Skip navigation

Halo pembaca! Hmmm… di pos ini, saya mau ngebahas sesuatu yang cukup menarik, walaupun with some hints of absurdity (kayak biasanya). Oke, semua bermulai dari penemuan ini di internet:

Screen Shot 2014-06-20 at 9.51.50 AM

Errrr…

Sebelum Anda melanjutkan untuk membaca, saya mau bertanya ya… apa yang Anda pikir ketika membaca tulisan di gambar di atas itu?

“Ah, dasar W**a kelewat maniak!”

“Ah bego!”

“Cih, mending gw beli sepatu baru!”

“Kurang kerjaan banget sih!”

Orang yang berpikir positif mungkin bakal jawab…

“Hahaha… kreatif juga…”

“Lumayan tuh buat koleksi!”

“Uhhhhhh… Nabilah…” *oke yang ini ngaco udah ada yang mendesah kayak gini*

Gimana? Ada yang punya jawaban lain? Haha… kalo ada monggo dijawab di kolom komentar!

“Terus kalo kamu sendiri gimana, Dit?”

Pertanyaan bagus! Ini yang akan saya bahas segila2nya!

Pertama… asumsikan saya punya akses dan cukup kaya buat beli segala “pernak-pernik” barang kimia buat CSI-grade molecular analysis, oke?

Andai itu iklan masih baru, pertama… ayo kita beli! Nah, setelah kita dapet botolnya… tolong jangan ngendus2 atau jilat! Langkah selanjutnya, pake sarung tangan latex standar lab. Terus, bawa ke lab biologi molekuler, mana aja bisa… tapi kalo ada yang buat studi forensik bakal bagus. Sekarang, asumsikan kita di lab. Bedasarkan jurnal dari Journal of Forensic Science dalam penelitian oleh Kopka, et al. (2011), yang bisa kita lakukan adalah 2 hal: meneteskan larutan buffer lisis ke spesimen, atau dengan menggunakan kapas kecil yang diberi buffer lisis. Kondisi tetap, kita harus pake sarung tangan!

Dari botol Nabilah yang kita beli itu, aslinya ada 2 area yang bisa kita sampling: Area samping dari botol, dan mulut botol. Satu hal yang kita harus pasrahkan, menurut laporan Viaznikova dan Mussivand yang saya dapat dari web Promega hari ini (21 Juni 2014) adalah sudah resiko bahwa DNA yang bisa didapat dari sidik jari atau bekas kontak dengan kulit di benda itu punya risiko kontaminasi yang tinggi dan cuma ada sedikit.

Oke, di sini mungkin saya bakal pake kapas ber-reagen lisis buat ke bagian mulut botol. Ga usah gede2, setelah dibasahkan mungkin cuma sebesar biji salak. Terus saya milih mulut botol kenapa? Karena… lihat gambar, bagian samping botol udah dipegang2, ntah sama berapa orang. Ini bisa merusak kemurnian sampel kita. Dengan asumsi bagian mulut botol masih bekas Nabilah, jadi kita pake itu aja. Cuma yang saya mikir adalah apakah sampel kita udah rusak atau belum akibat efek asam dari Pocari Sweat atau rusak akibat lisis oleh asam2 atau senyawa2 dari mikroflora yang kebawa dari mulut Nabilah. Di mulut, di bibir apa lagi, kandungan mikroba itu berlimpah lho (apalagi belom sikat gigi!). Di mulut, ada mikroba jenis StreptococcusLactobacillusSpirochetes, dll (Rogers, 2008; Wescombe & Heng, 2009). Beberapa di antaranya itu menghasilkan asam (Madigan, et al. 2012).

Nah! Kita udah sampel kita di kapas! Tahap selanjutnya adalah lisis dengan larutan lisis dalam jumlah lebih banyak. Kita pisah kapas dengan pinset ke dalam beberapa tabung microfuge 2 mL dengan hati2, dalam ukuran sama, dan jangan sampe kapasnya rusak atau berantakan. Terus kasih 50-100 micro L buffer lisis. Di metode oleh Kopka, et al. (2011) tadi, proses dilakukan di termomikser dalam suhu 60ºC dalam 3 jam dengan kecepatan revolusi 600 RPM. Abis itu, dilanjutkan dengan sentrifugasi 15000G selama 1 menit. Kita kemudian bakal dapat larutan berisi DNA, kita pindahkan ke tabung baru yang steril dan disentrifugasi lagi 1 menit pada 750G. Nah, di sini kita udah dapet DNA dalam jumlah sangat sangat sangat sangat kecil. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah amplifikasi. Amplifikasi bisa dilakukan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan menggunakan primer DNA random (yang saya duga berspesifikasi sangat minim sehingga bisa nempel langsung) atau kalau di metode tadi menggunakan primer urutan Short Tandem Repeat (STR). Dari situ, kita bakal punya DNA yang banyak dari jumlah awal yang sedikit setelah amplifikasi sekian puluh siklus pada mesin Thermal Cycler! Dah, selamat… lo punya DNA Nabilah!

Damn… I’m freak… well, I know that!

Terus? Lumayan, kalian bisa pamer dengan ngasih tali ke tabung mikrofuge kalian… bilang ada DNA Nabilah di dalamnya. Atau mau lebih gila?

Oke saudara2… kita punya genetic blueprints dari seorang penyanyi JKT48. Walau ntah itu lengkap atau ngga ya. Tapi ada ide lagi di mana kita bisa menyisipkan DNA itu ke dalam sel ovum segar. Pertama, kita harus nyimpen DNA tadi sebagai 1 bagian genom inti sel lengkap (ntah belum nemu saya caranya). Kedua, siapkan sel ovum manusia segar, buang intinya, masukkan DNA kloning kita. Induksi pembelahan sel dengan kejutan listrik. Proses ini disebutkan Wilmut, et al. (1997) bisa menghasilkan klon sel dari pembelahan dengan genom identik dengan induk. Terakhir, taro sel klon ini ke rahim. Jadi deh…

Oke Dit… lo berhasil jadi ilmuwan gila yang diprotes orang2 kayaknya abis ini. Ah ya udah lah ya. Sebenernya saya cuma mau berbagi dikit soal protokol ekstraksi DNA dari barang yang biasanya buat ilmu forensik dan program ulang dari sel untuk kloning.

“Oke lah kalo yang itu… kalo yang ini gimana??”

Screen Shot 2014-06-20 at 9.42.27 AM

Oh Tuhan, kok ada yang beginian ya?? Oke… berpikir positif.

Hey! Kecoa itu organisme keren lho! Keren dari mana?? Serangga pada ordo Blattodea ini udah ada dari jutaan tahun lalu. Itu satu, kecoa bisa dijadiin pengamatan biologi perilaku (etologi). Terus bisa dijadiin studi mikrobiologi dan ketahanan Salmonella yang kebawa di perut dia (Paul, et al. 1992).

“Cuma Dit, kecoa kan bisa ditemuin di mana2”

Ummmm…

Ummmmmmmm…

Ummmmmmmmmmm…

Iya juga ya…

Oke, bye!

Pesan Moral: Di dunia di mana berita tersebar luas dengan gampangnya, di mana kita bisa menjadi redaksi berita kita sendiri, di mana hoax2 melayang dnegan bebas, di mana kampanye hitam gampang memancing emosi orang sampe merusak pertemanan… belajarlah melihat sesuatu dari persepsi yang berbeda dan elegan. Segala sesuatu di dunia ini punya tujuan dan fungsi walaupun terlihat bodoh, hina, atau ga penting. Hanya mereka yang mau belajar dan kreatif yang akan bisa melihat dunia dari arah lain. Kalian tahu? Saya prediksi… masa depan dunia ada di tangan ilmuwan nyentrik yang menguasai sains, teknologi, dan konsep state of the art dari keilmuwannya, insinyur inovatif dan visioner, wirausahawan kreatif, dan seniman2 visioner yang mau berkontribusi kepada masyarakat. Jadi, daripada capek2 melihat sisi jelek… belajarlah melihat dari sisi lain yang gak normal. Di saat ini, perbedaan adalah abnormalitas atau anomali, padahal semua itu lebih dari itu. Sama dengan indahnya harmonisasi persamaan, diversitas perbedaan adalah rahmat Tuhan Semesta Alam.

-AW-

Referensi

Kopka, J., M. Leder, S.M. Jaureguiberry, G. Brem, G.O. Boselli (2011). New Optimized DNA-Extraction Protocol for Fingerprints Deposited on A Special Self-Adhesive Security Seal and Other Latent Samples Used for Human Identification. Journal of Forensic Science 56(5): 1235-1240.

Madigan, M.T., J.M. Martinko, D.A. Stahl, D.P. Clarke (2012). Brock Microbiology of Microorganisms 13th ed. New York: Pearson Benjamin-Cummings.

Paul, S. A.M. Khan, M.A. Baqui, M. Muhibullah (1992). Evaluation of the common cockroach Periplaneta americana (L.) as carrier of medically important bacteria. The Journal of Communicable Diseases. 24(4): 206-210.

Rogers, A.H. (2008). Molecular Oral Microbiology. Norfolk: Caister Academic Press.

Viaznikova, M., T. Mussivand (diakses 2014). Can fingerprint be used as a reliable DNA source? Link, diakses 21 Juni 2014.

Wescombe, P.A., N.C.K. Heng, et al. (2009). Streptococcal bacteriocins and the case for Streptococcus salivarius as model oral probiotics. Future Microbiology 4(7): 819-835.

Wilmut, I., A.E. Schnieke, J. McWhir, A.J. Kind, K.H.S. Campbell (1997). Viable offspring derived from fetal and adult mammalian cells. Nature 385(6619): 810-813.

Iklan

6 Comments

  1. Ngakak gw baca yang bagian pamer2 tube isinya DNA Nabila

  2. “Haaaaaaay liat nih gw punya DNA Nabilaaaaaa”

    WOTA :”D

    • PS: Kalo lo penasaran tabung microfuge itu gimana, itu lho yang kecil, dari plastik, dan ada tutupnya yang gw tunjukin itu :p

  3. Itu kecoa umurnya kira2 tinggal 2 tahun lagi. Bergaransi ga ya? Ntar offspring-nya bisa dilatih kaya gitu juga ga sama yang jual? Hahaha..
    *oke, yang saya baru tahu: kecoa ternyata cukup “save” dari radiasi nuklir.
    Tapi alasan dia jual kecoa itu lho. Gaming. Gila aja, kecoa yang udah susah2 dilatih sama dia dijual gitu aja.

    • Hahaha, ga tau deh sifat cerdas itu diturunin apa ngga. Soalnya saya sendiri ga tau itu pun kalo diturunkan heretabilitas nya gede apa ngga karena belum ada yang ngamatin itu pada kecoa (iya lah! mending ngukur pada tanaman pangan!)

      Terus soal demi game… wajar lah… :p

  4. Hahahaha gokil jugaa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: