Skip navigation

Hmmm… saya lagi mau berbagi cerita yang cukup panjang. Semua berawal dari kegalauan pikiran dan perasaan dari Agustus hingga awal September lalu. Saya cerita ke kiri-kanan, saya ngobrol dengan teman2 saya, dan akhirnya saya pun menyadari bahwa di atas kesedihan hidup, pasti ada hal2 kebahagiaan yang belum terkuak. Awal Cerita (Yogyakarta – September 2014) Semua berawal dari rasa keingintahuan dan rencana yang sudah saya susun dari Agustus sebagai pelampiasan diri waktu itu. Saya mengontak akun Yogyakarta Culinary Community, dan via adik kelas saya, Putri, saya pun juga mendapatkan info bahwa ada komunitas biologi sintetika di UGM, tempat saya kuliah saat ini. “Tunggu… sebenarnya galau kenapa Dit?” mungkin itu pertanyaan pertama. Saya akan sedikit jujur… soal hasil penelitian tesis yang acakadut, masalah sedikit soal percintaan, dan rasa suntuk di mana saya ga tau mau apa lagi saat itu. Akumulasi… Berusaha pelan2 untuk mengikuti kata teman saya, Inez, buat ikut komunitas buat mencari energi positif, akhirnya saya melakukan kontak seperti yang saya sebutkan di paragraf pertama, dan menyusun Protokol PROMETHEUS untuk misi ketika join tim Synthetic Biology UGM atau SynBio UGM. Apa sih rencana2 saat itu? Untuk Yogya Culinary Community:

  1. Mencari link ke restoran dan chef di Yogya
  2. Mencari link ke media di Yogya
  3. Mencari naungan untuk bidang blog makanan
  4. Mencari sponsor buat wisata kuliner
  5. Mencari teman2 sebidang dalam hal kuliner dan blog makanan

…dan Protokol PROMETHEUS. Singkatnya, Prometheus adalah dewa (dalam hal ini adalah titan) dalam legenda Yunani yang memberikan api pengetahuan dari para dewa kepada manusia walau pada akhirnya dia dihukum dan disiksa dalam keabadian untuk itu. Misi besar ini adalah mempelajari dan konversi ilmu yang saya dapatkan dari Bandung waktu itu, terima kasih Pak Indra (Dr. Indra Wibowo) dan Khrisna, untuk saya bawa ke teman2 di Yogya. Kenapa konversi? Kebutuhan komunitas itu beda… Menyadari bahwa saya mendapatkan “api” ilmu biologi sintetika dan biologi molekuler di ITB, saya merasa ingin membagikannya ke teman2 di UGM yang baru saja mau mendirikan komunitasnya (sementara di ITB sudah sangat jauh). Melakukan ini, saya menyadari bahwa semua itu memang ada alasannya… dan mungkin ini adalah takdir saya untuk ke Yogya yang saya tak sadari. Setelah beberapa lama… saya pun dikontak Mas Brian dan ternyata komunitas kuliner akan mengadakan kumpul2. Awalnya saya pikir bakal rame… ternyata di Yogya memang baru sedikit. Akhirnya untuk pertama kalinya, gathering komunitas itupun dilakukan di Dixie, Yogya pada tanggal 14 September lalu. Di sana, saya ketemu Mbak Rina dengan blog nya yang legendaris di Yogya, Lala yang SANGAT EKSPRESIF, Mas Adhi yang kalem, dan Mas Brian sendiri (yang diem2 garing parah). Alhamdulillah, kami dapat makan dengan voucher Rp 300.000,00 untuk ber-5! Kemudian kami ikut lomba blog di Cupuwatu Resto pada tanggal 21 September! Ga ada yang menang dari kami… tapi ya sudahlah. Di sana, kami ketemu anggota baru di komunitas, si cantik meganekko Clara yang menjadi idola di grup WA kami (ini semua gara2 Mas Brian), dan Mbak Ratna yang sangat nomaden.

IMG_9175

Dari kiri: Lala, saya, Clara, (atas) Mas Adhi, (bawah) Mbak Ratna, dan Mas Brian

Saat lomba… saya adalah penulis paling eksentrik…

IMG_9172

Ini pas lomba… yang super ngebingungin itu…

Kenapa saya eksentrik?? Karena sebenarnya kami per orang peserta hanya mendapatkan 1 makanan dan minuman saja. Namun buat saya, yang namanya review restoran itu… mana bisa kalo cuma makan 1 jenis dan ga nyoba kiri kanan?? Yak, saya akui, itu lomba teraneh yang pernah saya ikuti. Saya waktu itu memesan Malon BBQ dan Es Pelangi, kiri saya Lala memesan Malon Peking dan Es Campur Tape Ijo, kanan saya Clara  memesan Malon Bumbu Kuning dan Es Campur. Apa ntah saya memang ga bisa diem, saya pun jalan2 dan liat. Alhasil saya dapet sepiring nasi kebuli yang uenak… dan nyomotin 1 kaki Malon Halilintar ini…

IMG_9171

Kaki kanannya (dari arah sini) ilang!

Ah lupa… Malon atau Manuk Londo ini adalah burung puyuh impor dari Perancis yang disajikan di Cupuwatu. Pulang2 dari lomba, kami benar2 kelelahan (walau saya sempat internetan bentar di kampus). Kondisi under pressure, makan, dan nulis dalam waktu dengan konten yang diarahkan membuat saya kelelahan fisik dan pikiran. Normalnya, nulis 3 artikel pun bukan masalah buat saya, orang saya aja nulis 5 artikel buat majalah ShoppingMagz aja dulu cuek kok dalam 2-4 jam. Ini… cuma 1 artikel, saya udah lemes.

Di sisi lain, secara paralel… saya dan Putri akhirnya bertemu Nuha, anak biologi UGM 2010. Pertama kali ketemu, aura anak ini sangat berwibawa. Gak heran, secara reflek saya memanggilnya dengan prefiks, “Mas” ketika ketemu. Di Perpustakaan Pusat UGM, Nuha menjelaskan bahwa SynBio UGM sudah bertemu beberapa ahli dan kita mendapat arahan dalam hal DIY BIO (Do It Yourself Biology) yang memungkinkan kita membuat alat2 lab dengan murah dan mudah dan ga harus beli jutaan rupiah di toko lab, tapi bisa jauh lebih murah dengan rakitan sendiri dan komponen seadanya. Cuma kalimat saya untuk mereka, adalah biologi sintetika adalah konsep bioinformatika dan biologi molekuler, kita harus punya proyek terkait spesimen biologis karena kita bukan penjual alat2. 4 hari setelahnya, saya ketemu Sanka, anak bio UGM 2010 juga… cuma aura anak ini asik dan (kayaknya) agak urakan. Jadi… (sori San), dari awal saya manggil langsung nama… TAPI… setelah itu Nuha pun jadi saya panggil tanpa prefiks. Dengan kumpul sama Sanka, Ayu (bio UGM 11), Jaler dan Sahal (SI UGM 13), kita jadi tahu bahwa akan ada 2 ilmuwan luar yang akan mengunjungi kita nantinya di akhir tahun: Prof. Dr. Parvez Alam dari Finlandia yang ahli biomimetika, dan Dr. John Cumbers dari NASA yang pernah memegang iGEM. Hmmm… nampaknya saya perlu bertemu orang2 ini! Ah ya! Saya pun akhirnya menetapkan untuk ikut acara seminar di Malang yang diselenggarakan Universitas Brawijaya, terkait biologi sintetika dan juga pelatihan bioinformatika.

Di lain momen juga, berhubung saya sudah tidak ada kuliah (murni tinggal penelitian tesis dan seminar), saya pun dengan isengnya ikut kelas (sit in, tanpa absen dan daftar di KRS) di Fakultas Kehutanan UGM, yaitu kelas Silvikultur (Kelas V) dan saya pun bertemu seseorang bernama Ikhsan yang ternyata alumni Adik Irma Tebet, Jakarta dan teman sekelas sepupu saya, Anggit. Dunia memang sempit saudara2. Di kelas ini saya belajar bahwa di balik penebangan kayu, prosedur legal dan penanaman itu sangat panjang! Sekarang saya tau kalau penebangan ilegal itu separah apa dampaknya. Saya juga ikut kuliah Propagasi Vegetatif di fakultas yang sama. Saya jadi belajar proses dibalik stek, cangkok, dan semacamnya secara fisiologis. Keisengan saya belum selesai! Saya ikut sit in di Fakultas Filsafat UGM dan mengambil Bioetika, kemudian Metafisika/Ontologi, dan terakhir Filsafat Bahasa. Bioetika… karena saya penasaran bioetika dari sisi filsafat etika itu seperti apa padahal saya biasanya belajar dari sisi ilmiahnya. Metafisika… membahas realitas dan keberadaan… ini cukup dalem… tapi terima kasih Prof. Joko Siswanto… kuliah ini jadi dinamis dan kocak! Filsafat Bahasa… karena saya ingin mempelajari semiotika. Keingintahuan saya soal Semiotika berakar dari guru saya Rizki sensei di Jakarta. Ilmu mengenai pemahaman simbol dan tanda ini kemudian saya pelajari dengan ikut kelas di Fakultas Ilmu dan Bahasa UGM, kelas S2 Semiotika sebagai tambahan yang saya pelajari di Filsafat. Kelas itu… cukup berhasil membuat saya pusing melihat perombakan puisi Sapardi Djoko Damono… dekonstruksi untuk melihat deiksi (penunjuk subjek), tempat, ruangan, dll yang bahkan memakan waktu 2 jam sendiri. Untung di kelas itu ada 2 cewek hot (ampas lu Dit!)… yah seenggaknya ada pemandangan. Tapi dari tanggal 25, saya bakal menghilang untuk sebulan dari UGM demi misi ke Malang, Surabaya, Jakarta, dan Bandung!

Kisah Persahabatan dan Pengetahuan Yang Abstrak di Malang (26-28 September 2014)

Pagi tanggal 26, saya sudah tiba di Stasiun Lempuyangan dari jam 7:20 WIB untuk menunggu Sanka dan Ayu… kami bertiga yang berangkat duluan saat itu sementara yang lain ada kuliah dan praktikum sampai sore, baru menyusul. Sanka baru dateng jam 8 waktu itu. Serius… waktu itu adalah pertama kalinya saya naik kereta kelas Ekonomi. Jam 8:40 WIB, kami naik kereta Logawa ke Surabaya. Saya sebelahan tapi bersebrangan ama lorong sama Sanka, kanan saya ada Dira anak Arsitek UII 2010, seberang saya ada seorang ibu dan anaknya. Ayu ada di kursi lain karena ia memesan tiket sendiri. Sepanjang jalan, saya cerita kepada Sanka, Dira… yang mau mendaki Gunung Bromo (sehingga tujuan kita juga sama, ke Malang setelah transit di Stasiun Gubeng, Surabaya), dan ibu2 yang ceritanya SANGAT SANGAR! Gimana ngga? Ibu ini pernah merasakan tinggal di area konflik Timor Timur (sekarang Timor Leste), nyaris mati kena tembak gara2 pistol dipegang bocah, punya kemampuan pre-kognisi dan tau tanda2 kematian orang lain, pernah sendirian menghadapi preman demi nolong anaknya dan berhasil, ngelobi orang di atas perahu sehingga dapat tempat tidur, dan juga cerita soal anak2nya. Anak pertamanya perempuan… feminin dan pemalu, anak keduanya juga perempuan… tapi tomboy… dan anak ketiga nya adalah laki2… yang ternyata anak angkat, yang waktu itu ikut ke Jombang.

Sesampainya di Surabaya jam 14:45 WIB … kami langsung memesan tiket ke Malang. Ternyata, kami harus menunggu sampai jam setengah 7. Bingung, akhirnya kami makan di warung. Saya memesan ayam goreng tanpa nasi dan segelas soda gembira yang ternyata porsinya sangat gembira (gede). Ngobrol2 sampai jam setengah 5, kami pun ngemper di depan lobi stasiun. Dira dan para pendaki gunung pun ikut menunggu bersama kami. Alhamdulillah sore itu, dikasih roti sama teman dan senior Sanka waktu itu.

IMG_9219

Trio Leo SynBio UGM… nangkring di depan stasiun.

Jam 6, saya berpindah ke ruang tunggu karena akhirnya kami boleh masuk. Saya pun mendapat kabar dari Pak Indra bahwa Pak Sony (Dr. Sony Suhandono… legenda genetika dan biologi molekuler ITB yang membuat edible vaccine, vaksin hepatitis di pisang sehingga dengan cuma makan pisang, kita bebas hepatitis) akan ikut ke Malang. Wiiiii…

Akhirnya sore itu jam 18:40 WIB dengan kereta Penataran Ekspress, kami bertiga lanjut ke Malang dengan biaya Rp 25.000,00. Di Malang, kami tiba jam 21:30 WIB. Ayu dijemput saudaranya, sementara saya dan Sanka dijemput ketua dari SynBio UB/iGEM UB bernama Wira dan seorang panitia lain gadis manis berkerudung bernama Nira. Gak lama kemudian dan setelah ngobrol2 di jalan di atas motor bersama Wira… sambil menikmati sejuknya malam kota Malang dan indahnya taman Malang di bawah sorotan lampu jalanan yang berwarna kuning itu, kami tiba di penginapan KOSABRA.

Gak lama abis itu…

Saya (AW): San, makan lah yuk!

Sanka (IS): Yuk lah mas… ke mana tapi?

AW: Jalan aja dulu, ntar nemu…

(beberapa saat kemudian)

AW: Sepi amat ya… ini jalan raya kosong banget…

IS: Setauku Malang itu udah sepi dari jam 8an, mas

(ketemu kafe di kejauhan, ga jauh dari jalan keluar kompleks tempat penginapan)

AW: San, kayaknya asik tuh buat di blog saya… ke sana ga?

IS: Ayo aja lah mas!

Alhasil, saya dan Sanka makan malam ke restoran The Amsterdam. Suasananya rada ajaib. Para pelayan yang kayaknya mulai ngantuk gara2 pas saya nanya agak2 ga nyambung, lagu disko, dan cuma ada beberapa orang di sana… biar gitu, restoran itu sangat cozy dan enak buat duduk2. Ikut rekomendasi, akhirnya saya memesan Cheese Burger dan Sanka memesan Nasi Goreng Amsterdam… yang saya juga cicipi buat saya tulis di blog karena saya bertekat untuk mendapatkan tulisan dari kunjungan2 ini.

The Amsterdam - Cheese Burger

Inilah burger saya…

Puas makan (review ada di blog saya ya), kami pun pulang ke penginapan. Sampe malem, saya ngeracunin si Sanka sama video PewDiePie sama hal2 random apapun yang ada di laptop saya, tapi juga termasuk seminar XB di Genoa 2014 (XB: Xenobiology). Lewat jam 1 dini hari, saya baru ngantuk.

Esok paginya…

AW: San, anak2 yang lain udah pada nyampe?

IS: Mereka nyampe jam 4, lanjut mandi di stasiun…

AW: Gile…

Lagi, dijemput Wira dan Nira (wah berima)… kami pergi ke Universitas Brawijaya jurusan Biologi, tapi saya mampir ke toko dulu buat beli tiket kereta Penataran Ekspress buat besok. Si mbak2 yang melayani beli tiket itu… manis *plak*. Oke… tapi jujur, mata saya seger banget di Malang… pemandangannya bagus dengan penataan taman yang sangat bagus dan ga ada macet, dan “pemandangan” lainnya… sumpah… bening2… *oke stop*

Akhirnya kami ngumpul di UB dan khususnya Nuha lagi sibuk mempersiapkan presentasi pihak UGM. Setelah registrasi dan bayar (dan beli kaos), kami pun masuk ruangan…

IMG_9247

Dari kiri: Sanka, Nuha, Amel (Ghifi ketutupan), saya, dan Jaler. Mau seminar… narsis sikit dulu lah!

Seminar biologi sintetika pagi itu diisi oleh Pak Rifa’i (Muhaimin Rifa’i, S.Si, Ph.D.Med.Sc), dosen UB lulusan Meidai (Nagoya University) ini menjelaskan tentang biomedika khususnya tentang regulasi dari sel T-regulator yang bisa berguna untuk macam2 hal khususnya transplantasi karena sifatnya yang menekan pembelahan sel dan ini berpeluang untuk diamati lebih lanjut. Jeda, kemudian Pak Widodo (Widodo, Ph.D.Med.Sc) dosen UB lulusan S1 UB, S2 ITB, dan S3 Tsukuba University yang sempat berdiskusi singkat dengan saya mengenai peluang biologi sintetika tanaman. Beliau sangat luwes dalam menjelaskan definisi biologi sintetika yang menyangkut sistem biologis dan perbandingannya dengan rekayasa genetika yang ga lebih dari konsep rekayasa pada gen. Selesai itu, pihak SynBio ITB menjelaskan sistem deteksi aflatoksin dari Aspergilus niger pada kedelai yang menggunakan rekayasa pada bakteri Escherichia coli. Saya… ga bisa berkata apa2 melihat kemajuan penelitian mereka… fix, saya harus bertemu Pak Indra nanti di Bandung buat nyari ide dan diskusi! Terus, dilanjutkan dengan penjelasan Nuha soal DIY BIO, progress SynBio UB oleh Wira, dan video SynBio UI.

IMG_9257

Nuha sedang presentasi.

Abis itu? Sesi narsis…

IMG_9259

Saya dan teteh2 cantik dari S2 ITB…

IMG_9260

Sesi foto abis seminar yang formal…

IMG_9262

…dan yang gak formalnya…

Keluar seminar, kami makan siang dan menyempatkan diskusi dengan pihak SynBio UB dan ITB mengenai apa aja yang diperlukan. Ya… ternyata yang diperlukan adalah memang proyek dan publikasi sebelum selanjutnya kita lanjut ke fase yang lebih tinggi.

Abis diskusi, kita memutuskan buat jalan2…

IMG_9269

…dan narsis lagi!

SynBio UGM dan UB akhirnya memilih buat jalan2 (yang ITB balik, kayaknya mereka dapat tugas tambahan dari Pak Sony). Saya pun mengikuti ide Nira buat makan ke Burger Buto! Kami semua jalan keluar kampus (dan saya menikmati liat2 “pemandangan” di dalam kampus UB… dan pemandangan beneran di mana saya suka taman di kampus UB dan gedung2nya yang desainnya modern itu) dan kita lanjut naik angkot. Sejak momen ini… persepsi saya ke Nuha dan Sanka yang tadinya kalem dan berwibawa… Jaler, Ghifi, dan Sahal yang kalem dan senyum2 doang… Amel yang juga agak jaim… berubah total… bukan karena makanan… tapi karena…

Screen Shot 2014-10-01 at 3.55.47 PM

…minuman abstrak ini!!

10346516_10202874011517383_1422153747164465528_n

JREEEEENGG! *tulisan ini ga disponsori oleh Creso ataupun Burger Buto*

Dari kiri ke kanan: Sahal, Jaler, saya, Ghifi, Nuha, Sanka, (saya lupa namanya), Nira, Amel… dan yang motret, Putri.

Makan burger berukuran abnormal di Burger Buto (ada di blog saya lho), cerita Nuha sama Sanka tentang film Idiocracy, dan minum Creso yang berdampak ngakak tanpa alasan jelas (tanya Ghifi), ngebuat saya nyaris keram perut sore itu. Setelah puas makan, kita… beli Creso lagi dan nyegat angkot buat di-carter untuk nganterin Amel dan Putri ke kosan Nira, dan lanjut ke penginapan.

Malam itu, saya, Nuha, Sanka, Jaler, Ghifi, Sahal, dan Azza (anak bio UB) terkontaminasi otaknya gara2 nonton film Idiocracy. Setelah diusir mas2 penjaga buat nonton selanjutnya di kamar dan Azza akhirnya pulang… dan sampe film akhirnya abis, saya pun lanjut cerita2 sama Sahal dan Jaler sampe malem sebelum akhirnya pindah ke kamar… di mana Ghifi udah tepar. Gak lama, Sanka dateng dan juga tepar… saya menyusul sejam kemudian… jam 22:00 WIB waktu itu kalo ga salah.

Besoknya, kami datang ke workshop bioinformatika. Pagi itu kami makan di warung KOSABRA setelah check out dari penginapan.

IMG_9304

Makan pagi…

IMG_9306

“Mie Ayam Jamur” versi warung KOSABRA… bahkan saya bingung jamurnya di mana.

Saya ke UB bareng Wira karena saya harus nuker tiket pulang sementara yang lain naik angkot. Makasih yak temen2 yang bawa koper saya! Selanjutnya di UB… lab bioinformatika… kami belajar menggunakan aplikasi Pymol, Hex, dan Chimera untuk melihat konformasi protein dan interaksinya dengan zat2 tertentu.

IMG_9309

Mas Rizky sedang mengarahkan workshop.

Konyolnya, aplikasi itu agak memakan memori dan di komputer meja saya… aplikasinya crash. Akhirnya saya nengok punya Sanka dan Sahal aja. Setelah beres (jam 10:30 WIB), kami makan saya ketemu seseorang dari biologi ITS bernama Misbah yang tertarik soal biologi sintetika tapi di ITS belum ada. Namun diskusi kita terpotong akibat obrolan Creso sama Jaler, dkk. Abis itu, kami sholat dan satu persatu kami berpisah.

IMG_9313

Narsis lagi…

Nuha sama Sanka nunggu di lab karena mereka pulang sore naik bus, Putri diantar Nira ke terminal untuk pulang lebih awal, Amel, Sahal, Jaler, dan Ghifi naik kereta langsung ke Yogya. Saya pun diantar Wira ke stasiun… ngeliat jalan, saya rasa saya bakal kangen Malang. Jam 15:40 WIB… akhirnya kereta Penataran Ekspress pun tiba menjemput. Di jalan… saya duduk sendiri dan di seberang bangku ada 3 orang. Mengusir kejenuhan, saya mendengarkan lagu sambil melihat matahari terbenam di ufuk barat di langit biru yang cerah dan cakrawala yang terlihat jelas.

IMG_9319

Sore hari di Penataran Ekspress.

Menulis Ulang Masa lalu (Surabaya 28-30 Oktober 2014)

Setibanya di Stasiun Gubeng Surabaya, saya dijemput Pak Taqim. Beliau adalah juru mudi yang setia kerja di perusahaan tempat bapak saya kerja, Unilever, bahkan dari ketika dulu saya masih tinggal di Surabaya kelas 6 SD. Di perjalanan, saya pun mampir di toko yang sama ketika saya kelas 7-8 (1-2 SMP) suka mampir, Papaya di Margorejo buat beli kroket, onigiri, dan roti tuna. Abis itu mampir ke Togamas buat nayri buku Bioetika… hasilnya nihil dan saya langsung melanjutkan perjalanan. Saya malam itu menginap di kediaman Mbak Susi (saya manggilnya tante sih), beliau sangat baik dan mengenalkan ke 2 orang anaknya, Eka dan Iko. Eka saat ini sekolah… kelas 12 (3 SMU) IPS dan mau mengambil kuliah di jurusan Psikologi. Iko, adiknya adalah bocah yang sangat supel, ramah, dan jago main piano. Saya setelah disuguhi makan, saya menyeritakan banyak hal yang saya alami ketika kuliah untuk bekal Eka. Ketika waktu menunjukkan jam 21:30 (saya sampai di rumah jam 19:30, dan makan jam 20:00), saya masuk kamar, menyalakan AC, dan membuka laptop sebelum akhirnya tidur.

Esok harinya, Pak Taqim menjemput saya jam 9 pagi. Sejujurnya saya ga punya rencana apa2 di Surabaya karena sebenarnya saya hanya menunggu hari Selasa yang saya memesan di hari itu karena saya niat awalnya mengejar harga tiket pesawat lebih murah. Pagi itu… saya memutuskan untuk pergi ke sekolah SMP saya dulu… SMPN 13 Surabaya.

IMG_9336

Ini SMP saya lho dulu…

Saya ketemu Bu Ngateni (Wali kelas 7(1)F) yang dulu galak banget sama saya, terus Bu Endah (Wali kelas 8(2)B) yang sangat keibuan, dan Pak Har yang waktu itu menjabat wakil kepala sekolah… beliau kebapakan, tegas, tapi sangat ramah. Menariknya… sekolah di sini dikenai Rp 0 buat SPP!! Meski demikian guru2 ini bilang anak2 butuh motivasi lebih biar lebih rajin lagi. Setelah beberapa saat, saya jalan2 di lorong… saya inget jalan2 di sana beberapa belas tahun lalu sama sahabat2 saya Rino (bukan Rino yang di Jakarta), Alan, Bagus, dan Wahyu di sana.

IMG_9330

Lorong ini dulu ga sebagus ini…

IMG_9332

Pintu masuk kelas 8(2)B… dulu ga sekeren ini juga.

Penasaran… mereka ke mana ya sekarang?

AW: Pak… saya bingung… ke mana ya sahabat2 saya sekarang…

Pak Har: Kamu ke tata usaha aja, cek arsip angkatan kamu…

Akhirnya setelah mengecek nomer induk temen2 saya, saya pun dapet biodata tercatat mereka (dan juga beberapa cewek tercantik di kelas waktu itu… fufufufu) untuk saya potret dengan HP saya. Setelah itu… saya dengan Pak Taqim lanjut ke ITS. Awalnya saya mau ketemua Misbah, tapi ternyata saya lupa nyatat nomer kontak dia. Sampe sana, setelah dengan randomnya saya jalan2 ke depan HIMABIO ITS yang kosong, saya malah ngobrol2 sama 3 mahasiswa 2014 bernama Ika, Afif, dan Dicky. Mereka nampaknya tertarik dengan mikrobioteknologi. Saya pun cerita sekilas soal biologi sintetika, astrobiologi, dan… blog kuliner saya. Mereka malah jadi ngobrol soal makanan Korea. Hahaha… bzzz…

Dari sana, saya jajan ke Galaxy Mall. Saya makan di restoran rekomendasi Nadya (temen SD), di The Spaghetti’s dan makan makanan penutup di BlackBalls (keduanya segera di-review di blog). Abis itu, saya pergi ke 3 Togamas dan 1 toko buku Uranus. Buku Bioetika dan Metafisika itu nampaknya memang udah abis. Terus mampir toko, beli Creso, saya pun duduk2 di depan kompleks rumah Mbak Susi.

Langit biru…

10665797_10152746917087154_7129610180071647063_n

…dan Creso…

Baru saya neguk minuman ini… dengan randomnya saya dikontak orang India yang ngebaca blog saya. Saya cerita ke Sanka, dia langsung ngakak.

Malam itu, saya disuguhi Spaghetti Saus Ayam dan makan bareng Eka dan Iko, kedua ortu mereka belum pulang. Malam itu saya sempat mencari nama2 teman2 saya yang ada di database SMP tadi. Saya menemukan Rino… nampaknya akhirnya saat ini dia sudah kerja. Tapi ke mana yang lainnya? Setelah ngobrol soal fotografi sama Ichang dan soal bahan kimia pestisida sama Putri, saya tidur. Jam 20:00 WIB, saya terlalu capek… saya pun ketiduran sampai jam 2… dan lanjut sampai pagi

Hari terakhir di Surabaya, setelah sarapan dan sharing cerita sambil bilang kalo ada apa2 Eka atau Iko bisa bebas ngontak saya kapan aja, akhirnya saya pamit sama Mbak Susi dan diantar Pak Taqim ke Bandara Juanda. Setelah sampai di bandara, saya berpamitan sama Pak Taqim dan saya langsung masuk buat check in tiket saya di counter AirAsia. Bandara Juanda jauh berubah semenjak 2 tahun lalu, apalagi dari pas dulu pertama kali saya melihat pas masih tinggal di Surabaya.

PR saya di Jakarta adalah mempersiapkan materi kuliah biologi sintetika buat UGM dengan mengadaptasikan slide kuliah yang saya dapet di ITB (karena itu hak cipta Bu Maelita, Pak Sony, dan Pak Indra… akhirnya saya memutuskan buat versi baru yang bener2 saya tambahin materi terbaru untuk SynBio UGM), konsultasi ke Pak Indra, bertemu founder SynBio ITB Indra, Joko, dan Tonton di Bandung buat minta tips.

Setelah panggilan boarding penumpang pesawat penerbangan QZ-7693 dan tiket saya diperiksa petugas AirAsia yang cantik dan mukanya mirip Marzia (pacarnya Felix AKA PewDiePie), saya pun naik pesawat… dan dapat kursi nomor 30D nomor 2 dari belakang, dekat WC. Yah, sisi baiknya ini tempat mangkal pramugari… dan sebelah saya cuma 1 orang (tengahnya kosong). Sebelah saya… yah… cantik juga… cuma tampangnya agak angkuh. Ah sudahlah… saatnya liat peragaan keselamatan, dan saya pun pura2 jadi pilot di kursi saya sendiri…

Engine full thrust… 80 knots… Vee-one… Rotate… Positive climb, gear up…

…dan pesawat Airbus A320-300 dengan mesin ganda CFM series itu dengan berdaya dorong 76.000 lb itu pun mengudara dengan cepatnya dengan level ketinggian 360 dari SUB ke CGK.

(bersambung, kayaknya)

Iklan

4 Comments

  1. Fiuh….
    Selesai juga.
    Komentar saya: tulisannya panjaaaang buangett!!
    Creso: saya ga tau apa yang terjadi dengan kalian yang meminum minuman “abstrak” ini, yang jelas saya ingatnya teman2 yang abis minum ini pada gila semua, ketawa2 gak jelas tanpa mendeskripsikan rasanya.
    UB: saya paling suka taman di sepanjang rektorat, yang ada tempat duduk di pinggir jalan. Itu surga banget bagi pecinta buku.
    SynBio: ini pertama kalinya saya mengikuti ini, brainstormingnya udah dari beberapa waktu yang lalu sih, di kampus, dapat teman baik, namanya Nira. ^^
    Buto Ijo: Saya gak kuat melihat, bahkan mengenali aromanya. Ukuran burger super gila. Belom makan aja saya udah kenyang. Sori yah, saya gak makan sama sekali (FYI, beberapa teman saya tertarik dengan Buto Ijo ini)
    Pelajaran yang saya ambil: Semakin banyak berjalan, makin banyak yang dilihat, makin banyak pelajaran yang saya dapat.

    [Saya jalan2, maka saya ada]
    Thanks all. 🙂

    • Pesan sponsor: Nantikan cerita Part II nya!

  2. Bah, cupuwatu epic competition epic 😀

    • Walaupun ga ada yg menang :v


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: