Skip navigation

Mereka bilang… minuman terkadang merupakan cermin sifat peminumnya. Yah, saya sejujurnya agak sedikit terinspirasi dengan kisah di film Indo yang judulnya Claudia & Jasmine. Sang protagonis, Jasmine (Kirana Larasati) suka minum kopi pahit, ketika ditanya kenapa ga dikasih krim atau tambahan lain ia pun menjawab itu secara tidak langsung adalah gambaran kelamnya masa lalu dia.

Tapi buat Anda para pembaca yang suka minum kopi pahit, mungkin interpretasinya beda. Apakah mungkin Anda itu orang yang konservatif? Apresiatif atas originalitas nilai seni yang ada pada kopi itu sendiri? Anda orangnya keras? Itu mungkin perkiraan2 sekilas dari saya.

Kontras dengan Jasmine di atas, ketika saya mampir ke warung kopi, saya malah suka kopi manis dengan susu. Atau mungkin… seperti apa yang akan saya ceritakan selanjutnya mengenai minuman favorit saya di kedai kopi Starbucks.

IMG_5527

Segelas Venti Caramel Cream Frappuccino dan tugas atau tulisan hari ini…

Saya royal atau elit? Jujur… terlepas saya yang bisa santai dengan hanya makan tempe sepiring penuh tanpa nasi setiap saatnya, saya suka bersenang2 dengan cara saya sendiri. Itu jawaban saya kalau ada yang mengira2 demikian karena saya minum di Starbucks. Terserah Anda, saya punya jawaban saya sendiri.

Oke, kembali lagi. Caramel Cream Frappuccino… Dit, ini gak ada kopi2nya. Iya, emang! You don’t say!

Saya jaraaaang sekali beli sesuatu yang ada kopinya di Starbucks. Selain minuman ini, saya suka beli jus buahnya atau Green Tea Latte. Cuma Green Tea Latte buat saya itu lebih ke teman ngobrol santai atau teman baca buku, sudah. Sementara Caramel Cream Frappuccino selain kedua itu, banyak hal lagi yang bisa saya ceritakan.

Minuman ini diracik dengan susu atau krim, dicampur dengan esens karamel, es, lalu diblender. Setelah itu, minuman yang sudah tercampur rata diberi whip cream, dan diberi saus karamel di atasnya. Ya, ini kabar buruk buat kadar gula Anda. Apalagi jika saya memesan dengan saus karamel ekstra.

Untuk saya, minuman ini adalah refleksi bahwa saya itu… cheerful, kekanakkan (saya mengakui itu), ngebawa santai hal-hal keras di sekitar saya, suka hal-hal manis, enerjik (walau bukan berarti saya atletis), rada opportunis, tapi saya ga suka masalah yang dibuat ribet atau jika seseorang meminta saya untuk menjadi sangat serius berpikir dalam suatu hal yang sebenarnya itu bukan hal yang rumit.

Sebenarnya saya sudah suka minuman ini sejak saya pertama kali mengenal Starbucks di sekitar tahun 2003-2004 di Plaza Indonesia. Tapi meski kadang2 saya suka mencoba racikan minuman yang lain, saya memilih buat kembali memesan minum ini lagi dan lagi.

Banyak cerita menemani saya ketika saya memesan minuman ini, mulai dari kisah yang waktu itu saya tulis, sampai cerita lain lagi. Termasuk pas saya ngebuat si mbak barista di Starbucks di Jakarta grogi gara2 saya, “Mbak, kali ini ga salah nyampur lagi kan?” sampe dia ngasih saus karamel dengan porsi gilanya…

IMG_1571

Mbak… santai mbak…

Selain itu, minuman ini adalah pendamping saya menulis skripsi, menulis proposal penelitian ke Nagoya (yang ga jadi), nulis laporan2 praktikum, dan juga tesis. Bahkan lahirnya blog2 ini (Log si AW yang udah 10.500 views, Kulinerologi si AW yang udah 14rb views, dan… Kisah Sang Mentari yang baru nongol) lahir dari hasil tegukan minuman ini…

Minuman yang enerjik dengan nilai kalori yang sadis… tapi manisnya… cukup menunjukkan manisnya hidup saya…

Ah itu dulu ah, cerita random saya…

-AW-

Iklan

4 Comments

  1. Saya belum pernah nyobain Starbucks, karena saya nggak begitu suka kopi, hahaha. Soal minuman sejenis, saya suka Iced Chocolate dan Strawberry Frappe nya J.CO. Saya memang suka rasa manis dan asam.

    • Ini minumannya ga ada kopinya sama sekali kak. Kan Frappuccino ini antara yang Coffee atau Cream. Saya milih yg kedua.

      Suka manis dan asam… *mikir* Artinya kakak suka enjoy dalam menjalankan sesuatu, tapi juga nyantai sama perubahan akibat faktor yg ga diduga ketika ngelakuin nya. Iya gak kak? *ngeduga2* :p

  2. Perut itu peruuuttt…udah (sensor)0.5 jugaaa..huahahahha :)))

    • Moya… belajar sana lu… lo mau sidang kan??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: