Skip navigation

Wah, sudah lama rasanya saya tidak menulis di blog ini. Bahkan sekarang sudah lewat 7500 viewer. Terima kasih buat yang mau membaca!

Sekarang ini, selain saya sibuk dengan blog kuliner saya, saya sendiri lagi agak kewalahan dengan kuliah saya. Saat ini saya sedang mengambil program Pemuliaan Tanaman di Pascasarjana Fakultas Pertanian UGM, Yogya. Memasuki tempat ini, saya sejujurnya sempat culture shock. Kenapa? Saya hanya bersepuluh di kelas, itu pun satu angkatan masuk. Awalnya, saya sudah stand by dengan segala individualisme kuliah, sebagaimana yang saya telah ditempa sebelumnya di Bandung. Berpikir sejenak, di S1 saja kompetisi antar mahasiswa di biologi ITB itu gila2an, bagaimana di S2? Alhamdulillah, kekhawatiran saya itu tidak sepenuhnya benar. Karena individualisme yang dituntut di S2 ini adalah lebih ke inisiatif untuk tesis dan membuat tugas. Alasan? Godaan di sini banyak. Buat malas2an, dan buat jalan2. Gangguan dalam 1 semester lumayan macamnya, mulai dari putus cinta, jalan2 ke Bandung, jalan2 ke Singapura, sampai makan2 di restoran Aceh yang membuat saya sakit perut akibat kepedasan.

Oke, tadi itu cuma basa-basi. Mengingat kembali, skripsi saya yang edan pisan itu (baik isinya, sampai panjang namanya).

Pengaruh Pemberian Senyawa Nitrosometilurea Terhadap Pembentukan Daun Variegata Merah Putih Pada Tanaman Aglaonema Dengan Metode Bombardir Partikel.

Mengutip Raditya Dika, judul skripsi emang panjang dan intimidatif, saya setuju sekali. Saya akan membahas penelitian saya satu itu dengan bahasa awam. Begini, tau tanaman Aglaonema kan? Tanaman hias yang daunnya warna-warni dan bercorak aneka ragam. Yang namanya tanaman hias, butuh peningkatan keragaman untuk menambah nilai jual. Untuk bisa seperti itu, cara paaaaling gampang adalah penyilangan. Masalah? Lama. Bayangin, buat dapat 1 hasil silang, dibutuhkan 1-2 umur hidup yang melibatkan tanaman induk dan anakan. 2 generasi, dan bisa 2 musim. Solusi? Bermain dengan metode mutasi atau mutagenesis. Tanaman diklon dengan kultur jaringan, tambah mutagen yang diinginkan untuk perlakuan (fisik dengan radiasi, atau kimiawi dengan senyawa2 seperti nitrosometilurea tadi). BAM! Hasilnya macam2. Bisa ada warna putihnya, warnanya memudar, atau semacamnya. Waktu? Paling cuma 3 bulan untuk perlakuan awal, tambah 6 bulan untuk stabilisasi setelah dipindahkan ke tanah. Cuma 1 generasi. Masalahnya ya itu, lebih mahal. Penelitian saya fokus ke multiplikasi klon dari tunas samping Aglaonema hingga 500 tunas. Dibawa ke NTU, diberi NMU dengan cara ditembak, didiamkan di ruang gelap selama 3 minggu, ditumbuhkan di rak cahaya, dan diamati. Hasilnya menarik. 8 mutan dihasilkan. Pelajaran yang saya dapat: Manipulasi materi genetik dengan mutasi. Pertanyaan lanjutan: Terus apa? Seperti hasil mutasi pada umumnya, hasilnya acak. Andai saya mau tanaman dengan hasil berparameter warna yang diinginkan, saya butuh mencari tau apa yang harus saya manipulasi, dan saya otak-atik.

Dari ITB, saya mendapat bimbingan dari Ibu Dr. Totik Sri Mariani, M.AGr dan arahan dari seorang professor (sekarang udah mengundurkan diri dari profesinya) dari NIE-NTU, Prof. Tet Fatt Chia. Saya dapat segudang ilmu.

Sekarang, di bawah sayap UGM, saya bertemu Bapak Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc yang akan menjadi pembimbing tesis saya. Beruntung pula, dengan diskusi beberapa saat dengan beliau, saya akhirnya mendapatkan rencana penelitian tesis saya untuk menyilangkan jagung dan analisis molekuler. Berhubung belum berjalan, saya ga mau spoiler judulnya. Saya akan belajar analisis genetika molekuler di sini. Metode marka mikrosatelit atau Single Sequence Repeats (SSR) dan deteksi gen spesifik antosianin, pigmen warna merah-biru-ungu di tanaman.

Marka mikrosatelit atau SSR itu apa? Bayangin gini: Kita punya DNA sebagai rak genetik kita yang tersusun dari 4 huruf: A, G, T, dan C. Kode yang begitu banyak itu tersimpan pada inti sel kita. Ada kondisi di mana kode2 itu bakal ngebentuk pola yang bisa berulang, kayak AAGCAAGCAAGC atau semacamnya. Pola ini namanya mikrosatelit (mengenai definisi, mohon koreksi kalau ada salah). Mikrosatelit DNA ini bisa dideteksi untuk mencari kekerabatan antar gen pada varietas2. Terus deteksi gen (DNA) antosianin? Kita semua tau, ada namanya proses metabolisme. Misal di manusia, untuk tubuh kita membuat pigmen merah di darah (hemoglobin) itu kompleks: DNA ditranskrip jadi RNA, RNA ditranslasi jadi protein awal yang bakal dilipat jadi protein spesifik dan dengan aparatus golgi bakal dibawa ke bagian spesifik sel atau luar sel. Protein ini bisa memicu gen lain untuk memulai pembuatan protein lain, atau protein ini membantu proses pembentukan senaywa tertentu sebagai biokatalisator atau enzim. Aduh, kok ribet ya… gini deh:

DNA –> RNA –> Protein A –> Protein yang bisa mempengaruhi DNA –> DNA mengekspresikan protein B –> Protein B membuat senyawa 1 –> Senyawa 1 diubah dengan protein lain (2) jadi senyawa 2, dst hingga senyawa X didapat.

Nah, intinya ada banyak bagian dari DNA yang diperlukan untuk membuat protein A, B, C, dan seterusnya untuk proses pembuatan senyawa X di tubuh. Yang kita bisa deteksi, bagian DNA mana sih yang mengkode protein A, B, C, dan seterusnya? Ini bisa dilacak, dan ngebantu untuk analisis perbandingan. Misal ada tanaman warnanya merah, ungu, pink, dll. Pola ekspresi gen antosianinnya pasti beragam. Ntah senyawa yang dihasilkan sedikit, atau ada proses yang beda akibat protein tambahan atau ada protein yang gak ada. Ini bisa dideteksi, dan inilah yang bakal saya lakuin semester depan untuk tesis.

Hmmm… mutasi, analisis genetika, selanjutnya apa ya? Saya sejujurnya pengen belajar soal rekayasa genetika. Apa? Pembaca ada yang anti organisme hasil rekayasa genetika (GMO)? Hei2, sebentar. Saya, di sini mau belajar punya alasan sendiri dan atas ambisi sendiri. Bukan untuk bikin ribut dan mencemari planet dengan makhluk2 aneh buatan saya. Nanti akan saya bahas.

Dari rekayasa genetika, saya mau mengejar ilmu biologi sintetik (synthetic biology). Ilmu yang “God-like” karena berusaha membuat makhluk hidup yang diinginkan ini, memang ingin banget saya pelajari. Siapa sih yang ga mau ngebuat sel fungsional, dengan karakter yang diinginkan, dan bisa dengan kode2 yang mencerminkan nama kita di DNA nya? Lucu sih, saya mau. Emang kenapa? Mau jadi dewa? Nggak. Saya cuma mau mencari batas, batas tertinggi pengetahuan manusia atas kehidupan yang Tuhan berikan di bawah langit-Nya yang tanpa batas ini. Harapannya, ditengah keributan manusia atas agama di bumi ini yang semakin abstrak, semakin ekslusif dan merasa benar, bahkan untuk agama saya sendiri, dan tentu dengan bantuan kitab agama saya dan bimbingan Sang Pembawa Berita-Nya, saya ingin mencari definisi hidup dan ilmu Tuhan yang bisa saya dapati sendiri. Saya ateis? Saya sekuler? Ngga, saya berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan sebisa saya sendiri, karena saya bingung sama pemimpin2 agama saya saat ini. Itu aja.

Balik lagi ke hal keilmuwan tadi. Terus gimana? Saya bingung sih, dari UGM ini, saya harus lompat ke mana? Saya mau jadi dosen, tapi saya juga mau belajar ke seberang sana. Saya pengen ke Eropa atau Jepang untuk tahap PhD saya. Pertanyaannya, topik apa yang akan menjembatani saya dari ilmu biotek saya tentang mutasi dan analisis genetika, ke biologi sintetik ini, lalu saya harus ke mana?

Saya harus tahu, karena tahun depan, usaha saya… untuk semua ini harus jalan, dan segala proses kehidupan saya bakal berputar lebih cepat lagi dari tahun 2013 ini (yang bahkan udah cepat banget menurut saya).

-AW-

Iklan

6 Comments

  1. Halo Adit! Kalau bicara tentang tugas akhir–entah itu skripsi, tesis, atau disertasi–ujung-ujungnya mahasiswa selalu didorong untuk menghasilkan sesuatu yang baru yang bisa bermanfaat bagi umat manusia dan memang ya pasti bakal “nyerempet” ke hal-hal yang “Godlike”.

    Tapi tenang aja Dit, manusia kan masih punya apa yang disebut moral, sesuatu yang menentukan ilmu pengetahuan mau dibawa ke mana. Contohnya aja, dari tahun 1945 manusia sudah kenal yang namanya bom atom. Sekali meledak, banyak manusia mati. Tapi kan ya sampai sekarang manusia nggak sedang main perang-perangan bom atom kan? hehehe.

    Saya senang dengan semangatmu menekuni bidang ilmu yang kamu pelajari sekarang. Saya sendiri latar pendidikannya matematika. Ilmu matematika juga bisa “nyerempet” ke hal-hal “Godlike” semacam dari bilangan 0 dan 1 manusia menciptakan sistem komputer dan akhirnya bermunculanlah manusia-manusia yang hendak menguasai dunia dengan komputer. Hahaha.

    Asal kamu tekun dan tetap taat beribadah, semua yang kamu jalani dan rencanakan bakal baik-baik saja Dit.

    • Wah ga nyangka kakak langsung nemu blog saya yang ini. Makasih kak atas dukungannya yah! 😀

      BTW, kakak angkatan berapa di ALIZH?

      • Angkatan 7. Saya ini klo nyari blog orang lumayan cepet, hehehe.

        • Adit W
        • Posted Januari 11, 2014 at 10:07 pm
        • Permalink

        Hehehe… tapi iseng juga kak nyari blog saya :p

        Oke deh. Mampir2 ke artikel lain ya kak!

  2. Sangat menarik ( penelitiannya lho … Hehehe bukan orangnya 😀 ) becanda..

    Kayaknya agan ini salah satu calon prof nya botani indo ya …

    Titip ya kembangin varietas buah tin agar besar tahan lama dan produktif..

    Anyway , nice blog 🙂

    • Aamiin… mohon doanya ya gan 🙂

      Thanks udah mampir! 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: