Skip navigation

Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang gak pernah sama karena selalu berubah, khususnya ilmu biologi. Pada dasarnya pemahaman dari ilmu biologi akan mengantarkan kita pada konsep penciptaan dan pengertian atas kehidupan. Berkembang dari filsafat atas kehidupan, lahirnya ilmu pertanian, ilmu kedokteran, hingga bioteknologi muncul sebagai cabang ilmu baru. Bermain2 dengan rancang bangun kehidupan sekarang mungkin sudah menjadi hal yang lumrah, baik secara teoritis dan hipotetikal hingga aplikatif.

Sebelumnya saya pernah membuat artikel tentang suatu ilmu yang saya sendiri sebut sebagai xenobiologi pada tahun 2013. Di sana saya menyebutkan bahwa xenobiologi adalah bagian ilmu biologi yang membahas makhluk asing dengan penjabaran yang kita ketahui. Namun, seiring waktu berjalan dan meski cuma dalam 1 tahun, definisi itu berubah.

Semenjak konferensi ilmiah xenobiologi (XB1) di Genoa pada Mei 2014 ini, xenobiologi memiliki 2 makna:

  1. Xenobiologi dalam konteks biologi spekulasi yang menjadi preferensi awal saya, secara definisi saya kembangkan menjadi ilmu yang menjelaskan fenomena biologi yang ada pada organisme asing (alien) secara spekulatif menggunakan biologi atau bidang keilmuan yang sudah ada, atau dalam konteks pembahasan pengandaian atau patafisika (dekonstruksi alien).
  2. Xenobiologi dalam konteks biologi sintetik seperti yang ada di konferensi di Genoa itu atau saya prefer sebagai xenobioteknologi, adalah sebuah ilmu bagian dari bioteknologi yang merupakan pengembangan dari biologi sintetik. Dikemukakan oleh Markus Schmidt (2010) bahwa xenobiologi ini dianggap sebagai alat pengaman dan membuka peluang sebagai kanvas baru dalam kreasi sistem hidup baru yang benar2 baru dari nol. Arti keseluruhan: Ilmu yang membahas penerapan bioteknologi untuk membuat kehidupan yang benar2 baru dan sesuai rancangan yang kita buat, serta tidak bersinggungan dengan sistem hidup yang ada di bumi sebelumnya (alienisasi kreasi).

Xenobiologi dalam konsep pertama memang cenderung menerawang, pendekatan biologi yang diketahui (biology on life as we know it) dan pendekatan artistik memang perlu. Karena akar dari ide ini memang menjawab bagaimana alien yang digambarkan itu berfungsi dengan cara paling logis yang bisa diterima. Misal yang satu ini:

anatomica_draconis_by_katepfeilschiefter-d4i7aq5

Anatomi naga oleh Kate Pfeilschiefter.

Kita jelas tahu bahwa naga itu ga ada atau seenggaknya belum terbukti ada. Tapi kita bisa menggambarkannya dengan apa yang kita ketahui. Contoh lain:

Screen Shot 2014-10-17 at 8.53.45 AM

Anatomi Charmender (Pokemon), gambar dari Bustedtees.

Charmender dijelaskan dengan bagaimana ada organ penghasil api di tubuhnya dan segala komponen penyokong ignisi dari api.

Feeds_on_Sound_by_nJoo

Hewan pemakan suara oleh Andrew Hou.

Kali ini yang ditawarkan adalah konsep ilmiah. Makhluk di atas digambarkan sebagai makhluk yang memproses getaran suara menjadi sumber energinya (audioautotrof/kinetoautotrof). Disebutkan bahwa membran di antara lingkaran di sekitar tubuhnya menangkap getaran dan menjadikannya energi. Kemungkinannya adalah getaran itu diproses menjadi aliran energi.

Sebenarnya masih banyak contoh lain, lainnya adalah bagaimana penggambaran evolusi masa mendatang.

Sementara xenobiologi dari poin kedua digambarkan sebagai konsep pembuatan alien secara sintetik.

Screen Shot 2014-10-16 at 10.36.00 PM

Penjabaran xenobiologi oleh Schmidt (2010).

Schmidt menggambarkan bahwa xenobiologi ini menggabungkan konsep exobiologi (tepatnya di sini astrobiologi) yang membahas kemungkinan komponen biokimia penyusun kehidupan yang tidak umum, sistem kimia, asal usul pembentuk makhluk hidup, dan biologi sintetik yang sedang berkembang. Xenobiologi ini memberikan peluang untuk kita mendesain keseluruhan sistem organisme dari nol, pada kanvas yang kosong.

Tabel: Penyusun Nukleotida Alternatif (Schmidt, 2010)

Screen Shot 2014-10-16 at 10.36.40 PM

Screen Shot 2014-10-16 at 10.36.24 PM

Contoh rangka gula menggunakan treosa dan heksosa (Schmidt, 2010)

Kita memiliki DNA dan RNA yang memiliki komponen gula dasar deoksiribosa dan ribosa. DNA berguna sebagai penyimpan blueprint makhluk hidup. RNA sebagai molekul perantara yang membawa kode blueprint DNA untuk mengkode protein spesifik di ribosom untuk pembuatan protein. Penggunaan heksosa dalam HNA dan treosa dalam TNA akan membuat blueprint jenis baru atau disebut asam nukleat asing (XNA) di mana XNA akan menjadi “tak tampak” dalam sistem normal DNA-RNA. Sehingga “kreasi” menggunakan XNA dan sebagainya akan menjadi bebas untuk kita merancang sistem baru. Penyalinan dari DNA ke sistem baru XNA bisa diprediksi menjadi:

Screen Shot 2014-10-16 at 10.37.11 PM

(Schmidt, 2010)

Diagram A hingga H adalah 2 skema dalam penyalinan atau penggunaan XNA. A adalah sistem yang kita ketahui dengan B adalah XNA yang tidak berguna di sistem natural. Penggunaan rekayasa protein untuk membuat XNA replikase pada C membuat XNA mampu mereplikasi diri dengan XNTP (Xeno Nucleotida Tri Fosfat). Dari sistem C, kita bisa membuat sistem D di mana XNA bisa ditranskripsikan menjadi RNA sehingga pada E XNA akan menjadi sistem sintetik dalam ekspresi gen yang kemudian pada F kita mengeliminasi sistem natural (DNA) sehingga segala blueprint berasal dari XNA. Opsi lain adalah dari C ke sistem G di mana diciptakan molekul transkripsi analog RNA yang disebut X2NA dan sebagai analog dari ribosom dalam sintesis protein diciptakan xenosom sehingga pada H kita bisa melihat sistem yang benar2 baru.

Selama 4,5 miliar tahun, kehidupan di bumi sudah berkembang dan berevolusi dari nol ke kompleksitas maksimum. Dengan xenobiologi yang diusulkan Markus Schmidt ini, kita bisa dengan kata lain menciptakan “tunas baru” dari pohon kehidupan.

Screen Shot 2014-10-16 at 10.37.27 PM

“Pohon baru” dunia XNA (Schmidt, 2010)

Kita belum tahu dunia seperti apa yang akan tercipta dengan alien sintetik ini. Yang jelas, disebutkan juga bahwa perlu diciptakan sistem kendali untuk mencegah “bocornya” sistem sintetik ini ke sistem natural yang berisiko kerusakan sistem. Tapi yang jelas, lahirnya xenobiologi arti kedua ini memungkinkan para peneliti melepaskan ide gilanya dengan lebih bebas dengan kanvas baru sesuai banyaknya jenis XNA yang dibuat.

Secara filosofi, saya berpikir… manusia adalah makhluk yang menemukan hal asing dan menjadikannya hal biasa dan juga makhluk yang mengubah hal biasa menjadi hal baru yang cenderung asing.

Memang, dalam sains… kita tak akan lepas dari aspek estetika dan juga etika.

-AW-

Referensi:

Schmidt, M. (2010). Xenobiology: a new form of life as the ultimate biosafety tool. Bioessays 32(4): 322-331.

Iklan

2 Comments

  1. Saya sudah baca tulisan anda secara keseluruhan. Mulai dari definisi XB, penafsiran soal alien dengan ilmu yang ada, sampai pada penemuan bentuk baru dari penyandi genetik (XNA) yang memungkinkan para ilmuwan membuat organisme sintetik, berbeda dengan organisme yang ada tentunya.

    Manusia juga ingin menembus batas rasa ingin tahu, “Disana ada apa?” seperti ketika kecil anak-anak merasa penasaran dengan apa yang ada di kolong tempat tidur. Setelah tahu bahwa tidak ada apa-apa di kolong tempat tidur, besoknya anak itu masih ingin tahu juga (karena dari cerita temannya disana ada monster), padahal sudah dilihat malam sebelumnya bahwa disana tidak ada apa-apa. Atau “Bagaimana kalau kita meletakkan ini disini dan kita menggeser itu kesana?”, atau “Bagaimana kalau es krim dicampur dengan kecap, saus, dan ditaburi dengan permen warna warni”.

    Saya juga pernah ingin tahu soal “Diluar galaksi sana ada apa? Kalau kita teruskan lagi ada apa, kalau terus lagi, lagi, lagi dan lagi ada apa? Sampai mana batasnya?” sehingga saya tidak boleh menanyakan itu oleh guru Geografi saya ketika SMA.

    Menurut anda, apa capaian tertinggi yang ingin diwujudkan oleh manusia sebagai makhluk pintar di Bumi? Apa yang paling ingin diungkap oleh manusia?

    • “Sejauh apa kekuatan fisik dan rohani (filosofis, pemikiran, ilmu, dan ide) seorang manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Bisa untuk bisa mendekati kekuatan Tuhannya?”

      Ada batas tak terhancurkan antara ciptaan dan Pencipta yang ketika melebih batas itu sang ciptaan akan hancur. Saya pernah baca tulisan ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan mi’raj ke langit, titik pertemuan beliau dan Allah SAW adalah di pohon bidara di atas langit ke-7 yang disebut Sidratul Muntaha. Sebelum batas itu, Malaikat Jibril pun ga bisa naik lagi atau bakal hancur oleh energi maha dahsyat, padahal malaikat sendiri tercipta dari cahaya yang merupakan energi. Tapi Nabi Muhammad SAW pun bisa tiba di Sidratul Muntaha dan menemui Allah SAW dalam wujud cahaya. Titik di atas langit ketujuh itu adalah batas ciptaan dan Pencipta artinya. Tapi apa yang ada di “dunia” langit ke-7 itu? Kosong? Energi ilahiah murni? Atau apa? Kita ga tau, hanya Sang Pencipta sendiri yang tahu. Tapi Rasulullah SAW pun di sana datang sebagai manusia yang berbicara sebagai manusia. Bukan manusia yang haus kekuatan, karena kalau iya… siapapun itu mungkin akan hancur.

      Intinya lagi, antara batas manusia dan batas teratas tadi itu ada apa? Itulah yang manusia inginkan. Batas antara nol dan tak hingga. Batas sebelum entitas fana hancur oleh energi yang tanpa batas. Itu mungkin bukti bahwa manusia, theis atau atheis ingin mencari Tuhannya yang absolut


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: