dimengerti mengapa ketika pintu istana dibuka ia begitu senang.” Atau di Star Wars, “Anakin Skywalker berusaha melindungi Padmé dari kematiannya, tapi begitu ia sudah merasa memiliki kekuatan yang besar, ternyata yang menyebabkan kematiannya tak lain adalah Anakin sendiri. Ditambah dengan siksaan fisik dengan tubuh mekanik, hingga ia bertemu Luke ia dipaksa berhadapan dengan segala kegelapan pada dirinya sendiri.”

TvTropes - SW HW

Waaaaaaaaaaaa…

Jika kita masuk ke segmen yang warnanya pink, kuning, biru muda, dan putih ini, kita baru aja masuk segmen Sugar Wiki. Segmen ini adalah 180˚ kebalikan dari Darth Wiki. Isinya tenang, lucu, mengharukan secara positif, kadang ngebuat kita tersentuh sama hal2 yang menggemaskan, atau bahkan kita bisa termotivasi di segmen ini. Yang paling terkenal adalah sub halaman FunnyAwesome, dan Heartwarming. Di atas misalnya adalah bagian Heartwarming dari Star Wars. Buka aja, paling nyengir2 sendiri.

Sisanya, silahkan eksplor SETIAP Tropes yang disuguhkan di halaman2 yang ada. Oh iya, kadang kita menemukan tulisan yang diblok putih untuk menghindari spoiler besar. Cara menghilangkannya? Jadi anggota. Gratis kok. Terus setting aja untuk show/visible all spoilers.

TvTropes dibilang “menyesatkan”. Kenapa? Karena sekali kita buka 1 Trope, kita bakal terdorong untuk membuka Tropes lain dan seterusnya sampai ga ada berhenti2nya. Saya pernah seharian nyangkut di TvTropes dari yang awalnya membahas Star Wars, nyambung ke anime random, terus ke penjelasan biologi alien di film2, sampai tentang Magitek (kombinasi sihir dan teknologi).

Situs ini pas buat kita yang mau belajar untuk jadi analis atau pengulas film, novel, atau semacamnya karena di sini kita akan latihan mengulas dengan SANGAT DETAIL untuk setiap isi dari subjek yang kita mau baca. Tambahan lagi, pengetahuan kita bakal bertambah, dan keluwesan kita dalam berbahasa Inggris akan semakin terasah karena kosakata di sini sangat beragam, tapi disajikan dengan simpel… bukan sebagai topik berat dan ilmiah. Dijamin kosakata kita bertambah, makin keren, dan makin gaul… dan juga bebas alay bahasa! Gila nya, bahkan ada referensi bahasa Latin kalau kita mungkin tertarik mau buat novel fantasi atau semacamnya!

Ah… bahkan kita juga bisa dapet referensi lagu2 epic, khususnya yang ga ada sembarangan di OST filmnya tapi ada di trailernya!

Jadi… untuk memulai pagi ini, ini… saya kasih motivasi buat kalian!

Kalian ga pernah sendiri, kalian akan selalu ada bersama orang yang sayang sama kalian walau dia udah ga ada, dan mereka yang peduli sama kita akan selalu ada. Yang penting selalu berbuat baik dan semangat setiap saat!

Have a nice day, readers!

-AW-

Baru2 ini, saya dapat sharing page di Facebook yang isinya kurang lebih seperti ini:

BANTU SHARE PADA TEMAN

JANGAN ABAIKAN, TOLONG DI BACA:

Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang dengan share ini.

Air Liur+Buah = Obat Cancer”

Dr. Stephen memperlakukan pasien sakit Cancer dgn cara yg “un-ortodoks” & banyak pasien Sembuh!

Ia percaya pd penyembuhan alami dlm tubuh terhadap penyakit.

Obat utk Cancer sdh ditemukan!

Anda percaya?

Saya berdukacita bagi pasien cancer yg meninggal di bwh perawatan konvensional.

Pasien cancer tdk seharusnya mati !

Menurut DR. Shu, 3 generasi Sinshe di Taiwan:

Makan buah segar dan caranya!

Ini sangat informatif!

Umumnya makan buah berarti membeli buah, cuci, memotongnya & masukkan ke dalam mulut kita?

Tapi tidak semudah yg kita pikirkan! Pengetahuan penting bagaimana & kapan harus makan buah.

Cara yg tepat makan buah;

+ TIDAK MAKAN BUAH-BUAHAN.

SETELAH ANDA MAKAN.

+ BUAH HARUS DIMAKAN PD SAAT PERUT KOSONG.

BUAH ADALAH MAKANAN PALING PENTING!

BAHAYA! Buah bercampur dgn makanan lain akan membusuk & menghasilkan gas sehingga lambung akan kembung!

Menurut penelitian Dr Herbert Shelton;

Jika Anda telah menguasai cara yg benar makan buah2an,

Anda memiliki;

umur panjang,

selalu sehat,

Penuh energi,

tubuh dan pikiran jadi nyaman & berat badan normal.

Makan buah yg utuh segar dan bersih (Bukan buah/Juice kemasan kaleng/botol Plastik) lebih baik dari pada minum jus.

Tapi jika terpaksa minum jus, maka minumlah seteguk demi seteguk secara perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur degan air liur Anda sebelum menelannya.

MINUM AIR ES SETELAH MAKAN = KANKER!!

Air dingin akan membuat makanan yang berminyak menjadi solid (beku)!

Hal ini akan menghambat proses pencernaan.

Ketika ‘lumpur’ tsb bereaksi dgn asam, maka akan jadi lemak bertoksin(Racun) & berbaris di dalam usus dan terserap dng sangat cepat! Sehingga menyebabkan Cancer!

Cara Terbaik adalah;

* Minum air hangat setelah makan

* Makan buah segar saat perut kosong.

(Buah + Air Liur Manusia = Obat Cancer).

=======

Note:

Ini adalah gambar pembedahan perut ketika proses operasi kanker lambung.

Lambung Bedah

——–

Resapi dulu sebentar… tarik napas…

OKE! SAYA AKAN KRITISI SECARA JELAS DAN TOTAL DENGAN PERSEPSI SAYA!

Pertama, obat kanker? Buah itu memang mengandung serat, vitamin, fruktosa, dan lain-lain. Air liur itu apa tau ngga? Air liur kita mengandung enzim ptyalin yang tidak lain merupakan enzim jenis amilase; mengubah karbohidrat kompleks pati atau amilum menjadi glukosa sederhana. Itu kenapa kalo kita makan roti atau nasi dan dikunyah sampai lama, rasanya akan jadi lebih manis. Di beberapa buah emang ada patinya dan bisa jadi gula sederhana pas kita makan. Di dalam air liur juga ada enzim lipase yang membantu mengurai lemak dan ini lah yang ngebantu bayi mencerna ketika lipase pankreas masih belum sempurna produksinya (Maton, 1993).

Di dalam air liur juga ada agen antibakteria, hormon gustin yang berperan dalam perkembangan sensor pengecap, dan iodin. Iodin yang kadarnya tergantung input iodin ke dalam tubuh kita ini berperan sebagai antioksidan, zat induktor apoptosis dan anti tumor yang berperan di dalam pencegahan penyakit di rongga mulut. Oke… mungkin ini yang disoroti ama penulis di atas. Tapi saya rasa ga ada hubungannya ama buah2an deh. Malah kalo kita mau coba, boleh! Pake makanan yang bisa nyerap air liur lebih banyak lah… kayak kentang tumbuk, roti, dan semacamnya… Satu hal tapi yang gw rasa, kadar iodin di air liur itu pasti sedikit banget. Jadi kalau pembaca merasa air liur ini adalah obat kanker? Saya rasa mungkin kita perlu air liur yang dikonsentrasikan sedemikian rupa untuk mengoptimalkan kadar iodin ini. So, I called this part of the myth: PLAUSIBLE.

Lanjut, makan buah sebelum makan… saya setuju. Sekali lagi saya ga mau menitikberatkan di hal kankernya ya. Terus apa? Makan buah di saat perut kosong itu membuat penyerapan nutrisi dan vitamin dari buah ini optimal di badan kita. Tapi ada disclaimer ya, jangan makan buah yang asam saat perut kosong. Nanti lambung kita malah sakit! Ah iya, ada juga… khusus lemon dan nanas, saya baru diberitahu oleh ibunya teman saya. Mungkin kita bisa bertanya kepada tukang jualan steak, atau sate, biasanya mereka tahu bahwa nanas bisa melunakkan daging. Ini berguna buat orang2 bergolongan darah A yang kurang kuat perutnya dalam mengkonsumsi daging merah dan malah bakal jadi buah konsumsi yang baik setelah kita makan.

Buah bakal busuk di lambung? Nggak bakal! Dari mana? Di lambung itu makanan ga bakal lama kok. Ditambah tingkat keasaman (pH) di lambung itu rendah sekali atau sangat asam karena ada asam klorida (HCl) di dalamnya. Bakteri di usus adalah bakteri yang bisa bertahan di pH serendah itu. Bakteri bawaan dari mulut atau luar? Belum tentu. Fermentasi di badan kita itu terjadi di usus, bukan lambung. Kalau kita kembung, saya rasa itu lebih ke jenis makanan yang kita konsumsi. Soda, kacang2an, ya… itu bisa menghasilkan gas. Tapi badan kita pun bisa meregulasikannya, maka dari itu kita bisa sendawa, atau buang angin. Kecuali kita makan dalam skala besar. Tapi sekali lagi, ga ada hubungannya sama buah2an setelah makan!

Soal jus, iya… itu kurang disarankan karena kadang jus sudah diberi pemanis, pengawet, atau bahkan pewarna buatan. Buah segar adalah yang lebih baik! Atau seenggaknya kalau kata saya ya, buat jus sendiri!

Terakhir, minum air dingin = kanker? Dari mana??  Untuk masuk ke lambung, air akan lewat kerongkongan. Suhu badan kita adalah 36-37˚ C. Saat air mengalir di dinding kerongkongan, air secara perlahan akan semakin hangat sampai tiba di lambung. Andaikan masih agak dingin, ga bakal lama. Tulisan di atas menyebutkan bahwa “lumpur” lemak yang bercampur dengan asam lambung akan jadi memicu kanker. Saya rasa lemak ga akan bereaksi di lambung dengan asam. Lemak2 ini baru akan terurai ketika terkena enzim lipase dari pankreas.

So, saya menyimpulkan:

  1. Buah memang baik sebagai appetizer tapi ada buah tertentu yang justru membantu pencernaan dan perlu dimakan terakhir
  2. Iodin di air ludah berpotensi untuk diteliti sebagai antikanker
  3. Minum air dingin ga akan menyebabkan kanker!

Begitu dari saya, saya harap kita di jaman yang media tersebar dengan luas ini bisa berhati2 dan menyaringnya dulu sebelum kita terima. Terlepas dari itu, saya akan sangat senang jika ada pembaca yang memberi masukan dan koreksi atas tulisan saya ini!

-AW-

Referensi

Maton, Anthea (1993). Human Biology and Health. Prentice Hall.ISBN 0-13-981176-1.

Sangat dianjurkan untuk membaca:

Fruit on Empty Stomach

Myth: Drinking Cold Water Causes Cancer

Glass of Kefir

Minum susu, itu udah hal yang umum. Minuman yang berasal dari kelenjar susu mamalia, khususnya sapi itu adalah bagian dari 4 sehat 5 sempurna karena kandungan gizinya yang oke. Sayangnya banyak orang takut gemuk atau nggak bisa minum minuman sehat ini karena masalah intoleransi laktosa yang membuat mereka “ngeluarin gas” saat minum susu atau produk berlaktosa lainnya. Unungnya, susu ini adalah salah satu bahan makanan (dan minuman pastinya) yang paling bisa diotak-atik. Bisa dibuat jadi susu rendah lemak, ditambah rasa, atau ditambah agen biologis (mikroba dan enzim) biar diolah jadi keju dan yoghurt. Yoghurt adalah minuman fermentasi dari susu yang diproses dengan bantuan bakteri seperti Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Di TV dan media lain, yoghurt marak digembor2kan sebagai minuman probiotik untuk membantu diet (karena ngebantu kelancaran pembuangan) dan rendah lemak (kecuali yang terus dikasih rasa macem2 dan gulanya setumpuk ya). Tapi saudara2, setelah saya ikut workshop yang diadakan pihak jurusan mikrobiologi waktu saya masih kuliah (tepatnya sekitar awal2 tahun 2011, sesi itu dipegang ama adek kelas saya dari angkatan 2008, Nina Rachminiwati) ternyata yoghurt itu ga ada apa2nya dibanding sebuah produk yang namanya kefir. Kefir adalah minuman yang berasal dari kawasan Asia Barat, sekitar Pegunungan Kaukasus. Beda ama yoghurt yang isinya cuma sekitar 3-4 macam bakteri, kefir isinya belasan macam MIKROBA… oke pembaca, saya tulis demikian karena isinya bukan cuma bakteri, tapi juga ada khamir (ragi). Penasaran? Ini liat aja di bawah ini… (sumber: Farnworth, 2005)

Bacteria in Kefir

Yeast in Kefir

Ya, saya patut bilang “wow” karena banyaknya jenis mikroba di dalam kefir. Ngebaca data ini di acara presentasi workshop pun saya antara kaget, kagum, ama serem. Serius… serem! Gimana coba ngebayangin kira minum minuman yang isinya udah kayak kumpulan mikroba yang macem2 itu?? Gak lama setelah sesi presentasi, baru saya masuk ke sesi workshop dan ngeliat peragaan (yang waktu itu dilakuin sama adek kelas saya, Indra Rudiansyah dari angkatan 2009). Pembuatannya ternyata gampang. Istilahnya tinggal encerin si bubuk kefir (kefir grain, yang isinya udah campuran mikroba), terus masukin deh ke susu. Waktu itu mereka pake susu kambing, katanya biar rasanya lebih wah, dan emang wah sih!

Besoknya saya ngebuat sendiri dari kultur kefir yang saya minta dari Nina. Cara buatnya gampang, pertama siapin susu dalam pack 1,5 L dan keluarin 100 mL, terus masukin 100 mL kultur kefir (udah cair) ke dalam pack susu dan tutup, simpan di tempat yang nggak panas dan nggak kelewat dingin. Sehari kemudian, bisa langsung diminum deh!

Emang rasanya gimana? Masam… kayak yoghurt, cuma secara tekstur agak ada busanya (namanya juga kefir, dari bahasa Turki Kuno köpür yang artinya buih), dan sensasinya agak kayak nyentuh soda di lidah, dan karena ada khamirnya maka kadang agak anget dikit. Tapi tenang, kadar alkoholnya minim BANGET (saya tegaskan karena minuman ini nggak memabukkan, kecuali kalian tambahin alkohol sendiri).

Kelebihan kefir dibanding yoghurt ada di sisi nutrisi dan sifat probiotiknya. Dari jurnal yang ditulis Farnworth (2005), beda ama yoghurt yang sekedar melancarkan pencernaan dengan kata iklan “memerangi bakteri pathogen di perut”; oke sebut yoghurt itu kalo dalam perang itu adalah bala bantuan tambahan, yang emang membantu, tapi kalo udah ya udah. Kefir itu kayak kita memasang sistem pertahanan baru yang dengan kata lain kita memperkuat pasukan kita di perut dengan mendirikan artileri2 dan persenjataan yang sifatnya menetap. Simpelnya, bakteri yoghurt cuma lewat, bakteri kefir tinggal. Selain kumpulan mikroba itu bisa membuat bakteri lain ga bisa tumbuh, kumpulan mikroba kefir juga bisa membantu pencernaan laktosa di perut kita dan karena ini orang2 yang intoleran ama laktosa bisa sangat kebantu dengan cara minum kefir ini (sumber: ScienceDaily). *ngebaca jurnal Farnworth (2005) lagi* Serius… bahkan minum kefir bisa menstimulasi sistem kekebalan tubuh dengan cara menambah efek ke sistem pertahan tubuh yang sifatnya mukosal (lendir) dengan membuat lapisan biofilm yang dibuat bakteri, bahkan kerennya lagi kefir punya kandungan polisakarida yang larut dengan air dan bersifat antitumor! Disebutkan rumor bahwa kefir punya kemampuan yang membantu metabolisme kolesterol namun sejauh ini masih akan dibuktikan.

Kefir emang lebih mahal. Selain karena agak langka (di sini), dan andai produksi massal dilakukan butuh quality checking yang lebih wah untuk menjaga keseimbangan komposisi mikroba di dalamnya. Waktu saya kuliah mikrobiologi dulu dengan dosen saya Dr. Dea Indriani Astuti (Bu Dea), beliau mengatakan bahwa kalo kita membuat minuman fermentasi dari susu dan kultur murni, terus dari minuman yang udah jadi dituang lagi ke susu lagi dan seterusnya, keseimbangan mikroba itu hanya akan bertahan sampai 3 kali transfer kultur. Gampang kalo di yoghurt karena jumlah jenis mikrobanya kecil, kalo di kefir kan banyak! Tapi mungkin seiring kemajuan teknologi dan semakin niatnya produsen2 di pasaran, produksi kefir bukan hal yang ga mungkin lagi.

Hari Sabtu lalu dan pagi ini saya menemukan sebuah kefir siap minum dalam kemasan botol plastik yang dijual di supermarket. Meneguknya, saya pun jadi ingin nulis di sini. Hehe… pembaca penasaran? Sekarang saya bilang, mending ke supermarket dan cari deh!

-AW-

Referensi:

Farnworth, E.R. (2005). “Kefir – a compex probiotic.” Food Science and Technology Bulletin: Functional Foods (1): 1-17. DOI: 10.1616/1476-2137.13938

Waktu saya SMU, saya sempat dibuat penasaran oleh game yang sampai sekarang sejujurnya saya belum tamat yang berjudul Half Life.  Game terbitan Valve ini sebenarnya secara sains, baik biologi ataupun fisika bisa ditelaah lebih lanjut. Secara biologi, sejujurnya saya tertarik dengan bagaimana kita menganalisis para penghuni Xen, dunia asing yang berada di dimensi lain dan terekspos akibat kecelakaan laboratorium Black Mesa. Tapi nampaknya karena saya sendiri belum tamat, saya tidak bisa memberi banyak komentar dan menganalisis lebih lanjut. Jadi, saat ini saya akan melihat sisi fisika dari salah satu aspek yang ada di dalam game itu, yaitu beberapa senjata yang digenggam oleh sang protagonis… Dr. Gordon Freeman.

Senjata2 ini sebenarnya bisa kita mainkan begitu kita main beberapa game lain terbitan Valve, dan yang waktu itu saya coba adalah Portal. Kedua game ini sebenarnya ada di dunia yang sama, tetapi memiliki latar yang berbeda. Ketika kita bermain Half Life, kita berada di dalam laboratorium canggih milik perusahaan Black Mesa, sementara saat kita bermain Portal (dan sequelnya) kita ada di dalam laboratorium perusahaan yang menjadi saingan Black Mesa, yaitu Aperture Laboratories. Waktu saya main Portal, saya mendapatkan beberapa senjata dari Half Life dengan mengaktifkan kode cheat yaitu “sv_cheat 1” lalu “impulse_101” dan voila! Saya pun mendapatkan senjata2 itu. Emang apa aja senjatanya? Ini…

Yang pertama, Zero Point Energy Field Manipulator (ZPEFM).

Gravity Gun

Senjata ini punya 2 mode pemakaian, yang pertama adalah mode genggam-jatuh yang berfungsi untuk membawa barang2 berbahaya untuk dipegang, dan yang kedua adalah mode genggam-lempar yang membuat benda ini menjadi senjata. Saat kita menggunakan senjata ini untuk meng”genggam”, kita akan menarik benda yang kita ingin bawa beberapa sentimeter tepat ke depan mulut senjata ini dan saat kita ingin menjatuhkannya kita harus memastikan benda yang kita bawa di depan senjata ini cukup dekat dengan permukaan atau benda itu secara simpel akan langsung jatuh. Sebagai senjata, kita bisa pada awalnya menarik benda tajam, berat, atau berpotensi untuk dilempar dengan kecepatan tinggi dengan senajta ini sebelum kita arahkan ke lawan dan pletarrr benda yang kita lempar dengan senjata ini akan terlontar dengan kecepatan tinggi ke target.

Secara ilmu fisika, “zero point energy” atau energi titik nol adalah energi terendah yang mungkin dimiliki sebuah sistem kuantum mekanika. Sebenernya saya bingung bagaimana menghubungkan gravitasi dengan energi titik nol ini. Senjata ini dijelaskan bahwa di dalamnya terdapat kristal yang berasal dari Xen. Mungkin saja itu menjadi alasan senjata ini tidak perlu baterai, atau mungkin kristal di dalamnya punya energi untuk memanipulasi medan gravitasi. Energi titik nol dalam skala aplikasi bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi yang sangat berlimpah karena bersumber dari partikel2 yang jumlahnya sangat banyak. Jujur, saya butuh penjelasan anak jurusan fisika atau ahli fisika untuk membahas energi ini. Sekarang, saya akan loncat ke kemampuan menarik benda. Sesuai namanya dan seperti yang kita tau, gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua benda dengan massa yang berinteraksi dan ditentukan oleh besar massa dan jarak antara keduanya. Secara hipotetis, gravitasi yang termasuk medan energi atau secara partikel dasar disebut Boson ini memiliki paket terkecil disebut graviton (ekivalen gelombang elektromagnetik dan paketnya, photon). Hingga saat ini belum ditemukan keberadaan graviton. Mungkin saja bila graviton ditemukan, keberadaan benda manipulator gravitasi seperti ini atau bahkan sinar traktor seperti di film2 fiksi ilmiah menjadi mungkin untuk terjadi.

Lalu yang kedua Gluon Gun.

Gluon Gun

Gluon merupakan bagian dari elemen dasar (berupa medan energi)  yang berinteraksi dengan kuat. Di alam semesta terdapat 4 gaya fundamental yang terdiri atas gaya gravitasi, gaya elektromagnetik, gaya lemah, dan gaya kuat; semuanya berurutan dari skala makroskopik ke skala kuantum, dan gluon berinteraksi sebagai gaya kuat yang mengikat partikel subatomik yang disebut sebagai quark. Di partikel yang berada di sekeliling kita, termasuk kita sendiri, tersusun atas partikel dasar yang terdiri atas proton, neutron, dan elektron. Elektron yang bermuatan negatif mengorbit inti atom atau nukleon yang terdiri atas proton dan neutron. Proton bermuatan positif, dan neutron bermuatan netral. Quark terdiri atas 6 tipe yang disebut “rasa”, yaitu up, down, strange, charm, top, dan bottom (saya sengaja dengan Bahasa Inggris agar tidak tertukar antara up-top dan down-bottom) yang masing2 bermuatan +2/3, -1/3, -1/3, +2/3, +2/3, dan -1/3. Proton tersusun atas 2 quark up dan 1 quark down (2/3 + 2/3 – 1/3 = +1), sementara neutron tersusun atas 2 quark down dan 1 quark up (-1/3 + (-1/3) + 2/3 = 0). Ketiga quark di dalam 2 partikel nukleon itu terikat oleh gluon. Dengan kata lain, gluon berperan sangat penting untuk membuat partikel di seluruh alam ini bersatu.

Konsep yang ditawarkan senjata ini dalam game senjata ini menembakkan medan energi gluon ke target, mengganggu kestabilan komponen nukleon target, dan kemudian sebagai efeknya, target akan hancur hingga ke bagian subatomnya. Gila ya?

Terakhir (walaupun sebenernya masih ada lagi, kayaknya) Tau Cannon.

Tau Cannon

Tau itu… kebalikan dari gak tau, ancur garing! adalah partikel yang disebut lepton; sama seperti elektron, yang merupakan partikel yang berinteraksi dengan lemah dengan partikel lain. Dalam “keluarga” partikel lepton, ada elektron, muon, tau, dan neutrino. Kecuali neutrino, semuanya bisa berinteraksi dengan nukleon. Kita pastinya udah tau elektron lah ya. Muon bisa dikenal sebagai “elektron berat” karena massa nya yang lebih berat (elektron 0,51 MeV, muon 105 MeV), tapi muon tidak terlalu stabil karena hanya bisa bertahan selama 2,2 mikrodetik. Tau adalah partikel yang lebih besar lagi dengan massa 1776 MeV tapi hidup jauh lebih singkat lagi yaitu cuma 30 picodetik (3×10^-13 detik).

Sebenarnya cukup ambigu konsep senjata ini. Di sisi lain, Tau Cannon ini disebut Gauss Gun. Dua hal yang sangat berbeda. Di game disebutkan keduanya melontarkan partikel berkecepatan tinggi bermuatan negatif. Gauss gun di dunia nyata juga sebagai coil gun atau pistol kumparan yang memanfaatkan medan magnet untuk melontarkan projektil dengan kecepatan tinggi. Memang sih, bisa aja di sini projektilnya berupa partikel tau. Cuma sebagai senjata, apa benar konsepnya? Berbeda dengan Gluon Gun di atas yang menurut saya bisa aja benar, kasus senjata ini agak membingungkan. Yang sekarang saya sorot ada 3 konsep:

  1. Partikel yang jauh lebih berat daripada elektron, mungkin dengan ini dianggap efeknya lebih parah dari elektron.
  2. Konsep sama seperti Plasma Rifle yang melontarkan elektron yang bebas, berakibat besar dan buruk jika ditembak ke alat elektronik karena energi ionisasi di dalamnya sangat merusak peralatan ini.
  3. Konsep melesatkan partikel ke kecepatan tinggi yang mungkin dianggap bisa menghancurkan target dalam skala partikel.

Sekarang kita bahas.

Konsep 1 dan 2. Mungkin bisa aja sih kalo tau bisa “hidup” lebih lama. Karena umur paruhnya yang pendek, dia ga bakal bisa selamat begitu dilontarkan (gimana kalo dipercepat? kita bahas di konsep 3). Partikel2 lepton ini bisa menggantikan elektron dan membentuk atom eksotis seperti partikel muon yang bisa membentuk partikel muonik. Partikel muon diduga berguna untuk kita dalam perancangan fusi nuklir dalam suhu yang lebih dingin (cold fusion). Karena massa muon yang besar, maka ketika mengorbit nukleon akan berjarak lebih kecil daripada elektron. Sehingga energi untuk memadukan dua partikel akan bisa terjadi pada suhu yang mendekati suhu ruang ketimbang fusi nuklir biasa yang harus dalam suhu ribuan hingga jutaan derajat Celsius (kita tau, reaksi fusi di matahari terjadi pada suhu yang mencapai 15 juta derajat Celsius) untuk membuat elektron terionisasi. Di sisi lain, ilmuwan memperkirakan bisa saja terbentuk partikel tauonik dan membuat reaksi fusi berada di suhu yang lebih rendah lagi. Tetapi sayang umur partikel ini sangat cepat. Soal apakah partikel tau ini bisa merusak? Saya belum tahu.

Muonic Fusion

Ilustrasi fusi muonik. Gaya tolak akibat elektron yang besar bisa diperkecil ketika digantikan dengan muon.

Konsep 3. Ini mungkin sama kasusnya dengan pertanyaan apakah berdiri di tengah akselerator-penumbuk partikel seperti yang ada di CERN dan Fermilab mematikan? Jawabannya iya, tetapi akibat radiasi energi, bukan karena partikel. Partikel kecil yang terakselerasi akan melewati tubuh kita, sementara radiasi akan berdampak ke sebagian jaringan kita. Jujur saya belum bisa menjelaskan lebih jauh lagi karena saya belum tahu apa yang terjadi jika “elektron raksasa” ini dilontarkan ke target, karena pastinya yang terlontar akan dalam jumlah banyak ketimbang sedikit seperti di CERN atau Fermilab.

Untuk artikel ini, saya hanya memberikan sedikit petunjuk untuk pembaca mencarinya lebih jauh lagi. 🙂

Kata kunci penting: gluon, tau particle, muon, electron, zero-point energy

Sumber:

Konsep Cold fusion

Apakah yang terjadi jika kita berdiri di tengah penumbuk partikel berkecepatan tinggi?

Gluon Gun

ZPEFM

Tau Cannon

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead dear Beloved, ping-pong Me as You please..

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

Gesti Saraswati

A Personal Blog of Gesti Saraswati

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life