Skip navigation

Berhubung ini adalah jaman2nya temen2 saya lagi seru2nya buat note karena tugas OSKM, saya jadi pengen flashback dikit…

“Pada konsepnya… kaderisasi adalah sebuah tuntutan ideal organisasi untuk memproses calon anggotanya. Ini bukan cuma penurunan nilai, implementasi nilai, ataupun asimilasi apalagi akulturasi dari suatu value yang ada dalam sebuah sistem organisasi. Ini adalah bagaimana core dari sistem itu, yaitu pemegang organisasi memaparkan visi dan misi nya yang penuh ego dan ambisius, untuk kemudian dibumikan dari sifat dasarnya yang melangit, lalu disebarkan sebagai harapan kepada anggotanya sebagai harapan dan mimpi dari organisasi untuk diteruskan… bahkan hingga kepemimpinan itu terus berganti. Singkatnya, kaderisasi adalah bagaimana harapan pendahulu diberikan ke penerus… konsep imortalitas tujuan…” – Pandangan singkat saya mengenai apa itu kaderisasi.

Ah, dari mana ya saya harus mulai. Dulu, saya masuk ITB dengan segala cerita yang heboh. Tapi menariknya lagi, segala cerita itu dimulai dari sebuah halaman cerita di hidup saya yang saya ingat sebagai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2007, ya itu adalah nama OSKM waktu itu. Singkat cerita, saya masuk kampus dengan 3000an mahasiswa baru lainnya, dan kemudian saya dikelompokkan dengan para penata tertib kelompok (taplok) dan karena sistem lingkar wacana yang mereka aplikasikan ini, saya pun punya teman2 dari multijurusan. Kagum sampe sekarang, salah satu teman saya yang paling eksis dan gokil adalah Tizar Bijaksana (Plano 2007, Eks Ketua Himpunan HMP, dan Eks Presiden KM ITB… eks di sini adalah mantan… bukan mantannya, itu beda kasus bung).

At Obonk For Rainy s B day (2)

Saya dan kelompok 67, batalyon 3 “Kinanti” PMB ITB 2007.

AHJR

Simbol 67: Kapak-Arit… untung bukan palu-arit.

Selama hampir 2 minggu itu, saya keliling2 kampus, lingkar wacana materi, ngeliat kegeblekan taplok gw yang 2-2nya cowok itu, dan ice breaking dengan konsep team building. Bersama Kak Fikar dan Kak Poso dari jurusan teknik perminyakan 2006 sebagai taplok kami, kami merasa sedih karena 2 taplok kami adalah cowok, ga cewek kece kayak di kelompok 66 saya jujur merasa terpanggil atas pernyataan…

“Taun depan jadi taplok ya!”

Kondisi kami di kelompok 67 itu sangat2 strategis. Gimana ngga? Komandan batalyon (danyon) kami ada di sebelah… di kelompok 66, Kak Rezky dari Teknik Geo 06. Sebelah kami, kelompok 68 ada Kak Lukman (seiring perkembangan jaman, “kak” ini pun terhapus… ini note aja sebelum nanti ke bawah lagi bingung kenapa jadi beda) dari Teknik Mesin 06 yang tengilnya parah, tapi kalimat2 kritisnya cadas (nyambung ke cerita di paragraf nanti). Secara kokologi, mungkin ini penyebab isi kelompok 67 ini pada jadi orang2 penting di kampus semua. Ah lupa, ditambah Kak Bengbeng… (Teknik Kimia 05, Eks Kahim HIMATEK)… yak, resep sempurna sekaligus “Matrix of Leadership” untuk kami (apa sih dit).

Setahun berlalu, di area boulevard ITB di akhir Mei pun dibuka perekrutan panitia awal. Karena rasa penasaran, saya pun daftar. Selanjutnya saya ga bakal cerita sedetail apa yang saya tulis di Facebook saya dari bagian 1, 2, 3, 4 itu. Tapi kalo mau tau, klik aja.

Singkat cerita, di bawah para eks-taplok 2006 yang kami kenal dengan nama angkatan taplok, Raka Pramesvara-Pramesvari itu, kami mendapatkan banyak pelajaran yang menarik. Di diklat, saya pun ketemu mereka2 lagi. Kak Fikar jadi wakil ketua divisi, Lukman juga (wakadiv yang satunya lagi). Strategisnya lagi, urutan kami adalah diklat divisi dulu baru ke diklat lapangan. Hasil? Ikatan divisi kami SANGAT-SANGAT KUAT dibanding OSKM setelahnya. Sistem diklat per kelompok yang disebut keluarga, per 5 keluarga dipegang ketua RT (asek Pak RT!). Diklat kami mulai dari gimana kita bisa mencari cerita dengan ngobrol sama orang2 random di Bandung, mulai dari tukang es goyobot, sampe mbak2 di mall yang manis (asek). Terus ada ke diskusi, debat, dan kreativitas… ini yang kami disuruh bawa koran yang kirain buat apa, sampe tiba2 Lukman pun bilang…

“Dandani ketua kelompok kalian pake koran itu!”

Dan saya pun kena… ntah anggota kelompok 9 “Project Pop” ini pada mager atau apa, saya pun jadi Hulk (AKA cuma tempel koran aja), sementara partner saya si Vanny (Teknik Industri 07) jadi Ibu Kartini. Hulk-Kartini adalah kombinasi terajaib yang pernah saya tau. Kelompok saya ini dibina oleh Kak Rezky (eks-danyon 3 taun lalu yang saya sebut di atas), dan ya… saya ketuanya.

AKER

Pendiklat dan ketua kelompok yang penuh modus ke lingkungannya.

AZWX

Keluarga 9 – Project Pop. Dari atas (searah jarum jam): Bimo (baju ijo), saya, Navi (Teknik Sipil 07), Manda (Teknik Material 07), Opi (Arsi 07), Dita (Plano 07), Riska (Matematika 07), Heidy dan Icha (Mikrobio 07), Yasir (Teknik Sipil 07), dan Kak Rezky.

Tapi jujur, saya sangat bangga sama kelompok 9 yang saya pimpin ini. Mereka inisiatif, kreatif, kompak, intinya… sangat bersenyawa dari hati ke hati (dampak kebanyakan baca komik Grey & Jingga nih saya). Saya memberi ide, semua langsung kasih masukan dan arahan, khususnya si Bimo (DKV 07) yang jadi konseptor. Kami menang 2 awards sekaligus! Pemenang drama calon taplok, dan grup dengan konsistensi kedatangan anggota terbanyak (22 orang, sementara grup lain ada yang cuma 3 orang sampe 15 orang). Momen Heartwarming lainnya? Adalah ketika Bimo yang paling urakan, dan kadang annoying itu ngirim SMS setelah drama taplok,

“Makasih ya semua, gw bangga sama kalian. Kelompok 10 jangan pecah ya sampe nanti pun!” (kurang lebih gini)

Ketua kelompok mana sih yang ga terharu?

Beririsan dengan diklat, suatu hari Lukman di akhir diklat bilang gini…

“Malam ini, gw menunggu kalian yang merasa ingin berkontribusi lebih!”

Panggilan apa kah itu? Sesi diklat perangkat. Perangkat taplok terdiri dari sistem multi-batalyon dengan satu regimen waktu itu adalah 4 batalyon, masing2 dipimpin 1 komandan, dan 2 wakil, semua di bawah komando langsung komandan lapangan (danlap… that orator guy).

Saya… lagi2 iseng dateng, dan lagi2 hoki. Modal datang jam 7 (harusnya jam 8), niat saya motret2 kampus, membuat saya terlihat paling niat. Diklat selanjutnya selalu malam hari dengan flow tinggi. Di bawah ketua diklat perangkat Kak Rezky, kami belajar cara suara perut yang baik, membuat improvisasi orasi, olah rasa (mempelajari sugesti singkat untuk ngatur mood), agitasi, sampai baris-berbaris. Akhir diklat, setelah kampanye diri saya yang ultimately crappy karena saya canggung, saya terpilih jadi wakil komandan batalyon 3, bareng Ihsan (Plano 07), di bawah komandan kami Filman (Teknik Informatika 07).

APFU

Batalyon 3 – Pujangga Langit (harusnya Punggawa Langit… tapi salah cetak, terus kita Yao Ming mode).

Me & The Battalion Flag

Wakil komandan batalyon 3… yang random.

Jadi seorang wakil yang berperan sebagai administrator batalyon (wakil lainnya pengatur flow barisan) dan ditemani 2 sekretaris dan 1 bendahara cantik (ahoooy!), saya pun jadi semangat. Ditambah, beda sama kasus sebelumnya yang saya punya taplok 2-2nya cowok, pasangan saya… 2-2nya cewek (kami ber 3 karena saya bakal mobile), Vanny dan Karmen (Teknil Lingkungan 07). Capek sih iya, takut pas berposisi menjaga barisan di bawah pelototan massa kampus juga iya, tapi rasanya semua itu pudar… ketika ada yang manggil “Kak” di kelompok dan mereka mau dengerin cerita sekaligus mau berbagi keceriaan kepada saya (aaaaawww).

Taplok, dengan nama angkatan Petrapijar (diambil dari “Petromak yang berpijar”) ini pun jadi kebanggaan tersendiri.

ZIXI

Kelompok 88 INKM 08 yang hepi!

Saya… adalah taplok, saya adalah wakil komandan, saya adalah… dengan kurang ajarnya juga adalah fotografer dokumentator acara yang walau diomelin Danlap Agam (SR 06) mulu, saya cuek!

Seperti sebelumnya sama Kak Fikar dan Kak Poso, kami selalu berusaha menjaga kontak interkelompok biar INKM (INKM atau Inisiasi Keluarga Mahasiswa adalah nama lain OSKM) udah beres. Kagum sampai sekarang, ngeliat beberapa dari mereka berdiri tegap dengan sinarnya yang gemerlap, Lyco (Teknik Informatika 08) jadi ketua himpunan HMIF dan sekarang jadi wirausawahan makanan yang cukup sukses, dan Bella (Teknik Geologi 08) udah terbang ke Osaka. Lainnya? Tenang, saya kagum selalu dengan kalian kok.

Setelah INKM, saya belajar… bahwa interaksi saya dan junior saya itu adalah pembelajaran saya untuk sosialisasi paling pas. Sejak SMU, saya itu pendiam dan hanya terbuka ke orang2 tertentu. INKM… memang memberi nilai2 ke anak2 baru, tapi juga memberikan pelajaran bermakna buat para taploknya.

Apa yang secara informal saya dapatkan? Saya untuk pertama kalinya di-surprise-in pas ulang tahun!

BOUM

Makasih temen2 keluarga 10 (plus Kak Rezky, Lukman, dan Fikar), ultah saya ke-19 jadi seru!

…dan 6 tahun setelahnya, saya… punya pacar (sekarang mantan) yang ternyata taplok kelompok 92 di batalyon 3 itu…

Setahun setelahnya, saya terpanggil lagi untuk aktif di OSKM. Kali ini, saya awalnya diundang diam2 ke rapat perdana oleh Ivan Bakot (Teknik Informatika 06) yang adalah ketua PROKM (namanya OSKM kali ini jadi Pengenalan Ruang dan Orientasi KM). Akibat salah ngomong (tapi saya bersyukur malah akhirnya), saya menjadi panitia dengan 2 kaki yang beda… satu saya adalah ketua divisi dokumentasi PROKM 09, dan di sisi lain saya adalah pendidik dan pelatih (pendiklat) panitia lapangan dan divisi taplok. Nama lain pendiklat adalah Wimaralaya (saya masih kurang tau apa artinya karena nama ini diceletuk terus sebagai wimarALAYa) dengan baju putih berlogo oranye, dan bidang, yang di atas divisi, bidang non lapangan sesi tambahan adalah Amurva Bhumi dengan baju ungu, berlogo kuning gambar merak, ketua… Elmo (Teknik Informatika 06).

129522997153

Kordinator Divisi Dokumentasi perangkap pendiklat.

Terus gimana diklat? Kondisi berbalik. Kali ini diklat panitia lapangan dulu, baru diklat divisi. Saya jadi dekat ke anak2 diklat lapangan daripada diklat taplok.

DQAF

Kelompok 43 diklat lapangan.

LBZV

Kelompok 18 diklat taplok.

Kondisi saya sebagai pendiklat cukup… kompleks. Setahun ke belakang, saya memang jadi dekat dengan angkatan 2008 dan saya punya 2 love interests di waktu2 itu. Kedekatan yang canggung ke 08, ditambah beberapa hal pada ospek himpunan jurusan membuat hubungan saya ke angkatan saya jadi setengah baik, setengah buruk. Menyegarkan diri lah saya di PROKM ini terlepas hektiknya jadi kordinator divisi juga. Tapi saya enjoy berbagi2 materi ke anak2 diklat saya. Saya pun juga masuk tim materi divisi untuk menjaga nilai yang diturunkan tetap pada koridornya (maklum, taplok terlalu abstrak, apalagi pendiklatnya).

125412527153

Pendiklat pada umumnya… wimarALAYa… hahaha!

Poin kebanggaan saya taun ini adalah saya bisa mengangkat 2 orang dari grup diklat divisi saya jadi perangkat batalyon, Ganar (Teknik Perminyakan 08) dan Thezard (Teknik Kimia 08) keduanya jadi wakil komandan batalyon 1 dan 2.

SOBS

Thezard, saya, dan Ganar.

Pembelajaran lain di PROKM ini adalah bagaimana mensinergiskan hal2 yang ga terduga dan hal2 berbeda jalur. Sebagai kordiv dokumentasi, saya menyelaraskan tim dokumentasi PROKM (saya dan tim) dengan unit Liga Film Mahasiswa di lapangan dalam pembagian kerja, dan menyeimbangkan saya sebagai dokumentator yang harus bisa meliput semua acara dan juga ada di acara divisi. It’s a magnum opus!

Yang saya dapatkan di akhir PROKM… gebetan baru *plak*, koneksi2 baru termasuk si Andi (SBM 08) yang ternyata punya peran pas saya jadi ketua unit himpunan Klub Fotografi Nymphaea. Saya jadi tau bahwa fotografer non unit di kampus itu ada banyak, termasuk dalam unit himpunan2 juga dan mereka pun jadi link saya. Dari PROKM ini pun saya punya rencana mendirikan unit Ganesha Memasak (yang gagal pada akhirnya).

Cerita tahun selanjutnya ga banyak… di INKM 2010, saya cuma datang sebagai bintang tamu.

ZCYH

Bintang tamu yang absurd.

Tepatnya saya sekalian liat pacar (mantan) saya sih. Hehehe. Cuma ya, ada rasa terharu ketika melihat beberapa anak diklat saya jadi pendiklat. Ga usah anak diklat secara spesifik, para MVP taplok Praba Amerta (nama taplok 2008) atau Mahabharata (nama mereka di diklat ini) yang muncul dan menjadi pendiklat memberi rasa kebanggaan.

OODE

Saya dan para Mahabharata… para pendiklat Antakusuma (taplok angkatan 09 di INKM 2010).

Tapi… wham moment saya adalah ketika saya memberi arahan kepada para Antakusuma yang sedang depresi karena waktu interaksi dikekang pihak rektorat bersama dengan para pendiklat lainnya untuk membuat base camp di luar kampus dan mewajibkan anak2 taplok mereka bawa baju ganti yang casual. Alhasil? Ini berhasil! Seluruh taplok dan 3000 anak baru berhasil punya interaksi non formal! Saya… yah, sekalian nemenin pacar waktu itu, karena kebetulan Antakusuma bajunya biru dan Petrapijar juga biru, saya pun menyusup ke kelompok 130 itu dan menularkan cerita2 kampus… sekaligus itu menjadi traktiran iseng ultah saya ke-21. Jujur, awalnya mahasiswa2 baru itu kaget… siapa saya… tapi lama2 mereka mau berbaur!

451205867153

Secara mendadak, kelompok 130 jadi punya 4 taplok.

Setelah INKM… momen2 asik adalah melihat mereka yang berubah wujud…

NULD

Kelompok 43… setelah jeda 1 tahun.

YIAL

Kelompok 88 setelah jeda 2 tahun…

XPZO

with dat feels saat kita melihat mereka udah punya jaket unit dan himpunan masing2.

Seru ya?

Setahun kemudian… saya dan para eks-Wimaralaya datang ke diklat Winaya Sunda (nama taplok OSKM 2011) sebagai swasTAplok (swasTA = mahasiswa sibuk TA, portmanteau dengan taplok) yang menjajal para calon taplok itu atas apa yang diajarkan di diklat dan sekaligus ajang interaksi para dedengkot ini ke mereka yang baru. Melihat para sesama pendiklat udah punya cerita2 gila di hidup mereka selama 2 taun itu rasanya sesuatu…

_MG_1339

Eks-Wimaralaya 2 tahun setelahnya.

Akhirnya saya pun lulus… saya menyempatkan kumpul dengan kelompok 43 diklat PROKM 09.

_MG_2145

Mereka… sudah besar… *apa*

Tahun 2012… saya ga berurusan sama OSKM…

Tahun 2013… pacar (mantan) saya taplok batalyon saya sendiri… terus di Yogya, saya ketemu Addy (Teknik Sipil 07) sang asisten wadanyon (alias wakil wakil komandan batalyon atau wawadanyon) batalyon 3, dan Faris (Plano 07) sang danyon batalyon 4 “Surya Kemuning” dan komandan lapangan PROKM 09.

_MG_4831

Faris, saya, dan Addy… di warung bubur kacang ijo seberang kosan saya.

Tapi ternyata… penularan kekuatan taplok ini belum selesai…

_MG_4785

Saya, Radian, dan Arif, taploknya Radian.

Saya pun manas2in bocah2 ini… Radian, Nabila, Yunda… 3 junior SMU saya untuk jadi taplok, dengan bantuan Arif (Teknim Perminyakan 2012)… taplok dengan nama angkatan Bumi Sudha (kedengarannya kayak “blum wisuda”… damn…).

Akhirnya saya pun puas denger Yunda (Kimia 13), Radian (SBM 13), Diheim (Rekayasa Hayati 13), dan Havif (Matematika 13) ikut diklat taplok, dan di jagad dunia FB mereka sibuk dengan postingan2 Note FB tentang tugas mereka. Sekarang, saya hanya menunggu cerita dari mereka, para Actias Arkamaya (nama taplok… kini mentor OSKM 2014). Yak, taplok ganti nama jadi mentor untuk adaptasi peran jadi lebih dalam.

Sekarang… saya pun juga mengejar mimpi dan cita2 saya sambil sesekali nyengir liat kalian di grup FB Keluarga Besar Taplok. Jangan kalian suruh saya buat move on, karena kalian adalah keluarga saya juga. Yah, skill komunikasi massal dan interaksi interpersonal membuat saya jadi gampang berbaur dengan siapapun dan bisa punya banyak teman di mana (walau sahabat adalah hal lain lagi). Bahkan saya jadi bisa nyantai ngobrol sama mereka yang dari luar negeri di Couchsurfing Yogya…

IMG_7246

Jaime, saya, dan Alison.

IMG_7298

Berta, saya, dan Roberto dari Spanyol.

Yah, naplok membuat saya makin PD ketemu orang baru. Ini jadi penting untuk nantinya kita bekerja dan menjaga link untuk karir kita. Ditambah lagi, kemampuan mengerti personalitas-temperamen di taplok pun membuat saya jadi cenderung bisa menulis dan berkarya dengan sepenuh hati dalam aspek apapun. Intinya… taplok itu adalah cerita yang ga akan abisnya… dan inspirasi tiada putus dari generasi ke generasi.

Untuk kalian yang pernah saya bimbing, jangan lupain semua momen2 kita ya!

Untuk kalian yang baru memulai cerita kalian… buat cerita terindah ya!

Pesan moral:

  1. Kaderisasi adalah media untuk mengabadikan mimpi dan visi yang sudah ada, berupa nilai… yang terus diadaptasikan, diseleksi, dan diturunkan; evolusi nilai yang terus diturunkan bagai konsep heritabilitas genetika pada gen makhluk hidup.
  2. “Kalian gak akan tau siapa dari orang asing yang kalian temukan, yang dia nantinya ternyata adalah mereka yang paling dekat hidupnya dengan kalian” – kalimat saya ke Arif & Radian.
  3. Apa yang kalian lakukan dengan sebaik mungkin, akan bergaung selamanya di suatu sistem.
  4. “Kebersamaan itu indah kawan!” – Kak Rusi, kordiv Raka Pramesvara/Pramesvari PMB 07, Wira Tresna (taplok) OSKM 2006.

Tambahan…

“Dit, mana sih mantan lo??”

Saya ga mau pasang… ntar ada yang nyengir2 di luar sana… :p

-AW-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: