Skip navigation

Malam pembaca! Di malam minggu atau sabtu malam ini, saya sedang cukup iseng untuk menulis di blog ini, thanks to adek kelas dan teman saya Afif khususnya!

Cerita kali ini cukup serius tapi santai flow-nya untuk dibaca…

Kali ini, saya mau buka kartu atas sebuah grup di WhatsApp (WA) saya. Ya, aslinya ini bahkan saya sempat sebut sebagai “grup bawah tanah” atas sebuah komunitas sains di SMU saya, Al-Izhar Science Community (ASC). Simpel cerita, ketika saya sudah pada akhirnya secara resmi bukan mentor lagi, saya merasa ada jarak antara saya dengan para adek kelas saya di SMU, khususnya angkatan XVI ke bawah (angkatan XVI ekivalen angkatan kuliah 2013). Dengan alasan membuat jembatan penghubung antara alumni termasuk saya ke mereka, lahirlah grup WA bernama XSC. Bukan… ini bukan geng motor (eh itu XTC ya), XSC ini memiliki kepanjangan X-tra Science Community atau juga bisa X-tended Science Community. Grup ini awalnya menjadi percobaan buat saya sendiri untuk menginduksi pengetahuan2 dan sains yang saya tidak bisa berikan selama saya menjadi mentor di ASC akibat satu dan lain hal. Grup ini lahir akibat kesepakatan saya dan Radian (angkatan XVI) biar kita bisa memantau kondisi ASC. Kami sempat membuat program awal:

  1. Mengawasi program ASC sebagai alumni. Aturan main? Kita tidak boleh ikut campur, hanya sebatas menjadi mulut yang bisa mengarahkan dan melalui para anggota aktif saja.
  2. Merancang jaket ASC. Ya, saya dan Radian udah merancang jaket ini semalam suntuk.
  3. Memberi ilmu tambahan yang berguna kepada peserta.

Awalnya, jujur saya agak gemas atas beberapa hal:

  1. Perubahan konsep ASC itu sendiri.
  2. Sisi reaktivitas peserta ASC terhadap poin nomer 1.

Lama2 saya memaklumi poin nomor 2 karena saya sadar mereka masih SMU. Poin nomor 1? Lama2 saya mulai malas karena saya rasa tidak ada yang bisa dilakukan juga untuk itu.

Oh ya… XSC ini sendiri memiliki anggota sebagai berikut:

  1. Saya sendiri… pengawas utama, dan alumni utama di grup, angkatan X.
  2. Radian… alumni kedua, angkatan XVI.
  3. Afif… alumni ketiga, seangkatan dengan Radian.
  4. Angga… alumni keempat, sama dengan Radian dan Afif.
  5. Inu… ya saya tau namanya ajaib… angkatan XVII, sekarang kelas XII atau kelas 3 SMU.
  6. Abi… angkatan XVIII, adek kelas Inu.
  7. Umar… angkatan XVIII, seangkatan sama Abi.
  8. Saje… angkatan XIX, adeknya umar, adek kelas Abi dan Umar.

Alasan saya memilih orang2 ini… kecuali Angga, kami pas pulang dari acara buka bersama ASC saya menyadari banyak konsep2 yang keluar dari mereka. Menurut saya pribadi, saya ga boleh melepas mereka begitu saja. Mereka punya potensi yang perlu saya arahkan. Angga? Saya undang dia dengan permintaan Umar karena ada masalah yang perlu dibahas waktu itu rame2 dan Angga yang ngerti.

Grup ini berdiri saat bulan Juli akhir. Tepatnya 29 Juli 2013.

Waktu berlalu. Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Perlahan grup ini mulai berubah dari grup berlatar ASC, menjadi grup tempat kami bebas curhat, main2, dan sharing info soal sekolah SMU kami yang stau itu. Saya pun menyadari bahwa menempel bayang2 ASC terus menerus pun menjadi parasitik kesannya. Saya pun mengubah nama grup ini menjadi “The Blue Tavern”, kedai biru. Alasan pemberian nama? Biru identik dengan kegalauan. Jadi bisa dibilang grup ini adalah grup galau. Kasarnya sih gitu, tapi ngga… grup ini adalah grup sharing.

Januari ini, saya mengundang 1 anggota terakhir: Kinasih, dari SMP… angkatan XX. Anggota termuda.

Sejenak, saya tidak menyesal dengan pemberian nama yang saya buat itu. Forum ini memang seperti kafe, dengan isi saat ini… (kali ini saya sekaligus memperkenalkan dengan detail para anggota)

  1. Saya sendiri. Anggap saya adalah pemilik utama kafe ini. Saya suka nongkrong di kafe ini, sebagai penyaji dan peramu teh. Teh adalah minuman santai yang pas untuk di sore hari. Kedatangan saya, tak lebih sebagai pembawa cerita atau komentator. Figur kakak? Iya… Mentor… lupakan. Saya siap mendengarkan para pengunjung (baca: anggota grup) berkeluh kesah atau cerita selama saya gak sibuk. Meski begitu, saya termasuk moody dan rada emosian juga.
  2. Radian (Muhammad Radian Agusta) – Angkatan XVI. Cowok Taurus yang keras kepala dan kreatif satu ini  di kafe lebih mirip sebagai bartender. Peracik minuman yang bisa membuat anggota bisa semakin mikir, atau semakin gila di saat yang bersamaan. Khususnya kalau ada yang kebanyakan mikir, bahasa lugas Radian biasanya paling nancep pas dia ngomong. Terlepas dari yang satu ini, dia pendengar yang baik………… kalau dia ga lagi main game.
  3. Afif (Muhammad Naufal Afif) – Angkatan XVI. Afif itu kalau digambarkan di sini… hmmm… seorang cowok Gemini satu ini tuh unik, kadang tengil (walau ga se-tengil orang2 yang saya kenal pada umumnya), dan cukup kalem ketika ada yang punya masalah. Dia mungkin digambarkan sebagai seorang barista, peracik kopi, susu, dan krim di kafe ini. Dia siap memberikan minuman hangat kepada pengunjung dengan harapan bisa membuat suasana ngobrol makin kondusif dan konklusif.
  4. Inu (Median Hardiv Nugraha) – Angkatan XVII. Inu itu cowok Pisces… part time worker di kafe ini. Dia ada, tapi jarang nongol, sekalinya nongol, dia jadi comic relief. Kalau pembaca adalah orang yang ketika sholat mudah terdistraksi, berdoalah ketika Inu sholat di ruangan yang sama dengan kalian agar dia tidak bersin. Karena sekalinya dia bersin, 1 mesjid nyaris ketawa.
  5. Abi (Abdurrahman Saleh) – Angkatan XVIII. Cowok Aries yang berapi2, pengunjung tetap kafe ini dan pelanggan yang sering datang dengan cerita. Petualang, baik dalam mencari hal2 baru di hidup ataupun dalam menemukan hal yang penting di hidupnya. Pianis dan punya ketertarikan pada hal2 terkait komputer. Abi adalah anak dari almarhumah Bu Dra. Yanti Rafliyanti, M.Sc, sang guru biologi saya dulu, inspirator dan mentor yang membuat saya terinspirasi dan bisa berdiri seperti sekarang ini.
  6. Umar (Muhammad Umar) – Angkatan XVIII. Cowok Aquarius  yang kalem tapi menghanyutkan. Dia di kafe ini bagaikan wartawan yang datang dengan berita2 aktual yang diliputnya. Dari dia, kami selalu mendapat update mengenai sekolah kami.
  7. Saje (Sajeela Ahmad) – Angkatan XIX. Cewek Gemini… yang istilahnya “Genki girl” atau gadis-bocah yang selalu ramai (dan suka heboh) dari kafe ini. Selalu menjadi penghidup suasana dan memiliki aura sebagai figur adek dari kita semua. Dia adalah adek dari Umar. Bercita2 sebagai psikolog dan dia sendiri sangat jago dalam menganalisis kondisi (asal ga kebawa emosi). Sering ribut sama Abi.
  8. Kinasih (Kinasih Sekarswara) – Angkatan XX. Cewek Sagitarius yang paling muda di sini. Kalem, pendengar yang baik, dan terlepas umurnya yang muda, dia sangat bijak. Pengunjung terbaru.

Begitulah… kami sesekali membahas hal random di kafe ini.

Meski demikian, grup yang lahir sebagai grup underground ini pun masih punya grup rahasia lagi (yang sekarang bukan rahasia lagi)… The Talking Lips (Bibir2 Yang Berbicara) atau TTL. Anggotanya adalah saya sendiri, Radian, Afif, dan Abi. Saya nampaknya sejauh ini ga berniat menarik orang lagi untuk masuk ke grup ini.

Tujuan awal grup ini adalah memoderasi flow forum di TBT jika mulai di luar kendali atau jika ada masalah di grup itu. Kami juga berwenang untuk menentukan siapa yang masuk dan siapa yang keluar. Selepas itu…

Grup ini adalah grup diskusi kami, yang lebih membahas hal2 rahasia dunia laki2 *tsaaah!!* yang dianggap tabu di muka umum (bahkan di TBT) untuk kita bahas tuntas… tunggu… ini bukan Silet. Ya intinya, kami diskusi lebih personal di sini. Aturan utama: Ga boleh jaim kalo cerita (kecuali terkait hal pribadi yang dalam).

Yang saya suka di sini adalah, saya jadi belajar bagaimana pertumbuhan kognitif manusia. Dimulai dari ketika mereka masih SMP, SMU, kuliah, dan saya sendiri yang sudah lulus. Saya cenderung jadi pendengar yang lebih pasif di TBT (kecuali jika saya harus vokal maka saya akan berbicara langsung ke mereka), tapi saya responsif di TTL.

Menariknya lagi… saya menjadi bercermin. Melihat bahwa ketika saya lebih muda dan melihat diri saya ketika saya sepenuhnya bingung menghadapi situasi dan mencari jati diri saya sendiri. Saya tersenyum melihat mereka.

Sejujurnya… mereka di kedua grup inilah yang membuat saya tidak pernah kesepian ketika saya sendirian di kosan saya di Yogya.

Mungkin bahkan mereka lebih pantas saya masukan namanya di tesis saya bagian lembar terima kasih.

Karena tanpa mereka, saya mungkin bakal jadi pendiam yang selalu berpikir tanpa arah.

Tanpa mereka, saya ga mengingat diri saya sendiri untuk saya tertawakan dan saya rangkul.

Senang rasanya jadi teman sekaligus jadi kakak… saya sejujurnya berharap agar saya bisa melihat mereka semua ini tumbuh, ber-ko-adaptasi sama2 sampai mereka dewasa dan sukses…

…karena dari dulu, yang saya cari adalah mereka yang tulus dalam berteman bagaikan saudara untuk saya sendiri yang menjadikan tempat sekosong apapun, kondisi hati sekacau apapun menjadi ramai dan cerah.

Karena yang saya cari adalah sesuatu yang menjadi rumah untuk hati saya…

-AW-

Iklan

2 Comments

  1. TBT dan TTL Memberikan sebuah goresan baru di dalam buku kehidupan 2014 gw… Semua adalah keluarga.. Terima kasih Kak Adit.. Semoga persaudaraan kita tetap ada dan terus ada.. Aamiin. | Makasih kak, udah sharing hal-hal yang fun gokil dan berharga!! -Afif

    • Sama2 Fif! Tetep berbagi yak! 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: