Skip navigation

Sejujurnya ini momen pertama di blog ini saya akan menulis tentang film yang udah saya tonton… Ini bukan ulasan atau review. Ini cuma tulisan random saya dan saya pun mencoba nulis pake campuran bahasa Indo dan Inggris, karena semuanya ga mungkin saya ubah ke Bahasa Indonesia. Itu ga asik. Saya udah males denger film dubbing-an di TV kita. Sekali lagi, ini bukan ulasan! Sisanya… MAJOR SPOILER ALERT!

Bahkan yang ini… film Disney. Iya emang… dulu saya nonton Snow White, Cinderella, tapi abis itu skip. Alasan lugu saya? Itu… girlish banget. Hahaha.

Sampai akhirnya kemaren, tanggal 28 Desember 2013. Thanks to adek kelas dan temen saya, Azza yang udah nemenin nonton film ini.

Oke, cerita saya sampai saya bisa nonton ini diawali gara2 adek kelas saya yang lainnya, Abi, yang membuat saya penasaran kenapa semua orang pada penasaran sama film ini. Pas saya mau nonton aja, seorang temennya Azza, yang cowok pun bilang film ini keren banget sampe udah nonton berkali2. Wow. Oke deh… let’s dig it in!

Frozen_(2013_film)_poster

Whoaaaaaaa…

Awal nonton, saya berpikir ini pasti settingnya di daerah kutub atau semacamnya. Es di mana2, ada penambang es dan ada 1 orang bocah laki2 yang ikutin para penambang itu. Dengan lagu “Frozen Heart” yang cukup manly. Terus scene bergeser ke 2 orang gadis bocah, Elsa dan Anna, yang ternyata adalah 2 orang putri kerajaan Arandelle. Elsa di sini lebih tua dari Anna dan ia diberkahi (atau kutukan ya?) kekuatan cryokinesis atau bisa mengendalikan es. Mereka berdua main es, Elsa ngebuat salju, dan ngebuat boneka salju. Sampai di satu bagian, Elsa salah mengarahkan dan kena ke kepala Anna. Saya nebak2, wah jangan2 ntar buta. Nope…

Keluarga kerajaan itu pun membawa mereka… ke teritorial suku troll yang bentuknya kayak batu. Dari jauh, si bocah penambang es tadi ikut ngeliat dan kaget. Tetua Troll bilang bahwa itu untung kena kepala, karena kalau jantung udah ga bisa disembuhkan. Ntah tapi kemudian, saya juga bingung… solusi yang diberikan adalah memori Anna diubah, ngebuat dia ga punya memori apapun lagi soal kakaknya yang bisa cryokinesis. Elsa? Setelah itu, dia di”kurung” di kamar, dikasih sarung tangan, dan lahirlah arc words itu:

“Conceal, don’t feel…” (Sembunyikan… jangan dirasakan)

Lalu… waktu berlalu. Lagu “Do You Want To Build A Snowman?” dinyanyikan sama Anna. Lagu ini… merupakan salah satu gambaran sempurna mood swing di awal film ini buat saya. Dimulai dari Anna nyanyi dengan nada seneng…

Anna (bocah, kayak di awal cerita): *tok tok!!* “Elsa? Do you want to build a snowman? Come on let’s go and play. I never see you anymore. Come out the door. It’s like you’ve gone awaaaaaay… We used to be best buddies and now we’re not… I wish you would tell me why. Do you want to build a snowman? It doesn’t have to be a snowman…”

Elsa (bocah): “Go away, Anna…”

Anna: “Okay… byeeeee…”

Bagian ini, saya masih ngeliat ini lucu… walau sedih sih. Saya melihat sebagai figur seorang kakak tertua di keluarga. Biasa main sama adek yang bungsu. Terus dilarang, karena kalo saya main, bisa nyakitin dia.

Yeah, kalo saya punya cryokinesis sih beda cerita, setting di film ini kekuatan itu sinkron dengan emosi. Bayangin kalo pengguna kekuatan itu adalah cowok, dan iseng. Meh, oke skip… balik lagi…

Time skip

Anna (remaja, gila… berapa taun dia nyanyi lagu ini terus??):  *tok tok!!* “Do you want to build a snowman? Or ride our bikes around the halls. I think some company is overdue, I’ve started talking to the pictures on the walls… Hang in there Joan! It gets a little lonely. All these empty rooms. Just watching the hours tick by… *tik tok tim tok*”

Kali ini Elsa gak ngegubris adeknya…

Suasana yang tadinya cerah… berubah lebih gelap ketika sang raja dan ratu (ortu kedua anak ini) harus pergi, kayaknya untuk kunjungan kerajaan. Mereka berlabuh naik kapal, kapal itu kena badai di laut. Ombak yang besar banget datang… sekali sapu… kapal itu ilang. Cuma sisa layarnya aja. Ga ada suara, ga ada tanda2 yang selamat. Lagu berubah jadi lebih sedih…

Gambar ganti ke gimana dua putri tadi mengunjungi pemakaman kedua orang tuanya. Mereka berdiri di 2 nisan besar. Terus keduanya pulang.

Anna (lebih dewasa): *tok tok!!* “Elsa… Please I know you’re in there. People are asking where you’ve been. They said “Have courage”, and I’m trying to . I’m right out here for you, just let me in… We only have each other. It’s just you and me. What are we gonna do? Do you want to build a snowman?”

Anjir… ada ninja naro bawang di depan mata gw… hiks… AAAAAAAAAA!!!!

Waktu berjalan… Arandelle butuh pemimpin baru. Elsa, sebagai anak tertua dan putri mahkota, akan dilantik jadi seorang ratu. Masalahnya… dia akan pergi ke dunia luar. Gimana kalo semua orang tau dia kayak penyihir? Atau kacaunya lagi… gimana kalau dia salah ngelakuin sesuatu dan kecelakaan besar terjadi?

Anna… dia yang selama ini sendiri terus, seneng banget karena akhirnya semua orang bakal dateng ke istana. Dengerin lagu “For The First Time In Forever”, kedengeran banget gimana dia senengnya. Hal random adalah, Anna pas ke luar kastil ketemu pangeran yang namanya Hans.

Pikiran saya? Yah… pasti bakal sama dia. Tipikal fairy tale. Kocaknya lagi, di momen lain di hari pelantikan itu, Anna & Hans jalan2 di luar, nyanyi “Love Is Open Door” dan di bagian akhirnya…

Hans: “Can I say  something crazy? Will you marry me?”

Anna: “Can I say something even crazier? Yes!”

THAT… WAS… QUICK…

Pikiran saya bilang… damn… enak banget jadi pangeran… semua cepet… oke, skip!

Balik ke istana, Anna minta restu kakaknya untuk nikah. Untungnya (buat saya, yang sepikiran), Elsa nolak. Alasan? “You want to marry someone you’ve just met??”

Anna berusaha meyakinkan Elsa, di satu kejadian dia menarik sarung tangan kakaknya dan secara ga sengaja dia ngeluarin kekuatan es nya. Semua orang kaget. Elsa terpaksa keluar kastil karena terpojok, tapi hal yang lebih parah terjadi, kekuatan dia semakin ga terkendali. Akhirnya Elsa lari ke luar kerajaan, lari melewati teluk yang beku untuk setiap langkah kaki yang dia tapakkan dan pergi menjauh. Anna pergi nyusul setelah minta Hans bertugas memegang kerajaan untuk sementara.

Elsa tiba di sebuah pegunungan di daerah utara kerajaan. Melihat semuanya dari jauh, sendirian… di satu sisi ia akhirnya bisa melepaskan kekuatannya tanpa ragu lagi. Lagu “Let It Go” dinyanyikan…

Elsa: “The snow glows white on the mountain tonight, not a footprint to be seen. A kingdom of isolation, and it looks like, I’m the queen. The wind is howling like this swirling storm inside. Couldn’t keep it in. Heaven knows I tried.

“Don’t let them in. Don’t let them see. Be the good girl, you always have to be. Conceal, don’t feel. Don’t let them know…”

Well now they know…

Let it go… let it go… can’t hold it back anymore. Let it go… let it go… turn away and slam the door…

I don’t care what they’re going to say… let the storm rage on… the cold never bothered me anyway…

It’s funny how some distance makes everything seem small, and the fear that once controlled me can’t get to me at all…”

Dari sini, gw mangap… kagum…

“It’s time to see what I can do to test the limits and break through. No right, no wrong, no rules for me… I’m free!”

Screen Shot 2014-01-11 at 9.22.51 AM

“Let it go! Let it go! I’m the one with the wind and sky! Let it go! Let it go! You’ll never see me cry…Here I stand and here I stay! Let the storm rage on!”

Screen Shot 2014-01-11 at 9.23.03 AM

“My power flurries through the air and through the ground! My soul is spiralling in frozen fractals all around!  And one thought crystallizes like an icy blast! I’m never going back, the past is in the past!”

Screen Shot 2014-01-11 at 9.23.54 AM

“Let it go! Let it go! And I’ll rise like a break of dawn! Let it go! Let it go! That perfect girl is gone! Here I stand in the light of day!

Let the storm rage on!

The cold never bothered me anyway…”

Okay… THIS is definitely the best moment of 3:39 minutes of this film! And up till now, I’m still mesmerised!

Sementara itu, Anna ketemu Kristoff dan rusa kutub nya, Sven di sebuah… ummm… penginapan atau toko (saya bahkan kurang yakin itu apa) setelah Kristoff nyindir si yang jualan di toko (tadinya mau beli wortel). Pada akhirnya Anna yang beliin wortel dan minta Kristoff & Sven buat nganterin ke pegunungan utara… dengan rada maksa.

Di jalan, Kristoff nanya kenapa Anna harus pergi, akhirnya dia cerita semua yang awalnya dia mau minta restu buat nikah, dan Elsa akhirnya pergi… 1 hal yang disorot:

Kristoff: Do you seriously want to marry a guy you just meet??

Anna: Of course!

Kristoff: Do you know everything about him??

Anna: Yes!

Kristoff: What’s his last name?

Anna: …of the Southern Isles!

Kristoff: Favorite food?

Anna: Sandwiches!

Kristoff: Best friend’s name?

Anna: Probably John…

Kristoff: Eye color?

Anna: Dreamy…

Kristoff: Foot size?

Anna: Foot size doesn’t matter!

Errr… okaaaaay… Saya ngakak bagian Kristoff cerita kalo “Cewek harus tau bahwa cowok itu punya kebiasaan buruk yang dia ga bakal tau sampe kenal… misal… makan upil.” WAAAAAT? Yeah, buat para cewek2… itu bener! Eh tunggu… ngga2, kami para cowok2 ga makan upil kok! (iya kan?)

Di tengah jalan, mereka dihadang kawanan serigala. Setelah mengorbankan beberapa barang (buat dibakar dan ngusir) termasuk kereta saljunya, akhirnya mereka berhasil kabur. Terus mereka ketemu Olaf, boneka salju yang hidup. Olaf sebenernya adalah boneka salju yang dibuat Anna & Elsa di awal film. Kali ini, dia hidup. Mungkin karena kekuatan Elsa semakin kuat. Olaf nanya, kenapa mereka ke situ dan Anna bilang dia harus ketemu Elsa untuk mengakhiri musim dingin yang dibuat kakaknya. Hal kocak adalah ketika Olaf ngebayangin dia di musim panas gimana.

Kristoff: “I’m gonna tell him…”

Anna: “Don’t YOU DARE!”

Olaf: “IN SUMMEEEEEEEEEERR!!!!”

Kristoff: “Somebody’s gotta tell him…”

Akhirnya mereka tiba di istana es punya Elsa. Anna mencoba meyakinkan Elsa untuk balik dan ngasih tau bahwa akibat kekuatan dia, Arandelle sekarang musim dingin permanen (tadinya musim panas). Elsa bilang ke Anna kalau dia ga mau balik dan biarin dia di situ. Karena 1 hal ke-gaksengajaan, Elsa nyerang Anna dan kali ini kena jantung. Akhirnya dengan bantuan Kristoff, Anna dibawa ke tempat para troll lagi, setelah diusir keluar dari istana es… dengan bantuan Marshmallow, golem salju buatan Elsa yang berperan sebagai penjaga istana. Di jalan pada akhirnya Anna sadarkan diri. Mereka terus tiba di tempat para troll. Ternyata troll itu yang menjaga Kristoff dari kecil. Senang karena dia bawa seorang gadis, yeah… para troll ini mencomblangkan mereka.

Sampai akhirnya Tetua Troll datang dan bilang Anna dalam kondisi bahaya, dan dia hanya bisa disembuhkan oleh “aksi yang menunjukkan cinta yang sesungguhnya” (act of true love). Akhirnya mereka sepakat untuk balik ke Arandelle dan mempertemukan Anna dengan Hans. Otak saya bilang… yah… standar dong…

Terlalu lama nunggu, Hans ngebawa pasukan buat menyusul Anna dan dia berhasil ke istana es Elsa. Setelah berusaha meyakinkan tapi gagal, dan akibat kecelakaan kecil, Hans berhasil ngebawa Elsa balik dan memenjarakan dia di ruang bawah tanah dengan tangan diborgol penuh.

Di sisi lain, Kristoff berhasil menuntun Anna balik ke Arandelle… dengan Olaf nyasar ke pemukiman penduduk (dan bikin panik warga). Akhirnya Anna ketemu Hans dan minta dicium. Bagian ini, jujur saya mau bilang… “Buset lo desperate amat mbak??”

Sampai… ini plot twist yang paling saya ga duga. Hans bilang bahwa sebenernya dia ga sayang Anna, dia cuma pengen mencari jalan buat mendapatkan kerajaan. Anjrit… ini ga ada tanda2 sebelumnya. Rapi banget. Pangeran yang dari awal kesannya baik banget dan heroik, ternyata dia antagonisnya! Ini serem sih, seseorang yang so twisted dan bisa memalsukan kesan cinta sejati. Sosiopat…

Hans mengunci Anna di ruangan dan bilang ke semua orang bahwa Anna mati, dan dia mengaku kalo sekarang dia lah rajanya, plus… Elsa harus dihukum mati. Dia pun ngunjungin Elsa dan bilang Anna sekarat gara2 dia. Hasilnya? Badai salju.

Ga jauh dari kastil… Sven meyakinkan Kristoff buat kembali, karena dia ngeliat kalo Kristoff sebenernya suka sama Anna. Setelah dari jauh dia melihat badai saljunya semakin kuat di Arandelle, dia pun bergegas balik ke Arandelle.

Olaf… just in time, dia berhasil menyelamatkan Anna yang kedinginan dan pelan2 bakal beku karena serangan Elsa tadi, ditambah dan dipercepat sama lingkungannya yang dingin (Hans selain ngurung, matiin perapiannya). Olaf menyalakan perapiannya lagi dan mulai meleleh… Anna bilang bahwa dia meleleh (obviously). Olaf bilang…

“Some people is worth melting for.”

Akhirnya dia ngebawa Anna keluar, tapi badai kuat banget. Di sisi lain Kristoff dan Sven lari nyari Anna, percaya bahwa dia lah yang bisa menyembuhkan Anna. Di sisi lainnya lagi, Hans bilang bahwa Anna mati ke Elsa, ngebuat seluruh salju berhenti di tempat. Pasrah sama semua rasa sakit, ketika Hans mengayunkan pedangnya Elsa cuma bisa menunduk. Tapi di waktu yang tepat, Anna datang menahan pedangnya, dan beku di tempat dan ngebuat pedang Hans pecah karena ketahan es (Anna). Momen mengatakan… everyone failed to save Anna.

Tapi ternyata… es di Anna mencair dan dia kembali normal. Dia kembali normal karena apa yang dia lakukan ke kakaknya itu lah act of true loveRight… love between siblings (jangan mikir macem2). Elsa pun sadar, ketika rasa takut dan sedih membuat semuanya beku, cinta itu mencairkan. Dengan perasaan senang dan cintanya, Elsa mengakhiri musim dingin itu dan ngebuat semua es mencair. Olaf? Elsa ngasih awan es personal biar dia ga cair…

Pada akhir cerita, Kerajaan Arandelle dibuka untuk siapapun dan ga bakal ditutup lagi. Semua orang bebas main ice skating di istana yang lantainya beku oleh sihir Elsa. Hans ditahan dan dibawa pulang ke kerajaan asalnya. Anna dan Kristoff jadi pasangan.

Selesai!

Oke… gw kagum ama ini film walaupun tetep, gw masih mempertanyakan beberapa hal:

  1. Kenapa solusi di awal film buat Anna itu harus diubah memorinya?
  2. Kenapa solusi di awal film buat Elsa itu adalah dia harus dikurung, menutupi kekuatannya… atau dibuat bisa menguasai kekuatannya sendiri tanpa tuntunan?
  3. Sihir di Elsa itu sebenernya dari mana? Kutukan? Darah keturunan kerajaan yang langka?
  4. Sebenernya Kristoff itu orang tuanya di mana dari awal cerita?
  5. Apa Elsa sadar bahwa dia ngebuat Olaf hidup?

Yeah… sisanya saya biarkan kalian menjawabnya sendiri…

Anyway… setelah end credits film, Marshmallow balik ke istana es. Dia nemuin mahkota (tiara) punya Elsa dan dipake sendiri ke kepalanya… itu kocak!

Moral atau kesimpulan cerita menurut gw:

  1. Ketika kesedihan itu dingin, cinta itu hangat.
  2. Cinta itu ada di mana2, ga harus oleh pasangan. Tapi sebuah aksi kita ke keluarga dan ke lingkungan juga bisa merupakan cinta.
  3. Jika ada seseorang yang memiliki kemampuan khusus (autisme, ada penyakit atau ekstrimnya psikis, atau indigo), jangan biarkan mereka sendiri! Bimbing mereka, ajarkan mereka dengan kasih sayang dan biarkan mereka mengendalikan apa yang mereka punya. Menahan kemampuan mereka sama aja menyimpan bom waktu yang bisa meledak setiap saat.
  4. Jangan pernah mengubah seseorang atas apa yang dia punya. Kekuatan khusus, sifat yang emosional atau semacamnya. Ajarkan mereka untuk mengendalikan sehingga mereka bisa hidup dengan itu menjadi dirinya sendiri. Kita kadang cukup egois untuk meminta mereka jadi sesuatu yang kita mau, padahal mereka belum tentu suka.
  5. Jangan sembarangan milih pasangan hidup, apalagi ga jelas asal-usulnya.
  6. Cewek kalo jadi penyihir itu serem, biarpun sihirnya itu datang dari kesedihan (cewek marah aja serem, uy). Tapi setelah saya pikir2 lagi, cowok lebih serem… mereka bisa mengendalikan emosinya dan belajar menggunakannya dengan logika yang dalam.
  7. Andai saya ketemu seseorang yang bisa sihir, saya mau kenalan sama dia dan saya bawa ke lab saya. Daripada heboh2 dibawa ke berita dan mengundang kontroversi, gimana kalau kita analisis jadi kita bisa aplikasikan? Ya gak??

Begitulah dari saya… gimana menurut kalian?

AW’s Film Rating: 8.5 of 10

Film ini sangat menarik, bahkan temen2 saya yang cowok (sebut saja Radian) jadi temen diskusi saya soal film ini sampe sekarang. Hahaha!

-AW-

Iklan

2 Comments

  1. Sebelum nonton, awalnya saya memandang film ini cuma sebagai film “kartun” biasa. Tapi kenyatannya film ini banyak menyajikan hal-hal yang tidak terduga dan mengundang kekaguman. Macamnya kartun singkat “Get a Horse”–yang diselipkan di awal film–memadukan animasi jadul dan animasi 3D yang tidak saya sangka.

    Saya mulanya juga berpikir kalau berbagai insert song di animasi ini membuatnya menyerupai drama musikal yang mana saya kurang begitu suka. Tapi lagi-lagi saya salah, karena di tiap insert song saya menjumpai banyak pesan “harapan”, macamnya Anna yang berharap akrab kembali dengan kakaknya dan Olaf yang mengharap musim panas. Yang terakhir ini membuat saya mencari clipnya di Youtube dan mendownloadnya supaya bisa saya putar berkali-kali. 😀

    Memang, film ini juga memiliki beberapa kekurangan yang menggiring para penontonnya untuk berpikir, hahaha. Semacam unsur politik kerajaan Arandelle tidak ditampilkan secara rinci. Bagaimana kelangsungan kerajaan setelah raja dan ratu meninggal? Kok bisa-bisanya Hans dengan mudah mengambil alih kerajaan? Apakah kerajaan tidak punya dewan pemerintahan? Saya berpikir positif saja, karena film ini menyasar penonton anak-anak, alhasil politik kerajaan hanya ditampilkan sekedarnya saja.

    Terlepas dari itu semua, film ini memang cocok dijadikan sebagai tontonan keluarga. Tema “true love” yang diangkat sangat mengena. Saya suka lirik dari insert song “fixer-upper” berikut:

    We’re not sayin’ you can change him, ’cause people don’t really change.
    We’re only saying that love’s a force that’s powerful and strange.
    People make bad choices if they’re mad, or scared, or stressed.
    Throw a little love their way.
    True love brings out their best!

    Dan saya sering senyum-senyum sendiri kalau mengingat petikan dialog Olaf:

    “Let’s go kiss Hans! Who is this Hans?”

    • Tambahan kak: Film ini kayaknya mungkin semacam obat kangen buat para generasi yang di masa kecilnya suka cerita Disney, yang kebanyakan emang menyoroti fairy tale. Dikemas menjadi sesuatu yang beda kali ini, Disney berhasil memukau penontonnya to the max, mulai dari plot cerita yang lebih kompleks dan makna yang mengikuti jaman juga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: