Skip navigation

Oke… ini pembahasan kontroversial akhir2 ini yang ntah kenapa muncul. Muncul di web2 (kalo ga salah di Buzzfeed) sama bahkan dibahas lebih detail di TvTropes untuk Frozen bagian Headscratchers sampai 3 sesi.

Sekarang… mari kita lihat lagi…

let_it_go_dress_transformation_by_djklink20009-d6wxrx0

Jujur saya suka bagian ini karena banyak hal… mulai dari ini adegan paling SUSAH dibuat sama animator (salah dikit, rambutnya copot), emang keren banget… sama… buat saya… cewek yang ngelepas ikatan rambut itu… keliatan seksi :p (oke lupakan). (Gambar dicomot dari: sini)

Lalu di mana perdebatannya?

  1. Ke mana baju lamanya??
  2. Gimana ngebuatnya?? Itu kan dari es! Ga dingin apa… atau… kan es tajem2 gitu!
  3. Kok bisa ga meleleh??

Oke… saya ga bakal jawab, saya bakal serahkan ke alter-ego diri saya, seseorang yang saya ciptakan tahun 2010 di pikiran saya, seorang penyihir di dunia ciptaan saya sendiri, level dia High ArchWizard (level dosen utama, di bawah professor di dunia terkait), kita panggil Astrax Albireo. Oke silahkan… *switch*

Ehem… oke, salam semuanya… aku Astrax. Pertanyaan ini menarik, aku nampaknya bisa mengerti kebingungan kalian. Ada kuliah yang aku bawa di Sekolah Tinggi Sihir Aquilla, program studi Aplikasi dan Teknologi Sihir (ATS): ATS-303 MagiTech (Magic & Technology)… yah, karena ini umumnya teori dan cukup bersinggungan dengan sains, ini 2 SKS, dan ATS-201 Ilmu Transmutasi Sihir, 2 SKS teori, 1 SKS praktikum. Oke, mari kita bahas.

“Ke mana baju lamanya?”

Ummm… aku masih agak mencerna kata2 ini. Apakah kalian membayangkan ketika Elsa melepas bajunya ketika membuat baju barunya? Wew… implikasinya rada vulgar kalau menurut saya. Secara simbolik, ketika transisi baju lama ke baju baru itu menyisakan 100% baju lama, ini mengesankan Elsa ganti baju secara terang2an di tengah film dan saya sendiri perlu membekukan si sutradara. Oh maaf… no offense! Kalau ada baju robek? Kesannya ganti bajunya melewati proses menyakitkan. Ayo lah, kalian mungkin mengira aku ini berpikir kotor? Aku hanya menjelaskan dari sisi interpretasi saja.

Lalu apa jawabannya? Konversi sempurna. Yang bersambung ke jawaban pertanyaan kedua…

“Gimana ngebuatnya?? Itu kan dari es! Ga dingin apa… atau… kan es tajem2 gitu!”

Aku mengerti kebingungan kalian karena kalian bukan penyihir. Kuliah Transmutasi, aku mengajarkan kepada para muridku bahwa selain membuat dari elemen di sekitar mereka, mereka juga bisa membuat benda A berubah menjadi benda B. Bagaimana caranya? Gunakan energi sihir yang ada untuk mengubah konfigurasi atom benda terkait. Sihir di sini berkembang dan terbentuk bedasarkan imajinasi kalian, jadi tentu kalian harus punya imajinasi yang cukup kuat untuk ini! Pikiran kalian harus out-of-the box.

Untuk seorang putri mahkota yang hidup di istana yang dikelling salju setiap musim dan istananya sendiri dibangun dengan konsep artistik Nordik yang luar biasa, harusnya Elsa sudah mengerti konsep seni dan memiliki imajinasi yang hebat. Kita bisa melihat Elsa bisa mengerti konsep fraktal (patahan tak terhingga) pada kepingan salju. Artinya? Bukan tidak mungkin ia bisa mengkonversi baju yang merupakan jalinan polimer selulosa berisi atom2 karbon, menjadi es. Seluruhnya dari es? Bisa. Atau Elsa memecahkan struktur2 kainnya menjadi serbuk (pada suhu dingin, ini bukan tidak mungkin), sehingga ketika berpadu dengan es, warna es nya menjadi lebih tua dan tidak transparan. Atau lagi… ia melapisi kain di area bawah sampai torso atasnya sehingga memiliki warna yang lebih pudar. Ingat, dari hijau ke biru es itu tidak terlalu jauh. Yang 100% berubah adalah bagian tangan dan 100% terbentuk sendiri adalah bagian sayap jubahnya.

Elsa bisa membuat istana dari konversi uap udara yang begitu tipis, atau mungkin karena pola berdirinya istana itu dari bawah, ia menarik air2 dari salju pegunungan yang berlimpah menjadi struktur bangunan.

Secara sekuensial terbentuknya baju, Elsa melapisi baju bagian bawahnya dengan energinya, mengubah warnanya (atau mengubah bentuknya), dan dengan sisa kekuatan pertama ia membentuk bagian lengan… yang makanya warnanya adalah transparan ketimbang bagian torso, dan terakhir membentuk jalinan2 mikro membentuk sayap jubahnya. Plus… membuat pola2 rosemailing salju sebagai sentuhan artistik akhirnya! Menarik bukan? Untuk menghemat sedikit energinya, ia menarik es2 di bawah kakinya (di lantai istana esnya) untuk mengubah bajunya, jadi ia tidak perlu mengumpulkan uap air di sekitarnya menjadi es lebih banyak lagi. Kecuali di bagian atas, yang kita bisa melihat ia membuatnya dari udara tipis dengan template lengan baju lamanya. Lagi, konversi sempurna. Es sifatnya kaku, ia menjalin es pada sisa benang pada bajunya. Voila! Hasilnya akan halus.

Ga dingin? Elsa kan bilang, “The cold never bothered me anyway

Seorang penyihir (dalam arti sini adalah sorcerer/ess) akan sangat terbiasa dengan elemen yang menjadi kekuatannya. Itu sudah pasti. Aku adalah penyihir (dalam terjemahan wizard) yang mempelajari mengapa ini terjadi. Simpel. Pikir saja, dari mana sihir itu keluar? Dari tubuh kan? Secara natural, penyihir… dengan kemampuan genetis langkanya sudah memiliki sihir primal yang membuatnya imun terhadap backfire sihirnya sendiri. Kalau tidak? Pas penyihir mengeluarkan api, ia akan terbakar.

Jadi, wajar Elsa ga kedinginan dengan bajunya. Kok ga sakit? Es kan tajam! Kata siapa? Ga semua es itu membentuk jarum. Dengan tangan seorang putri yang berumur 20an tahun seperti Elsa, es yang tercipta pasti halus.

Itu sihir primal atau primer, dan sihir yang keluar itu disebut sihir sekunder. Lalu ada lagi sihir tersier, yang akan menjawab…

“Kok ga meleleh? Misal pas Anna meluk Elsa… kan pelukan itu hangat!”

Sudah pasti badan elsa mengeluarkan sihir primer yang membuat es yang ia kenakan tidak meleleh. Di kuliah MagiTech, kita membahas bahwa penyihir perlu memperdalam pengetahuannya atas elemen2. Air bisa jadi es, bisa jadi uap, bahkan bisa jadi plasma ketika sangat panas. Es… bisa terbentuk pada suhu 0˚C pada tekanan atmosfer ruang, tapi… juga bisa terbentuk pada 37˚C (suhu tubuh) pada tekanan yang lebih tinggi… atau bahkan pada 130 K pada tekanan 1 Giga Pascal atau 9820 atmosfir. Ini disebut Es XV (cari aja Ice XV). Kita tidak tahu kan, apa secara sadar Elsa bisa mengendalikan tekanan di sekitarnya, atau ia secara magis bisa mengikat molekul2 air sehingga semua teratur dengan energi tambahan (sihir) dan bukan tekanan fisika. Apa? Kalian lelah belajar ilmu termodinamika? Aduh…

Intinya, yang bisa aku simpulkan adalah:

  1. Sihir itu merupakan energi, dan mengikuti hukum termodinamika, sihir dari manusia itu tidak bisa diciptakan, tapi diubah dari energi lain. Buktinya, penyihir yang mengeluarkan energinya terus2an akan lemas. Selain itu sihir akan terarah ke luar sebagai ekstensi imajinasi si penyihir.
  2. Baju baru Elsa dibuat dari campuran baju lamanya dan es. Tidak ada yang musnah atau terbuang di sini. Semua berubah total, atau digunakan sepenuhnya.
  3. Sihir ada sihir primer yang merupakan kesatuan pada tubuh penyihir yang menjaganya, sihir sekunder yang ia keluarkan ke lingkungan, dan sihir tersier yang ia induksikan ke benda. Ini juga menjelaskan kenapa ada benda2 magis seperti jubah sihir, atau tongkat sihir. Keluar topik, Elsa menerapkan sihir tersier ketika membangun istana (ia menghimpun energinya melingkar di lantai dan dihempaskan ke atas membentuk pilar dan atap… dan hiasan), awan di atas Olaf, dan ini yang juga membuat es di istana (bagian ending, yang buat ice skating) tidak meleleh.

Begitu nampaknya penjelasanku siang ini… kembali ke Adit.

-AA-

Ya begitulah… semoga sudah cukup jelas penjelasannya!

-AW-

Iklan

2 Comments

  1. Lha, yang ini dibahas tapi kok gimana caranya bikin Olaf malah nggak dibahas? hahaha. 😀

    Kalau saya masih menganut pikiran logis, saya sih bakal bilang kalau di film ini apapun mungkin. Bahwa Elsa bisa bikin apapun dari es atau salju. Olaf aja hidup, masak bikin baju doang nggak bisa? Hahaha 😀

    Tapi kalau saya berandai-andai dengan khalayan mungkin jawaban saya atas pertanyaanmu itu jadi seperti ini:

    1. Baju lamanya larut jadi air terus menyatu dengan baju lamanya yang dari es itu. Entah gimana caranya sihirnya bisa mengekstrak atom hidrogen dan oksigen dari serat-serat bajunya itu.

    2. Gimana ngebuatnya itu kan dari imajinasinya Elsa semenjak dia kecil kan sudah bisa bikin yang aneh-aneh. Dia sendiri juga udah terbiasa dengan dingin. Kan ada adegan pas ortunya meninggal dia tinggal sendiri di kulkas, eh maksudnya kamarnya yang jadi es.

    3. Elsa punya kemampuan untuk mempertahankan sihirnya atau melenyapkan sihirnya bila dia ingin.

    Segitu deh.

    • Hehehe… mirip lah ya sama ide si alter ego saya itu. Soal Olaf? Hmmmm… oke panggil alter ego saya dulu…

      Ehem… oke, aku akan membahas soal salah satu bagian dari aplikasi sihir tersier, Ilmu Animasi Elemental. Elsa menginfusi energinya ke Olaf (dan Marshmallow juga). Ntah, apakah langsung ke seluruh tubuh, atau terkonsentrasi ke 1 titik seperti jantung di manusia. Konsepnya jadi kayak pembuatan golem, cuma bedanya… tanpa ritual. Ini sihir yang spontan. Energi ini memungkinkan si objek untuk lokomosi dan bahkan bersuara. Organ2 lain (mata dari batu, hidung wortel) juga jadi fungsional karena amplifikasi sihir ini. Elsa membuat Olaf dari memori indah (yang juga kelam) masa lalunya kan? Maka dia membuat Olaf jadi golem salju yang baik. Kontras dengan Marshmallow yang bisa membentuk duri es buat mengatasi siapapun yang mengganggu Elsa.

      Sihir di sini memang menarik, karena ini adalah energi ekstensi imajinasi manusia yang artinya energi keluar membiaskan apa yang manusia itu inginkan atas lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, jika manusia menggunakannya buat tujuan seenaknya… ini bahaya.

      -AA-

      Begitu kak 😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: