Skip navigation

Ada yang tau pohon beringin kembar di Alun-Alun Kidul (Selatan) Keraton Yogyakarta? Yang ini nih!

Beringin Kembar Keraton

Diambil tanggal 23 Maret 2013, malem2. Keren ya?

Ada sebuah cerita di masyarakat… entah saya perlu menyebutnya takhayul atau mitos, yang mengatakan bahwa jika kita berhasil melewati jalan di antara kedua pohon ini, maka keinginan kita akan tercapai.

Orang yang membaca kalimat di atas pasti berpikir satu di antara ini:

  1. Ah, syirik itu! Berdoa ya kepada Tuhan sama kerja kalo keinginan mau tercapai! Masa percaya sama pohon??
  2. Ah, kalo ga mungkin! Ya kali keinginan bisa dateng begitu aja tanpa kerja!

Kalo kalian berpikir hal semacam 2 poin di atas, maka selamat… saya akan bilang, “PEMIKIRAN ANDA SANGAT DANGKAL!”

Ada sebuah pesan moral yang sesungguhnya bisa didapat dari urban legend satu ini. Ya, waktu itu saya bersama kedua sohib saya, Aria dan Dwiki. Aria yang berperan sebagai ahli budaya di perjalanan ini, Dwiki yang berperan sebagai penguji di lapangan, dan saya yang mencoba menganalisis melakukan penelitian untuk mengeceknya. Berikut prosedurnya:

  1. Yang diuji diminta menutup matanya.
  2. Yang diuji diminta jalan lurus. Pengamat hanya boleh mengatakan kalo ia ada di sekitarnya, ga boleh bilang dia jalannya lurus apa ngga dan harus mendampingi si yang diuji sampai dia bener2 belok dari arah pohon, nabrak pohonnya, atau bener2 udah melewati jalan di tengah pohonnya.
  3. Faktor internal yang diamati: langkah kaki, arah gerakan, apa yang dirasakan si yang diuji.
  4. Faktor eksternal yang diamati: lekuk permukaan tanah yang dilewati (adanya rumput, akar pohon, tanah pasir, dll).

Hasilnya:

  1. Kecepatan kayuh kaki kanan-kiri masing2 itu beda.
  2. Pola gerakan kaki masing2 itu beda (ada yang ngayuh ke atas banget, ada yang nyeret).
  3. Tanah yang dilewati kita itu ada yang mulus (rata berpasir), sedikit cekungan, berumput, ada naikan dikit, dan ada yang dilewati akar pohon beringin.
  4. Suasana rame, bombardir suara dari segala penjuru kadang bikin puyeng.
  5. Saat mata ditutup, kita fokus ke 2 hal: posisi kepala terhadap arah lurus yang dipersepsikan otak, dan posisi gerak kedua telapak kaki terhadap arah lurus di atas tanah.

Sadarkah kalian bahwa dari hasil penelitian singkat itu bisa ditarik kesimpulan yang bijak berupa:

  1. Bagaimana orang melangkah itu beda caranya, itu adalah signature setiap orang. Ekstrimnya, ada yang pincang dan ada yang ngga. Well, yang penting percaya diri! Kita harus bisa menghargai diri kita sendiri dengan percaya pada diri kita sendiri dalam menghadapi masalah, dengan cara kita sendiri.
  2. Dalam hidup itu, semua yang dilakukan untuk mencapai keinginan itu belum tentu mulus. Efek interaksi dengan orang2 di sekitar kita (baik itu pujian dan hujatan), mulus-tidaknya jalan kita itu adalah pelajaran yang bisa kita ambil selalu. Semua tergantung bagaimana kitanya, ambil sebagai pelajaran, atau berhenti karena menyerah? Winner never quit, quitter never win!
  3. Hal yang paling penting, jika kita punya keinginan adalah FOKUS! Ada yang pernah menonton film/baca novel “5 cm”? Ada kutipan kata yang sangat menarik di dalamnya yang intinya adalah taruh cita-cita kita 5 cm di depan kening kita, dengan begini kita akan fokus dan akan terus maju untuk mengejarnya. Iya dong! Dengan analogi beringin ini juga bisa. Jika kita ga fokus, kita akan nyasar dan nabrak. Kalo kita ga mau melangkah, kita akan ada di tempat yang sama.

Bagaimana? Itu adalah “resep” yang ditinggalkan leluhur kita untuk kita mengejar keinginan kita. Terkadang hal2 yang kita anggap takhayul itu ada sisi benarnya bukan? Kita saja yang kadang malas melihatnya lebih dalam lagi. Peninggalan leluhur kita itu adalah sakral, karena mereka bisa melihat makna atas segala sesuatu lebih baik dari kita, dan mereka sangat apik dalam menyusun cerita2 legenda dan pesan2 kepada kita. Berbeda dengan kita yang terbuai dengan segala kepraktisan karena hidup di jaman yang serba instan ini. Untuk itu, saya mau ucapkan kalimat yang dulu waktu kecil saya pernah dengar dari lagunya Sherina, “Lihatlah Lebih Dekat.”

“Lihat segalanya lebih dekat, dan kau bisa menilai… lebih bijaksana. Mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar… Lihat s’galanya lebih dekat, dan kau akan mengerti.”

-AW-

Iklan

2 Trackbacks/Pingbacks

  1. […] takhayul, dan mungkin misteri2 di sekitar kita itu semua ada penjabarannya (baca contohnya di sini) lho! Di jaman dahulu, segala sesuatu dibuat dengan konsep yang wah! Berbeda dengan kita yang hidup […]

  2. […] kali ini saya akan membahas seperti ulasan sebelumnya tentang Beringin Kembar di Alun-Alun Selatan Keraton Yogyakarta, tapi karena saya belum pernah ke sini… maka saya akan menganalisis apa yang ada di mitos ini […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: