Skip navigation

Otak manusia itu luar biasa. Memiliki kapabilitas untuk menguasai aspek “mind over matter” yang legendaris itu yang mungkin ketika kita mendengarkannya, hal ini nampak sangat paranormal sekali. Di artikel ini, saya akan membahas aspek yang beda dengan bahasan2 saya sebelumnya. Sebelumnya, secara singkat saya pernah membahas tentang kemampuan yang sifatnya gifted walau bisa dibuka/dilatih dan penjelasannya sangat parapsikologis (gimana ngga, ada gitu penjelasan yang sudah konkrit soal psikrometri, telepati, klervoyans, dan semacamnya?), tapi kali ini ke arah yang lain. Beda dengan bagaimana cara berpikir positif yang menurut seri buku oleh Rhonda Byrne, The Secret (juga The Power dan The Magic) kita bisa bahkan mengubah bagaimana segala hal berjalan dan mempercepat kemampuan penyembuhan diri dari penyakit di atas rata2, ataupun kemampuan superpower yang terjadi akibat mutasi atau faktor internal (percaya atau ngga, hal versi simpel dari X-Men itu ada).  Bahasan kita kali ini lebih ke kekuatan pikiran yang bisa mengubah kontrol diri kita sendiri. Kebanyakan dari ini, saya dapatkan dari para pertapa di Asia Timur dan Selatan yang dengan fokus dan meditasi, konon dirinya bisa menguasai kebebasan dari berat (weightlessness), kebebasan dari makan dan minum, dan kemampuan meregulasi sistem internal tubuh yang seharusnya otonom. Yak, 3 ini dulu deh bahasan saya!

Kemampuan Bebas Berat (Weightlessness Levitation)

“Let go your worldly tether. Enter the void. Empty, and become wind (Lepaskan ikatan duniawimu. Masuki titik kehampaan. Kosong, dan jadilah angin” – Guru Laghima, pengendali angin yang hidup ribuan tahun silam menurut cerita The Legend of Korra, dibawa kembali oleh Zaheer.

Screen Shot 2014-08-23 at 9.51.00 AM

Oh ya… Spoiler alert!

Baru semalam saya menikmati 2 episode terakhir buku ketiga dari The Legend of Korra yang pada cerita itu, salah satu tokoh antagonis utama seri ini, Zaheer, berhasil menguasai teknik terbang setelah melepaskan pikirannya dari faktor duniawi (di film, dijelaskan sekilas setelah kekasihnya, P’Li mati, dan tidak ada hal yang mengikatnya lagi) Zaheer membebaskan pikirannya dan melayang di atas udara. Sebenarnya rumor yang terjadi di dunia nyata gak seekstrim itu juga sih. Kalau para pertapa Buddha benar2 bisa terbang dengan ilmu ini, dunia sudah gempar dari lama. Mereka sejauh berita, hanya melayang beberapa sentimeter (atau meter) dari tanah. Dibanding 2 hal bahasan saya yang setelah ini, topik “terbang” ini cenderung kontroversial dan saya sendiri skeptis sampai suatu hari saya bisa melihatnya sendiri.

Penjelasan saya? Ntah… fokus di meditasi di titik yang dalam, melepaskan segala pikiran, dan terbang.

Screen Shot 2014-08-23 at 9.53.57 AM

Disebutkan di halaman sumber, apakah sang pendeta benar2 bisa menguasai ilmu terbang atau hanya sekedar jago menjaga keseimbangan adalah misteri yang menarik.

Saya pun perlu mengerti, sekosong apa pikiran itu dan apa kendali yang dilepaskan? Karena kalau sangat kosong, orang mati pun juga kosong pikirannya. Apakah hanya sekedar faktor metafisis saja yang bermain dalam hal ini? Ntahlah…

Sumber:

Pravda.ru: Modern science still turns a blind eye on levitation.

News Irish News: Galway shoppers brought to a standstill as street performer causes a stir with levitation act.

Kemampuan Terbebas Dari Makan dan Minum

Pernah menjadi suatu bahasan mengenai pertapa India yang tidak makan dan minum selama 70 tahun bernama Prahlad Jani. 

Screen Shot 2014-08-23 at 10.04.29 AM

Guru Prahlad Jani (sumber di sini).

Disebutkan dari umur 11 tahun beliau mendapat pencerahan dan menjadi seorang “guru” spiritual. Percaya dalam meditasinya mendapatkan “elixir” nutrisi dari para dewa, ia tidak makan atau minum sedikitpun. Penelitian telah dilakukan pada tahun 2003 dan 2010. Keduanya melibatkan isolasi dari sang guru di ruang tersegel tapi terawasi (pada 2003 10 hari, pada 2010 14 hari). Kedua pengamatan menunjukkan bahwa beliau secara nyata menghasilkan urin di kantung kemihnya, namun tidak menjadi kencing. Begitu juga dilaporkan bahwa beliau tidak BAB. Pengamatan atas serum darah leptin (berperan menunjukkan bahwa badan sudah puas) dan ghrelin (kebalikannya… pemberi indikasi lapar) menunjukkan kemampuan adaptasi yang sangat tinggi dalam kondisi kelaparan dan dehidrasi. 

Saya setuju dalam hal jika pengamatan ini dilanjutkan, kemampuan manusia untuk mengembangkan metode hibernasi dalam kondisi perjalanan jauh yang interstelar atau dalam peperangan bisa diterapkan. Secara personal? Mungkin pengamatan fisiologis perlu dilakukan. Mungkin pengamatan osmoprotektan yang lazim seperti gula trehalosa yang berperan dalam proses hibernasi bisa dilihat.

Sumber:

Mail Online: The man who says he hasn’t eaten or drunk for 70 years: Why are eminent doctors taking him seriously?

The Times of India: Fast-hungry Mataji’s claim endorsed.

Kemampuan Mengendalikan Sistem Otonom Tubuh

Jika ada yang pernah nonton atau baca anime/manga One Piece, pasti tahu anggota Cipher Poll (CP) 9 yang bernama Kumadori. 

Screen Shot 2014-08-23 at 10.22.33 AM

CP 9 Kumadori.

Sekilas cerita, Kumadori disebutkan sebagai sennin (仙人), pertapa dalam legenda Jepang yang mampu mengendalikan organ otonom tubuh dari organ pencernaan sampai ujung rambut dan bisa hidup abadi. Di cerita pun, dia bisa memegang objek dengan rambutnya dan juga makan yang banyak lalu kemudian memprosesnya seketika. Cukup fiktif ya kedengarannya. Tapi ternyata meditasi terbukti membuat seseorang bisa mengatur minimal suhu tubuhnya.

Screen Shot 2014-08-23 at 10.29.40 AM

Pengamatan pada pertapa (sumber di sini).

Pada percobaan yang gambarnya kita bisa lihat di atas yang dilakukan di Normandia, Perancis, dilakukan pengamatan pada seorang pendeta yang melakukan meditasi. Dengan meditasi, ia mampu menaikkan suhu tubuhnya dan mengeringkan handuk basah yang diletakkan di pundaknya. Seorang Associate Professor dari Sekolah Kedokteran Universitas Harvard, Herbert Benson juga pernah mengamati seorang praktisi di India yang dengan meditasi mampu menurunkan proses metabolisme tubuhnya hingga 64%, mengurangi kebutuhan oksigen, proses metabolisme fisiologis, dan persepsi hingga 10-15% dalam kondisi tidur (pembanding) dan 17% pada meditasi. 

Jika kemampuan meditasi ini bisa diterapkan pada orang pada umumnya, seseorang bisa menekan kondisi tubuhnya jika terjadi keadaan darurat yang menyulitkannya untuk makan, minum, serta menurunkan kondisi stress pada dirinya.

Sumber: 

Harvard University Gazette: Meditation changes temperature – Mind controls body in extreme experiments.

Banyak hal yang dihadapi para peneliti di atas (yang telah mengamati, yang bukan baru sekedar mendapatkan rumor), antara lain adalah dana (tentu saja) dan ruangan yang sesuai dengan kondisi umum meditasi dan tidak berisik (karena alat2 medis bisa berisik) dan bisa mengurangi faktor bias pada pengamatan yang dibandingkan dengan klaim di tempat umum/tempat awal para pendeta. 

Pengamatan hal terkait “mind over body” ini sangat menarik dan saya sejujurnya ingin bisa melihat perkembangannya dari jurnal ilmiah. Semoga saja semakin ke depan, sains bisa mendekripsikan hal2 yang terjadi secara metafisika, bukan sekedar membantahkannya. Karena sains adalah art dan alat bantu. Kreatif, transendental, tidak hanya kaku walaupun sains menggunakan alat ukur yang empiris. Lihat negara kita. Masih banyak hal mistis, tapi malah tetap dipraktekkan. Mengapa tidak diamati daripada sekedar diperangi oleh agamawan radikal ataupun mereka yang mengaku ilmuwan/saintis/cendekiawan yang selalu berpikir ilmiah dan rasional?

Karena dibalik hal irrasionalitas, ada hal2 alami yang kita belum tahu. Menurut saya atas kalimat yang lagi2 saya dapat dari The Legend of Korra:

“Natural order is disorder (Ketataan dal am alam adalah ketidaktertataan)” – Zaheer.

Bukan berarti kita harus mengembalikan segala sesuatu yang teratur menjadi berantakan. Tapi bahwa hal keteraturan tertinggi di alam adalah hal yang abstrak, dan kasat mata. Hal inilah yang juga perlu dilihat lebih dekat jika kita ingin mengetahui bagaimana alam dan tubuh kita sendiri bekerja.

-AW-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: