Skip navigation

Bagian 3 dari seri kuljar tanpa sterilisasi… Saya waktu itu ke Singapura, berkenalan dengan seorang petani kota (urban farmer) bernama Derrick Ng. Beliau menjelaskan kepada saya:

“The only way to fight against pests, is by deter the pests, trick them, and starve them” “Satu2nya cara untung mengatasi hama (adalah), mengusir mereka, mengakali mereka, atau membuat mereka kelaparan.”

Merangkum artikel sebelumnya, jadi yang kita perlukan: mengoptimalisasi sterilisasi agar lebih cepat dan mudah dalam kondisi apapun, dan menjaga kultur tetap awet meski kontak dengan udara luar. Solusi yang ditawarkan: Membuat alat berpemanas/sterilisasi konstan untuk botol kultur atau botol inisiasi, membuat media antimikroba, atau menginokulasi bakteri kompetitif yang probiotik agar bakteri patogen tidak tumbuh di atas media. Atas solusi di atas, mari kita sorot poin kedua dulu: Membuat media antimikroba. Mengapa? Untuk melawan sesuatu, kita harus tahu apa yang kita mau lawan. Usul saya?

  1. Buat media Murashige-Skoog (MS) di cawan Petri, 5 cawan, 3 pengulangan. Pengulangan pertama dilakukan untuk eskposisi cawan terbuka berisi media di lab pembuatan media (lab stok), kedua untuk di area laminar airflow, dan ketiga di rak penyimpanan. Eksposisi 15 menit, cawan ditutup, diinkubasi pada 37˚C selama 3 hari, lalu diamati dengan mikroskop untuk identifikasi bakteri dan fungi. Pengujian 15 cawan ini dilakukan di beberapa tempat yang berbeda kalau bisa, mungkin 1 di universitas A, lalu di universitas B, lalu di balai pertanian A, dan seterusnya sehingga kita punya gambaran kondisi mikroba udara di beberapa tempat budidaya dengan kultur jaringan.
  2. Dengan cawan Petri dengan media MS juga sebanyak 5 buah, 3 pengulangan. Ambil 10 eksplan dari 10 jenis tanaman: Tanaman budidaya di ladang, tanaman budidaya di kebun, tanaman budidaya di rumah kaca, tanaman liar di jalanan, tanaman herba dari hutan. Pengujian triplo (tiga kali) dengan sampel berupa daun yang masih muda. Tanpa inisiasi dengan chlorox dan tween pada inisiasi ruangan terkontrol, mikroba jenis apa yang akan terbawa? Ini akan diamati.

Dari 2 perlakuan ini, kita akan dapat segudang data mikroba kontaminan Dari sini, kita bisa mulai bermain2 dengan antibiotik berkonsentrasi rendah untuk dimasukkan ke media MS, media agar kosong (kontrol positif), dan media MS tanpa antibiotik (kontrol negatif). Dengan mendapatkan konsentrasi yang bisa menghambat atau bahkan menahan pertumbuhan mikroba sama sekali, lalu diujikan pada eksplan tanaman 3 perlakuan: tanaman yang sudah disterilkan dan diinokulasi ke media dalam kondisi steril di laminar, tanaman yang sudah disterilkan pada kondisi bebas, dan tanaman yang tidak disterilkan. Dari sini kita bisa menguji protokol minimal buat tahap sterilisasi inisiasi: Apakah tanaman tetap minimal harus disterilisasi meski di kondisi bebas atau bisa dikultur tanpa sterilisasi? Dari pencarian solusi kedua ini, kita akan dapat media antimikroba tapi pro-tanaman yang termodifikasi dari media MS. Ah, mungkin sekarang saatnya kita masuk ke poin pertama dari bahasan solusi awal: mengoptimalisasi sterilisasi agar lebih cepat dan mudah dalam kondisi apapun. Sebenarnya fokus yang saya mau tekankan adalah bayangkan kita di hutan, kita mengambil sampel… katakanlah itu biji rekalsitran (harus ditanam saat itu juga atau bakal mati) atau tanaman yang rentan stress. Apa langkah awal kita? Normalnya, beberapa peneliti mengatakan, bawalah sampel tadi dalam tisu basah atau dalam botol berisi air. Pertanyaan di sini: Bisakah kita membawa media dari solusi kedua tadi untuk penerapan solusi pertama ini? Kalau iya, medianya harus padat atau cair? Rumusan idenya adalah, kalau cair… tanaman tetap mendapat nutrisi, mikroba anaerobik akan tertahan pertumbuhannya… secara hipotetik ya. Hasil pengujian ini, kita akan mendapatkan media yang akan saya sebut sebagai media eksplan darurat lapangan. Solusi poin ketiga, mikroba kompetitif tapi pro-tanaman. Mikroba kadang memiliki quorum sensing atau memberikan zat metabolit untuk menghambat yang lain. Quorum sensing biasanya pada bakteri, walau bakteri juga kadang bisa menghasilkan metabolit lain. Istilahnya, mikroba ini berinteraksi dengan senyawa kimia. Pertanyaannya? Dari isolat2 yang tadi kita ambil, adakah: Pertama, mikroba yang tumbuh di media, tapi tanaman bisa tetap tumbuh? Kedua, mikroba tumbuh di media dan tanaman malah tumbuh dengan lebih sehat? Ini tentunya harus dilakukan satu2 untuk pengujiannya. Dari sini, kita akan mendapatkan sesuatu yang saya sebut mikroba pro-phytal. Gabungkan ketiga solusi tadi, maka kita berhasil menemukan langkah awal penemuan media kultur jaringan di mana saja dan kapan saja. Sisanya, hanyalah penyempurnaan. Ntah, dari pengujian ini, berapa jurnal bisa dibuat dan dipublikasikan? Lumayan kan? Apalagi sampai tahap akhir dan dipatenkan? Mungkin ada yang berpikir, apakah saya bodoh dengan menyebarkan ini padahal saya bisa meneliti ini untuk saya sendiri? Hmmm… tidak juga, saya rasa ini bisa jadi proyek bersama dan apalagi jika ada yang mau membantu saya atau melibatkan saya… yah, tinggal kontak saya dan kita akan bisa diskusikan hal ini… Berminat? Sejujurnya ide ini masih bersifat diskrit… untuk kultur saat itu. Untuk kultur berkepanjangan dan terkait tanamannya sendiri, mungkin akan saya bahas lain kali. -AW-

Iklan

One Trackback/Pingback

  1. […] ini saya gabungkan artikel nomer 4 seri ini ke artikel ini sebagai lanjutan seri ke-3 […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: