Lewati navigasi

Monthly Archives: April 2013

Sejak sekitar tahun awal kuliah, sebut saja masa2 super galau saya (heh! semua orang pasti pernah punya masa ini!). Di saat saya cukup desperate karena patah hati (begitulah…), saya sempat menemukan tulisan ini. Di akhir kuliah pun, saya mencoba melihatnya lagi dan masih… ngasih sebuah momen yang cukup heartwarming dan ngebuat saya senyum kecil ngebacanya. Ada 2 tulisan dalam 2 bahasa. Saya rasa sebaiknya saya akan posting yang dalam bahasa Indonesia saja (cek yang bahasa Inggris di sini, semoga blog itu masih ada). Penulis… anonim.

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur, ketika kita menangis, ketika kita membayangkan, ketika kita berciuman? Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat.

Kita semua agak aneh… dan hidup sendiri juga agak aneh…
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita.
Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal – hal yang tidak ingin kita lepaskan…
Orang – orang yang tidak ingin kita tinggalkan…
Tapi ingatlah… melepaskan bukan akhir dari dunia, melainkan awal suatu kehidupan baru.

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari, dan mereka yang telah mencoba.
Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.

Cinta yang agung adalah…
Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya…
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu masih menunggunya dengan setia…
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum sambil berkata ‘Aku turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil… bebaskan dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi…
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya…
Tapi, ketika cinta itu mati… kamu tidak perlu mati bersamanya…

Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang, melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat.

Teman sejati…
Mengerti ketika kamu berkata ‘Aku lupa’
Menunggu selamanya ketika kamu berkata ‘Tunggu sebentar’
Tetap tinggal ketika kamu berkata ‘Tinggalkan aku sendiri’
Membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan berkata ‘Bolehkah saya masuk?’

Mencintai…
Bukanlah bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu memaafkan…
Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti…
Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan…

Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati, dibandingkan menangis tersedu-sedu.
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang.

Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang.
Tapi ketika cinta itu tulus, meskipun kalah, kamu tetap menang hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri.

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang. Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita, melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan daripada berjalan bersama orang ‘yang tersedia’.
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai daripada orang yang berada di sekelilingmu.
Lebih baik menunggu orang yang tepat kerena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan ’seseorang’.

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.

Apabila kamu benar – benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.
Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar – benar mencintai melainkan berjuanglah demi cintamu.
Itulah cinta sejati.

Tertawalah agar hatimu puas; kamu tidak bisa melewati hidupmu tanpa tawa.

Tambahan dari saya… Sudahkah kita berikan cinta kepada mereka yang ada di sekitar kita hari ini? 🙂

Best wishes…

-AW-

Iklan

Sebenernya tulisan ini saya buat cuma sebagai tanda ucapan terima kasih saja untuk para pembaca yang setia mengikuti (following) blog ini atau secara random suka bolak-balik atau… mungkin suka nyasar ke sini? Ya apapun lah itu!

Intinya! Saya mau bilang terima kasih sebesar2nya karena kalian, saya yang udah lewat 44 post (tambah ini jadi 45), blog ini telah menembus angka 1000 hits!

Kedepannya, saya akan berusaha membagikan pengalaman2 saya, karya2 aneh dari otak saya, dan juga inspirasi2 yang bisa dibagikan kepada kalian, pembaca yang saya hormati.

Untuk rencana blog saya yang berbahasa Inggris itu… ummm… errr… sejujurnya saya ga tau mau kapan mulai nulisnya. Yang jelas kayaknya saya mengurungkan niat buat menulis ulang dari awal karena ternyata menerjemahkan satu saja udah makan waktu. Jadi untuk yang satu ini, saya mau minta maaf karena mengecewakan kalian…

For everything else, saya harap kalian tidak bosan buat baca2 blog saya ini terus!

Best Regards!

-AW-

—-

Iklan lagi aah: Baca majalah online satu ini ya! ShoppingMagz issue #8 – April 2013

Siapapun yang udah nonton salah satu film legendaris di penghujung 2012 yang disutradarai Rizal Mantovani yang diangkat dari novel yang tak kalah hebatnya karya Donny Dhirgantoro pada tahun 2005 yang berjudul “5 cm” pasti tau nama tempat ini. Sekedar spoiler, ini adalah tempat Zafran (Herjunot Ali) dan Ian (Igor Saykoji) mencoba lewati tanpa menengok kembali ke bawah sambil membayangkan Dinda (Pevita Pearce) dan Happy Salma demi mendapatkan cinta mereka, sampai Riani (Raline Shah) memanggil mereka dan menengoklah mereka kepadanya (dan gagal misinya).

Emang seperti apa sih tempat itu?

tanjakan cinta

Jalan (agak) lurus menanjak ini lah yang disebut Tanjakan Cinta. Jalan ini berada di sebelah barat Ranu Kumbala (Baca: Ranu Kumbolo) yang artinya danau tempat berkumpul. Gambar ini diambil dari sini.

Ada beberapa mitos yang mirip2, yang salah satunya menyebutkan bahwa dia yang bisa jalan terus sampai atas (ujung) tanjakan ini tanpa menoleh ke belakang (arah danau) sambil membayangkan yang disukainya, maka cintanya akan berakhir bahagia. Sumber mitos kata artikel ini adalah…

“Konon, waktu itu, si cowok melewati tanjakan tersebut lebih dulu. Sementara calon istrinya kepayahan naik tanjakan itu, cowok tadi cuma melihat dari atas sambil foto-foto. Naas, pendaki cewek ini tiba-tiba pingsan dan jatuh terguling ke bawah, kemudian tewas.”

Wew… ceritanya agak naas ya…

Untuk kali ini saya akan membahas seperti ulasan sebelumnya tentang Beringin Kembar di Alun-Alun Selatan Keraton Yogyakarta, tapi karena saya belum pernah ke sini… maka saya akan menganalisis apa yang ada di mitos ini saja ya.

Sebenarnya konsep yang bisa kita simpulkan itu cukup sederhana. Saya tulis sekali lagi…

“Dia yang bisa jalan terus sampai atas (ujung) tanjakan ini tanpa menoleh ke belakang (arah danau) sambil membayangkan yang disukainya, maka cintanya akan berakhir bahagia”

Saya elaborasikan… (maaf, saya lupa jenis kalimat majemuk yang saya dapat dari SMU, tolong koreksi ya)

  1. Kalimat majemuk subjek: Dia yang bisa
  2. Kalimat majemuk predikat: jalan terus sampai atas (ujung) tanjakan ini tanpa menoleh ke belakang (arah danau) sambil membayangkan
  3. Objek: yang disukainya
  4. Keterangan akibat: maka cintanya akan berakhir bahagia

Saya akan sorot ke bagian ini:

  1. Jalan terus sampai atas
  2. Tanjakan
  3. Tanpa menoleh ke belakang
  4. Membayangkan yang disukainya
  5. Cintanya berakhir bahagia

Cinta, merupakan interaksi mutual antara 2 entitas, sesama manusia, manusia dan Tuhannya, manusia dan binatang, manusia dan tumbuhan, manusia dan alam, dan lain sebagainya. Saya akan sorot ke sesama manusia agar kalian, para pembaca bisa mencerna lebih gampang sebelum kalian bisa transcend ke yang lainnya dengan pengertian kalian sendiri, OK? 🙂

Di muka Bumi ini, bahkan secara fisika, kita tahu bahwa reaksi penyatuan (fusi) itu menghasilkan energi yang lebih besar dengan usaha yang kompleks, ketimbang pemisahan (fisi) yang bahkan memiliki defek (sisa) dari proses yang terjadi. Kita analogikan, untuk mencari calon pasangan yang akan menemani kita hingga akhir waktu nanti, kita perlu usaha yang besar. Berbeda dengan saat terjadi perceraian (semoga tidak terjadi pada saya dan para pembaca sekalian) atau putus atau saat kematian memisahkan. Pasti ada perasaan yang tersisa di masing2 kubu yang terpisah. Prosesnya pun bisa dihitung lebih cepat daripada saat bertemu, membuat komitmen, mempersiapkan pernikahan, menikah, dan sebagainya.

Saat kita menemui calon pasangan, untuk meyakinkannya, untuk meyakinkan orang tuanya, keluarganya, temannya, dan lain2 termasuk kita harus mulai usaha agar kita bisa hidup berdua, itu adalah sebuah usaha yang keras! Kita harus luruskan niat untuk terus maju dan berkomitmen.

Jalan yang kita lewati ini bagaikan tanjakan yang curam. Yah, walaupun di Tanjakan Cinta ini sekitar 45˚ katanya. Intinya, usaha ini bagaikan tanjakan. Banyak godaan, banyak keraguan, ga lain itu sebenarnya adalah pupuk atau cambuk yang bisa membuat kalian semakin kuat nantinya. Orang yang hebat akan menganggap hal2 sulit sebagai acuan semangat, bukan alasan untuk menyerah.

Tentu saja, karena komitmen ini sudah dibuat, tidak ada yang namanya menengok lagi ke belakang. Mengingat masa lalu, ragu2, itu adalah sebuah hal yang salah. Semua hal yang sudah didapat di hidup ini tidak perlu kita sesali, cukup jadikan bahan renungan agar kita bisa jadi lebih baik. Kutipan dari Walt Disney…

“Keep moving forward.”

Dengarkan lagu dari Rob Thomas yang judulnya “Little Wonders” dan perhatikan liriknya…

“Our lives are made in these small hours

These little wonders, these twists and turns of fate”

Waktu berjalan maju, walaupun kalian mengharapkan mesin waktu untuk mengembalikan kalian ke masa lalu dan mesin itu ada, percaya sama saya… paradox kausalitas akan membuat kalian ga akan bisa mengubah apa yang ada di masa lalu. Untuk itu, majulah. Berbuat hal yang baik, lebih baik, dan lebih baik. Lakukan hal yang positif demi menggapai apa yang kita inginkan. Ga ada gunanya menoleh ke belakang dan menyesali yang terjadi. Suatu hari, jika kalian sudah sukses, masa lalu adalah ga lebih dari kebodohan yang mungkin bisa membuat kita tertawa karena kita tau apa yang lebih baik dari itu.

“Comedy equals tragedy plus time.” – GLaDOS (Portal 2)

Membayangkan yang kalian sukai… ini adalah alasan kalian, kan? Untuk membahagiakan yang kita sukai, untuk bisa bersamanya, bukankah ini yang membuat kita berani maju sampai akhir? Ini kan yang akan bisa membuat kita senyum2 sendiri sambil terus maju?

Tentu saja… setelah melewati segalanya, jika Tuhan mengijinkan, semua akan berakhir bahagia. Jika Tuhanlah yang kalian cintai? Bukankah kebahagiaan tanpa akhir yang akan didapatkan?

Lihat? Sekali lagi kita bisa mempelajari bahwa ide dari legenda tempat ini cukup logis saat kita uraikan…

Semoga kita bisa menjadi pencinta yang terbaik untuk yang kita sayangi, untuk orang tua kita, (untuk yang muslim, untuk Rasul kita), dan utamanya untuk Tuhan kita (untuk yang muslim, saya akan langsung sebut saja… untuk Allah Subhanahu Wa Ta’ala)

Cheers, peace and love for you all!

-AW-

Screen Shot 2013-04-19 at 1.34.12 PM

Untuk saya, Tuhan itu ada di posisi omnipresent, ada sebagai zat yang satu kesatuan dengan semesta dan Maha Menciptakan, bukan sebagai posisi kekosongan yang lebih rendah daripada keberadaan sesuatu di alam ini. Segala sesuatu yang tidak tampak bukan berarti tidak ada. Sesuatu yang belum diketahui, belum tentu tidak mungkin. Ilmu kita saja yang belum sampai, kadang kita melupakan ini sehingga dengan mudahnya kita mengatakan ada atau tidak hanya dengan mengandalkan logika tak sempurna dan penginderaan fisik. (Note: Klik gambar untuk memperbesar)

-AW-

Mumpung suasana masih cukup segar dengan segala kehebohan Ujian Nasional (UN), saya akan bahas masalah dunia pernilaian di sistem akademik kita bedasarkan sudut pandang saya sendiri.
Nilai & NIM

Rage comic: Nilai & NIM, buatan saya sendiri (emang udah ada yang posting di Kaskus, di YeahMahasiswa, atau di manapun kalo ada yang repost, kalo ga percaya cari aja di Google Search NIM ini (keyword: 10607032, NIM, ITB) salah satu yang muncul pasti nama saya!)

Oke kita mulai, percaya atau ngga… rata2 tiap saya ngobrol sama adek kelas saya, buat mereka yang namanya angka di nilai itu sangatlah penting, bahkan ada yang bilang “sakral.” Coba kita cek… saya beberapa saat lalu nanya ke beberapa responden (yang namanya ga bakal saya sebut)…

Anak SMP: Kalo aku nilainya jelek, mama bisa bunuh (baca: marah2) aku!

Anak SMU: Sumpah aku kesel nilainya jelek, masa aku kalah sama *temen anak ini*?? Padahal aku udah belajar mati2an!

Anak kuliahan: Nilai itu penting lah! Kalo IPK ntar jelek, mau kerja di mana coba??

Mari kita rangkum maknanya, bagi anak SMP nilai itu adalah bentuk presentasi yang bisa dipersembahkan kepada orang tua. Ya, saya tau rasanya kok. Apalagi pas saya SD dulu kalo nilai saya jelek, saya takutnya setengah mati. Soalnya saya ga bisa bohong dan pasti nunjukin nilai saya ke ortu begitu ada. Pulang sekolah, saya gemetaran. Pas SMP, saya pernah nyembunyiin nilai dulu, pas mood bapak atau mama saya udah bagusan, baru saya tunjukin. Respon saya setelah itu adalah secara otomatis duduk ke meja belajar dan belajar lagi.

Pas SMU, nilai itu adalah ajang kompetisi dan harga diri! Anak2 SMU adalah mereka yang sedang dalam tahap mencari jati dirinya. Karena itu, persaingan adalah sesuatu yang seru! Bersaing untuk apa? Untuk bisa jadi murid favorit guru, untuk bisa pamer ke lawan jenis dan begitu mereka kagum, mereka jadi pengen belajar sama kita (SAYA BANGET!), untuk bisa diakui sama temen2 (parahnya, bisa jadi… untuk bisa diakui sebagai sumber contekan ama temen), atau semacemnya. Puncaknya, nilai ini berguna untuk beasiswa bagi ada yang mau ambil demi biaya perguruan tinggi.

Bagaimana dengan era perkuliahan (S1)? Nilai2 itu adalah stok masa depan. Untuk mencari kerja, untuk mencari beasiswa S2, bahkan untuk melamar pasangan pun kadang perlu IPK!

Terus bagaimana? Buat saya… nilai itu lebih besar maknanya dari sebuah parameter kompetisi belaka!

Ada yang nonton film India yang judulnya 3 Idiots?

Threeidiots2

AAL IZZ WEEEELLL!

Rancho/Wangdu di sini mengajarkan kepada kita dan membuktikan sama si presiden kampus, Virus, bahwa hidup dengan kompetisi dengan sekedar beracuan nilai itu salah dengan cara meminta seisi kelas (termasuk si Prof. Virus) mencari dalam 30 detik arti kata FARHANITRATE & PRERAJULISATION di buku manapun! Hasilnya? Ga ada satupun yan bisa! *spoiler alert*

Rancho: “No one get the answer? Now rewind your life by a minute. When I asked this question, were you excited? Curious? Thrilled that you’d learn something new? Anyone? Sir? No… you all got into a frantic race. What’s the use of such method, even if you come first. Will your knowledge increase? No, just the pressure. This is a college, not a pressure cooker. Even a circus lion learns to sit on a chair in fear of the whip. But you call such a lion “well trained”, not “well educated”

Virus: “Hello! This is not a philosophy class! Just explain those two words!”

Rancho: “Sir, these words don’t exist. These are my friends’ name, Farhan & Raju.

Virus: “QUIET! Nonsense! Is this how you’ll teach engineering??”

Rancho: “No, sir. I wasn’t teaching you engineering. You’re an expert at that. I was teaching you how to teach and I’m sure one day you’ll learn. Because unlike you, I never abandon my weak students. Bye, sir!”

Lihat? Belajar itu harus berakar dari rasa suka atas bidang yang kita ambil. Sejak kita SMU, kita mungkin ada yang mengalami penjurusan ke kelas IPA, IPS, atau mungkin ada yang Bahasa. Di kuliah, kita sudah memilih fakultas dan jurusan di dalamnya dari awal. Memilih… kitalah yang memilih. Kalaupun kita terpaksa, salah jurusan akibat penjurusan oleh fakultas, diminta oleh orang tua. Ngga seharusnya kita semua meratapi. Hei, hidup ini bukan penyesalan! Hanya pembelajaran dari waktu ke waktu!

Saya sendiri, sudah mendalami bidang sains sejak SMU itu karena saya tumbuh di bawah ajaran almarhum kakek saya yang sejak kecil sudah mengajarkan astronomi dan biologi sederhana tentang kesehatan, bapak saya sendiri adalah lulusan teknik mesin walaupun sekarang menjadi sales director, beliau diwaktu saya kecil terbiasa memperbaiki alat2 di rumah, dan mama saya adalah seorang dokter gigi yang sejak kecil selalu peduli urusan gigi, makanan, dan obat2an saya. Itu saya… saya tau ga semua orang melewati ini. Tapi apa yang saya pelajari? Saya cinta dengan sains karena dengan sains saya merasa semakin dekat dengan pengetahuan di alam yang Allah berikan kepada kita semua. Ya, kadang nilai saya jelek. Saya akui NUN (Nilai Ujian Nasional) SMU saya pas2an, dan IPK saya juga. Tapi apa saya menyesalinya? Tidak… Saya bangga bisa dapat sesuatu di luar kebanyakan orang.

Saya mempelajari bahwa untuk bisa mencintai ilmu kita, kita harus membawanya dengan imajinasi. Simpelnya, saat kita jatuh cinta sama seseorang, kita pasti membayangkan orang itu berdua selamanya dengan kita dan semacamnya kan? Saya? Saya yang terus terang sejak kecil suka manga Jepang, Doraemon, Ninja Hatori, P-Man, beberapa seri Digimon, dan Cyborg Kurochan, lalu berlanjut dengan kecintaan saya terhadap beberapa seri fiksi ilmiah, Star Wars, Avatar (film), Alien Quadrilogy, The Island, StarCraft Series, Portal, Half Life dan sebagainya pun mempelajari bahwa mimpi kita dengan sains adalah gerbang masa depan. Coba bayangkan imajinasi Fujiko F. Fujio yang sudah membayangkan TV Waktu yang ukurannya sederhana di jaman 70an itu. Sekarang, kita ada laptop yang bahkan ukurannya lebih tipis, dan banyak orang yang punya, termasuk saya saat mengetik blog ini! Lihat, betapa kuatnya imajinasi seseorang! Bahkan game saja (misal Half Life dan StarCraft) itu banyak ide2 yang dituangkan di dalamnya dan menunggu untuk direalisasikan dengan sains atau dijabarkan dengan sains!

Saat kuliah, saya belajar bahwa seni-teknologi-sains adalah satu tubuh, sama dengan helm-baju zirah-pedang di medan pertempuran. Sains tanpa teknologi, ga ada gunanya kita belajar sains. Sains tanpa seni, kaku. Teknologi tanpa seni, ga laku! Maksudnya jadi apa? Ketika belajar sesuatu, bayangkanlah! Gunakan imajinasi kalian! Saat saya belajar fisika, saya membayangkan bagaimana konsep gauss gun, partikel yang lebih cepat dari cahaya, suhu terendah di alam semesta, lalu di kimia saya membayangkan apa yang terjadi jika struktur dasar kita bukan karbon tapi silikon, apa yang terjadi jika orbital ada lebih dari g (kan ada s, p, d, f untuk saat ini), dan di biologi… LEBIH BANYAK LAGI, dan inilah yang membuat saya kuliah di biologi. Kesimpulannya? Dari satu ilmu, satu teori, bayangkanlah apa yang bisa kita dapat, apa yang bisa kita genggam, jika ilmu itu semakin tinggi, hingga kita bisa melakukan apapun?? Bukankah imajinasi yang membawa kita ke masa depan dengan ilmu yang kita punya sekarang?

Selesai kuliah, saya menemui orang2 dengan latar berbeda. Bidang sosial dan sastra, orang2 ini menjadi teman terdekat saya juga. Saya mulai belajar (baca ini), bahwa segala sesuatu karya manusia itu memiliki makna. Bahkan mitos, legenda, takhayul, dan mungkin misteri2 di sekitar kita itu semua ada penjabarannya (baca contohnya di sini) lho! Di jaman dahulu, segala sesuatu dibuat dengan konsep yang wah! Berbeda dengan kita yang hidup dengan keinstanan dan terlena dengan makna yang serba praktis. Kita pun jadi mudah mengiyakan sebuah informasi. Kita tahu saat ini informasi yang kita dapat itu ada banyak dan belum semuanya benar!

Kembali lagi ke bahasan awal… maka dari itu, saya mau kita semua, memaknai ilmu yang kita dapatkan lebih dari sebuah nilai yang bertuliskan A, B, C, D, E, atau angka2! Ketahuilah apa yang kalian pelajari, maknanya, dampaknya, gunanya, sehingga ga jadi kosong. Senang hatilah jika kalian diajari sesuatu. Kita sebagai manusia dianugerahi kemampuan yang sangat banyak. Segala sesuatu ini bukan masalah bisa atau tidak, tapi mau atau tidak mau. Bapak saya pernah bilang…

“Ga ada yang susah di dunia ini, challenging iya… tapi ngga susah.”

Agama saya, Islam, mengajarkan bahwa segala ujian yang kita terima saat kita hidup itu ga akan melebihi batas kemampuan kita sendiri dan Allah meminta kita untuk selalu berpikir dan terus mencari tahu. Surat pertama di Al-Qur’an pun bunyinya “Iqra'” atau “Bacalah!” Agama lain saya rasa juga begitu. Atheis? Saya rasa orang2 atheis justru adalah mereka yang sangat kritis untuk mencari tahu. Masa kita yang beragama kalah?

Jadi, tolong gunakan rasa penasaran kalian untuk terus mencari. Bukan sekedar berkompetisi. Ketahuilah apa yang kalian pelajari. Cintailah, maka kalian akan mendapatkan makna dari ilmu kalian. Maka kalian akan tahu sebuah makna, lebih dari nilai di atas kertas yang terus jadi masalah di negara kita. Masa depan kalian itu lebih dari sekedar tulisan nilai UN kalian, kawan! Tapi nilai tunjukanlah bahwa nilai kalian itu tinggi, karena kalian mengerti, terlebih lagi menjadi ukuran cintanya kalian terhadap ilmu kalian!

Nilai 100 tersempurna didapat jika kalian belajar dan mengerti sekali apa yang kalian pelajari. Nilai 100 yang biasa hanyalah untuk mereka yang menganggap ilmu itu pelajaran yang masuk kuping kanan keluar kuping kiri, keluar SMU atau kuliah menguap semuanya. Nilai 100 kalian adalah yang sempurna kan?

Jadilah insan terhebat yang menguasai sains, teknologi, dan seni, demi agama kalian. Kita butuh orang seperti ini di dunia demia masa depan yang lebih baik.

Tulisan di blog ini saya persembahkan buat adek2 kelas saya yang hebat yang baru dan akan UN nantinya, Gibran, Sarah, Afif, Galih, Abi, Albar, Umar, Vanny, Sajeela, Kinasih, Joma, Fattah, dkk. Serta untuk para guru saya di SMU yang luar biasa, Almh. Bu Yanti, Pak Hari Prasetyo, Pak Yosserin, dan Pak Gito. Yang karena mereka, kecintaan saya terhadap sains semakin tinggi!

Cheers!

AW

————-

Iklan: Baca majalah ini yak! Hehehe… ShoppingMagz #8 – Edisi April 2013

Hmmm… ntah mungkin pembaca sekalian udah pernah dapet info yang sama atau mirip2 sama yang satu ini. Info ini saya dapatkan dari Tumblr teman saya. Saya taruh di Facebook page saya sendiri, dan dalam kurun waktu tertentu sampe 69 share.

Jadwal Fisiologis

Ternyata badan kita ada jadwal piketnya ya… (dari apa yang tulis di credits gambar, sumber gambar info ini dari sini)

Untuk yang satu ini, saya ga mau menyanggah atau bagaimanapun, karena saya belum nyari punya teori pembanding yang bisa memperkuat atau melawan info ini. Saya pernah melihat versi yang agak sama di wikipedia, tapi yang ada saat saya share malah ada yang meragukannya. Ntah yang mana yang benar, tapi yang jelas saya cenderung mau berbagi pengalaman selama saya cukup mengikuti konsep di atas ini. Tapi untuk apapun itu, saya harap kalian semua yang membaca ini mau terus mencari lebih lanjut untuk membuktikan kebenarannya, sebagaimana yang saya akan selalu anjurkan begitu kalian membaca artikel saya di blog ini (kecuali saya cantumkan referensi ilmiah di bagian akhirnya).

Ada 2 hal sih, yang pertama adalah soal waktu tidur. Saya cukup setuju dengan apa yang dijelaskan di gambar ini. Sesuai yang tertera, saya sekarang cenderung bersantai penuh (dengan musik) jam 9-11 malam dan mengusahakan mulai tidur jam 11 malam atau setidaknya jam setengah 1 dini hari (kalau masih susah tidur) dan bangun sekitar jam 5 pagi. Sejak saat itu, badan saya rasanya lebih segar pas bangun. Benar2 kerasa pas sholat subuh, yang biasanya rasanya lemas sekali (kecuali saya lagi sakit atau kelewat lelah kemarinnya) rasanya pas bangun lebih segar. Parameternya adalah pas bangun gak pusing, suhu badan normal (gak panas), dan cenderung bisa merespon dengan baik saat ditanya. Kemudian pas saya bangun pun, saya langsung pengen ke WC buat BAB. Biasanya saya baru ke WC jam 7-9an. Yah, saya harap kerja organ dalam saya lebih baik jadinya. Saya sekarang juga cenderung menghindari tidur sehabis makan.

Yang kedua, yang menarik adalah soal waktu makan. Saya cenderung set waktu makan saya pas pagi jam 8-9an, lalu makan siang dengan input (ini saya tambahkan sendiri ya aturannya) lebih banyak serat atau protein ketimbang karbohidrat dengan porsi benar2 di ambang batas sebelum kenyang dengan minum air atau jus (bukan minum soda). Ngemil biasanya saya lakukan sedikit2 antara jam 2 siang hingga jam 6 sore dan saya lebih menghindari cemilan berat dalam porsi besar (sesekali jadinya saya makan keripik kentang saja atau kue tradisional kayak kue putu). Dengan demikian, kesempatan badan jadi berat di perut akibat kekenyangan yang mengakibatkan ngantuk berkurang hampir sama sekali. Di atas jam 7 malam? Saya ga makan sama sekali, dengan kata lain saya ga makan malam (ya kalau makan malam saya sesekali aja biasanya pas weekend kalo diajak keluarga atau kalo ada traktiran, hehehe… kalau makan pun, saya sekarang cenderung memilih tanpa nasi, lauk ikan atau daging ayam aja). Hasilnya? Berat saya dengan pola makan-tidur seperti ini saya berhasil mengurangi berat badan minimal (yang biasanya terukur pagi2 setelah ke WC) dari 92 Kg ke 88.5 Kg dalam waktu sekitar 1-2 bulan!

Olah raga? Saya saat ini ikut bela diri khas Jepang, kendo, yang lebih melatih koordinasi dan gerak di bagian tubuh atas, dan sesekali saya jalan cepat, atau kalau saya di rumah saja, saya akan lebih sering naik-turun tangga. Mungkin kalau ada aktivitas seperti renang akan lebih efektif.

Jadi… begitulah pengalaman saya, lebih tepatnya sih pengalaman diet saya. Sekali lagi, kalau pembaca punya anggapan lain? Mengapa tidak untuk di share di sesi komentar?

Cheers!

AW

———–

Iklan: Mampir ke majalah lifestyle ini yak! Saya jadi kontributornya lho! Sangat menambah info dan pengetahuan lho! Baca issue #8 dari ShoppingMagz di sini!

Bagi setiap orang, hidup punya nilai sendiri2. Kesedihan, kegembiraan, keberuntungan, dan kesialan. Kehidupan sendiri bahkan punya counterpart, kematian.

Apa di antara kalian ada yang tau Game of Life?

the-game-of-life

Masa sih ga tau game ini? (Sumber gambar di sini)

Permainan ini adalah gambaran singkat sebuah kehidupan yang bahagia. Diawali dari pilihan melanjutkan kuliah atau karir, mendapatkan pekerjaan untuk kehidupan lebih baik, menikah, punya anak, segala problema hidup, hingga pada akhirnya pensiun dan menikmati hidup.

Pada kenyataannya, hidup itu memiliki sebuah elemen chaotic yang mengakhirinya, yaitu kematian. Kematian itu pasti ada, semua orang yang bernyawa pasti akan mengalaminya. Ya kan? Terus mengapa saya jadi membahas kematian di sini??

Karena… teman saya Rinov dan Dwiki berhasil mengotak-atik permainan ini! Sehingga KEMATIAN juga menjadi elemen dalam permainan dengan cara menyelipkan elemen surprise ke dalamnya! Untuk penjelasan lebih lanjut, ada yang tau game dari Jepang yang namanya kurohige (kumis hitam)?

Kurohige

Cara mainnya: tusuk secara bergantian, siapa yang pas nusuk ngebuat si bajak lautnya loncat, dia kalah! (Sumber gambar dari sini)

Di sebuah kedai di daerah selatan Jakarta yang namanya Kedai Strawberry, game ini sedikit dimodifikasi. Bajak laut yang kalo salah tusuk itu loncat diganti sama tutup botol yang ada bedaknya, jadinya kalo salah tusuk… siap2 kelempar bedak!

Oke, mereka ngasih namanya: GAME OF TRUE LIFE (Permainan Kehidupan Yang Sebenarnya)

Cara mainnya?? Main Game of Life, setiap giliran tusuk pedang ke drum nya Kurohige. Ini ngebuat peluang si pemain keluar dari permainan kalo bedak/bajak laut di Kurohige nya terpental! Dengan kata lain, hidup si pemainnya selesai… Lihat? Ini menambah element of surprise dari game ini yang menjelaskan bahwa kematian itu bisa datang kapan saja, tanpa memandang siapa yang kaya, miskin, jomblo, udah nikah, udah melakukan hal besar, atau belum ngapa2in. Maka dari itu, kita harus bisa mempersiapkan yang terbaik untuk apa yang bisa dibawa dan ditinggalkan setelah kita mati.

“What we do in life, echoes in eternity” – Maximus Decimus Meridius (Russel Crowe) di film Gladiator

Permainan ini sepenuhnya mengandalkan luck dan kesiapan mental pemainnya. Kalau ga ada Kurohige, (ini kata Rinov) masukin kartu Joker di antara 10 kartu. Shuffle. Pas jalan di Game of Life, ambil 1 kartu. Dia yang dapet Joker bakal mati.

Tertarik main? Coba deh!

Main Game

Kondisi pas tadi main (Foto by Dwiki)

Permainan simpel, bisa dimodif jadi permainan yang punya nilai filosofi hidup juga ya ternyata… Hehehe…

-AW-

Siapa yang ngga tau istilah “Tugas Akhir” atau TA? Istilah ini kadang menjadi hal yang cukup mengerikan di mata para mahasiswa yang akan lulus. Bagi ada yang belum tau, TA adalah serangkaian proyek penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data yang akan ditulis di skripsi/tesis/disertasi, dan di cerita ini tentu aja… skripsi. Mendengar cerita teman saya, banyak yang mati2an kerja demi TA, gonta-ganti topik, revisi karena ga disetujui pembimbing. Gitu deh, horror kan? Terus gimana menurut saya? Ya buat saya ini adalah cerita paling epic yang menjadi titik ubah hidup saya! Kenapa? Karena saya penelitian TA nya di National Institute of Education – Nanyang Technological University (NIE-NTU), Singapura selama 1 minggu lebih! Dari cerita ini, saya akan menceritakan asal-muasal munculnya nama yang saya refer di blog ini sebelumnya yang juga menjadi drammatis personae di cerita ini: Dr. Totik Sri Mariani M.Agr (Bu Totik, dosen pembimbing TA saya; inisial di percakapan cerita ini: TSM), Dr. Any Fitriany (Bu Any, dosen Universitas Pendidikan Indonesia, UPI, Bandung; kolega nya Bu Totik, inisial: AF), dan Associate Professor (Profesor Muda) Tet Fatt Chia (Prof. Chia, peneliti dan dosen NIE NTU, inisial: TFC).

Kita mulai perjalanan cerita ini! *jeng jeng jeng!!*

Saya di Singapura

Saya di samping Merlion. Ga usah nanya kenapa bajunya malah Bali. Foto ini diambil Bu Any.

Saya berangkat 1 Oktober 2010 ke Singapura. Kondisi saya agak kacau waktu itu. Momen saya putus dengan mantan pacar saya yang pertama akhir Agustus masih cukup segar di kepala saya. Malam sebelum pergi pun saya berharap pergi ke Singapura ini akan jadi “hiburan” tersendiri, dan saya pun memutar lagu di laptop saya, “Wake Me Up When September Ends” oleh Green Day. Terus bagaimana cerita saya bisa pergi ke Negeri Singa ini? Oke, flash back.

Bulan Mei 2010, saya masih semester 6 kuliah saya dan ada mata kuliah yang disebut Metodologi Penelitian (Metpen) yang di ujung kuliah ini kami dipersiapkan untuk menulis proposal tugas akhir. Tak terkecuali saya, yang dengan random-nya membuat proposal mengenai semangka tanpa biji. Proposal ini akan diajukan ke para dosen narasumber yang jadi dosen pembimbing tugas akhir. Saya yang baru tau penelitian saya adalah dengan Bu Totik, saya langsung menemui beliau… dan cukup absurd. Kenapa? Temen2 saya yang denger saya dibawah bimbingan beliau pada kaget. Beliau itu adalah dosen yang terkenal sangat pendiam terhadap para (plural ya) mahasiswa yang diajarnya sekalipun. Oke, lalu saya menemui beliau…

AW (saya): *ketok pintu* Permisi, bu…

TSM: Kamu ini siapa ya?

AW: Saya Adit, bu… bedasarkan pemberitahuan di dinding TU (Tata Usaha), ibu adalah dosen narasumber saya…

TSM: Oh, kita ketemu besok ya, saya sedang sibuk sekarang.

AW: Baik bu…

Besoknya saya pun menghadap beliau lagi, dan beliau membawa saya ke ruang rapat yang di dalamnya ada Bu Tita Puspita, teknisi Lab Fisiologi Tumbuhan yang super gaul dan legendaris, dan Bu Any. Baru saya duduk, Bu Totik langsung menjelaskan rencana penelitian kami yang akan dilakukan di Singapura. Dan dengan “lugunya”, saya bertanya…

AW: Bu, artinya penelitian kita akan dilakukan di Singapura?

TSM: Iya, betul…

Saya mencoba menahan rasa ga percaya  bercampur senang saya. Selepas kumpul, saya diskusi dengan Bu Tita dan beliau bilang bahwa sebaiknya saya ikut proyek beliau (Bu Totik) aja untuk TA saya. Wow, bahkan saya ga perlu ngajuin proposal! Lucky!!

Saya turun ke lantai dasar gedung kampus saya, dan semua pada ga percaya. Wajar… ini gila soalnya…

Setelahnya hingga saya berangkat, saya latihan inisiasi tanaman Aglaonema (itu, tanaman hias yang daunnya warna-warni) untuk kultur jaringan. What did you know? Gilanya adalah untuk ke Singapura ini saya perlu spesimen tanaman ini sebanyak 1000 tunas! Seribu, para pembaca sekalian… SERIBU! Tapi tenang, ini bukan 1000 candi… ini masih mungkin. Tapi ternyata ini hanya latihan yang Bu Totik minta saya untuk latihan agar saya bisa menguasai dasar metode kultur jaringan secara steril. Bu Tita lah yang dengan sakti dan cekatannya, bagai Kaminoan Cloners di Star Wars, mampu menginisiasi 1000 tunas lebih dalam eksten Mei-September 2010.  Saya pun mengamati laju pembentukan tunas (banyaknya tunas yang muncul dari 1 gugus tunas yang terpisah di setiap subkultur) dan membuat grafiknya untuk saya serahkan ke Bu Totik.

Memang apa sih penelitian ini? Jadi kami berencana mengamati proses mutagenesis (pembentukan mutan) tanaman Aglaonema yang diinduksi dengan senyawa kimia yang bernama N-nitrosometilurea (NMU); tadinya mau pakai etil metana sulfonat (EMS) tapi ga jadi karena diklaim kurang efektif. Lalu kenapa mutan? Kami berencana membuat Aglaonema var. Kochin menjadi berwarna merah putih dari tanaman induk yang berwarna merah dan hijau. Dengan kata lain kami ingin memblok gen yang mengenkripsi klorofil (pigmen hijau daun) dan antosianin (pigmen merah-biru di tanaman) secara mutagenesis acak.

Aglaonema Kochin

Aglaonema varietas Kochin yang murni, belum diubah. Dokumentasi pribadi.

Memang apa yang diharapkan dengan hasil penelitian ini? Tanaman ini adalah tanaman hias kan? Bayangkan aja, kita bisa jual di acara2 hari besar RI seperti 17 Agustus. Untuk ini kita perlu bangun nurseri, dan karena ini kita bisa menarik tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Lalu? Kita jual ke negara tetangga kita, Singapura, yang kemerdekaannya ga jauh dari tanggal itu, 9 Agustus. Dengan ekspor, kita mendapat devisa.

Kembali ke timeline awal. 1 Oktober, saya berangkat ke Singapura dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) sendiri, naik pesawat AirAsia ke Changi International Airport (SIN). Para dosen (Bu Totik & Bu Any) naik dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung (BOD). Tapi untunglah, saya bisa melawan rasa takut akibat acrophobia saya (takut ketinggian) karena baca doa, makan turkey sandwich, dan ultimately, a must-try, Uncle Chin’s Chicken Rice! Nasi dengan infusi kaldu ayam dan bumbu, dengan irisan ayam panggang yang berbumbu bawang putih, cabe (saya rasa cuma sedikit, kurang terasa), dan jahe yang khas yang di letakkan atas nasi. Memang rasanya agak kering karena ini adalah makanan pre-heat pesawat, cuma rasanya enak banget!! Saya merogoh kocek sekitar Rp 35 ribu rupiah, atau SGD 5.00. Tersedia di penerbangan Indonesia AirAsia (QZ).

Inflight Menu - Chicken Rice

That Epic Goodness. Gambar di crop dari sini.

Sesampainya di Changi, saya ambil barang, ketemu Bu Totik dan Bu Any, lalu naik taksi ke NTU. Rasanya cukup awkward buat saya, baru kali ini saya pergi untuk penelitian bareng dosen. Saya ngrasa terisolasi dari teman2 saya yang berada 700 Km di selatan sana. Perjalanan cepat naik taksi ini pun membuat saya berpikir, gimana ya biar gak galau? Secara random, taksi ini nyasar ke Nanyang Polytechnic karena misinformasi. Selang beberapa lama, tibalah kami di area NTU, Hall of Residence 8. Ini adalah kompleks asrama mahasiswa NTU. Bu Totik check in dan memberikan saya kabel LAN. Kami naik tangga, menyusuri lorong, naik tangga sampai lantai 3, dan tibalah kami di modul tamu asrama ini. Tempatnya cukup wah seperti apartmen mini. Ada dapur, mesin cuci, tempat jemuran dalam ruangan, ruang TV, meja makan, 2 kamar termasuk 1 master room untuk Bu Totik dan Bu Any, dan 1 single room buat saya. Di dalam kamar ada 1 AC, meja belajar, 1 tempat tidur personel, dan lucunya… ada kipas angin. Ada AC ada kipas angin… aneh juga pikir saya waktu itu. Kamar ada di lantai 2, ruang kumpul dan dapur tadi ada di lantai 1. Di pojokan lantai 1, di samping meja makan, dekat rak sepatu, ada pojok kosong yang ada colokan kabel LAN. Beberapa hari kedepan, itu akan jadi “tempat mojok” saya buat internetan. Beres unpacking, kami ke NIE buat menaruh kultur Aglaonema yang dibawa, makan (gila lah… kantinnya ada McD, Subway, KFC, dan Sakae Sushi! Lebih sakti lagi, McD nya lagi promo… mereka jual Double Fillet ‘o Fish, Double Chicken Burger, Double Cheeseburger, dan sadisnya… Mega Mac… Big Mac adalah burger susun 2, maka Mega Mac adalah Big Mac susun 2, 4 burger jadi satu! Tapi saya ga beli karena bakal mabok kekenyangan), lalu kemudian saya ke minimarket kampus buat beli adapter listrik lubang 3.

Noraknya… malam itu saya galau parah. Oke, lupakan soal ini… cukup tau clue nya aja.

Besoknya adalah momen yang gila. Pernah ga sih kalian terpikir jalan2 sama dosen saat nugas? Ya inilah momen yang saya alami! Tanggal 2 Oktober adalah hari Sabtu. Kami bertiga jalan2 ke Merlion dibawah langit biru dan cahaya matahari yang terik. Seenggaknya ditemani lagunya Miranda Cosgrove yang diputar di telinga saya pagi itu, “Raining Sunshine” (OST nya Cloudy With A Chance of Meatballs; film yang saya tonton pas saya di kamar, hari pertama ini). Sorenya, di social media, Plurk, di salah satu postingan rekan seangkatan saya, saya ketemu seorang gadis, adik kelas saya angkatan 2010. Lucunya, 2 bulan kemudian dia jadi pacar saya (sekarang mantan saya). Emang, kadang hal2 tak terduga bisa terjadi lho di hidup kita!

Besoknya, saya menemani ibu2 dosen ini ke Singapore Zoo. Cuacanya super lembab.

Crowned Stork

Ini adalah salah satu penghuni Singapore Zoo, African Crowned Stork. Hasil jepret sendiri.

Must-try menu? Coba Fish n’ Chip dan Sandwich di cafe mereka! Ah iya! Cobain jus di botol panjang yang aneh. Botolnya bisa disimpan buat suvenir lho!

Senin, 4 Oktober 2010. Penelitian dimulai! Untuk pertama kalinya, saya bertemu Prof. Chia. Hari pertama kami baru briefing dan di bawah bimbingan Prof. Chia, kami mulai menyentuh alat yang bernama particle gene gun (pistol partikel gen). Woohoo… ini sci-fi banget! Kerennya, alat ini dibuat atas spek permintaan Prof. Chia sendiri. Beda dengan gene gun konvensional yang menggunakan gas bertekanan tinggi, alat ini menggunakan mesiu sebagai sumber ledakan. Pelurunya? Serbuk tungsten (Wolfram, simbol tabel periodik W) yang tidak larut kemana2. Konsepnya sederhana, peluru direndam senyawa NMU dengan konsentrasi pengenceran yang sudah kami atur, lalu dimasukkan ke pelet nilon untuk ditembakkan ke atas jaringan tanaman dalam kondisi hampa udara (udara disedot pompa). Ternyata untuk penelitian saya memerlukan 500 tunas, karena 500 tunas lagi akan digunakan oleh Bu Totik dan Bu Any untuk percobaan mereka sendiri. Simpelnya, kami bekerja di 2 lab yang berbeda. 500 tunas ada di dalam sekitar 100-150 cawan petri plastik. Hari pertama secara personal saya memprediksi berapa jumlah optimal yang bisa saya kerjakan sehingga besoknya bisa saya tambah lagi eksekusi perlakuannya. Hari ini saya lakukan sekitar 20 penembakkan. Merasa mampu, besoknya saya naik hingga 30-35 penembakkan. Hari ini saya juga belajar bahwa di bawah bimbingan Bu Totik, saya makan 4 kali sehari: makan pagi, makan siang, makan sore, dan makan malam. Gratis sih… tapi makanannya di situ… gila2an. Alamat naik berat badan, ya… saya pun sepulangnya nambah 5 Kg dari 80 Kg jadi 85 Kg. Saya juga jadi tau bahwa Bu Totik itu jalannya cepat sekali. Bu Any pun setuju dan mengerti bahwa beliau yang lulusan Nagoya Daigaku (Meidai) ini melakukan semuanya dengan sangat cepat dan efisien. Perjalanan dari lab ke kantin NTU itu cukup menguras energi, karena perlu melewati tangga yang tinggi sekali di lorong.

Di Lab

Saya selama 5 hari itu. Di samping saya ada tabung “pistol partikel gen” itu. Dipotret Bu Any.

Selasa, 5 Oktober 2010. Masih sama dengan kuantitas penembakkan ditinggikan. Suasana di Lab of Molecular Genetics itu dingin dan sepi, saya pun memasang headphone. Pas makan siang, Prof. Chia ikut dengan kami untuk menunjukkan lokasi kantin yang jalannya “lebih manusiawi.” Percakapan seru terjadi…

TFC: Dr. Totik, do you know that there is a mycorrhiza that priced very expensive in this world?

TSM: What kind of mycorrhiza is it?

TFC: This mycorrhiza priced thousands of dollars for every kilograms!

TSM: Wow! What is it?

AW: *nimbrung mode: ON* Professor, is that mycorrhiza is truffle?

TFC: Correct! So you know about it, Adit?

Wow, I hit the jackpot! Pas makan siang kami jadi ngebahas jamur mikoriza legendaris bernama truffle ini dan tentang karya2 Prof. Chia lainnya. Ga nyangka, pengetahuan gw soal jamur ini dari game PS1 Harvest Moon kebawa ke sini. Sorenya di Hall of Residence 8.

TSM: Adit, nanti kamu ikut penelitian yang truffle ya…

AW: Wah, iya bu??

TSM: Iya, kamu kan ngerti soal jamur ini.

Wow… lagi… dapet proyek lagi… oke, saya ga mau komen soal ini.

Rabu, 6 Oktober 2010. Masih kayak kemarin. Malamnya si prof nraktir kami makan di Jurong Point. Makan dengan lengkap sampai makanan penutup, dan keliling2 untuk melihat hal2 unik. Si prof menjelaskannya ke kami di bagian jamu khas Cina.

Dinner w/ Prof

Makan Malam di Jurong Point. Kiri ke kanan: Prof. Chia, saya, Bu Any, Bu Totik.

Kamis sampai Jumat masih eksekusi perlakuan ke Aglaonema dan akhirnya selesai! Sembari mencari literatur pustaka skripsi dan menyusunnya, saya ingin menunjukkan kepada 2 dosen saya ini gimana rasa truffle itu. Akhirnya saya menemukan restoran bernama Spizza. Saya sudah pernah memesan sebelumnya di Indonesia dan tau bagaimana mengkustomisasi pesanan saya. Saya pesan yang mirip Pizza Margherita (cuma saus tomat), lalu saya minta extra black truffle ke atasnya. Truffle hitam ini sudah dihaluskan. Tapi rasanya yang unik, agak seperti keju ini masih terasa kuat.

Pizza Truffle

Truffle itu ada di bagian yang hitam itu. Foto oleh saya sendiri.

Selama weekend, saya menunjukkan pizza ini, ke Singapore Science Center (di sana saya sekaligus mencari oleh2 berupa Astronaut’s Ice Cream, coba cari di Google deh!) dan kemudian mencari oleh2 seperti coklat di Takashimaya bersama 2 ibu dosen ini. Mereka membeli sepatu, dan pas balik di Jurong Point, saya ngiri setengah mampus ketika Bu Totik beli iPad di depan saya!! Gyaaah!! Malam sebelum balik ini, lagu “For A Lifetime” nya Melee terdengar di headphone di mana laptop saya terhubung ke playlist tetangga saya. Hehehe…

Besoknya kami sebelum pulang mengambil kultur kami dan berfoto bareng di depan NIE-NTU…

Di Depan NIE

Dari Kiri ke Kanan: Saya, Prof. Chia, Bu Totik, Bu Any. Foto diambil oleh orang lewat yang kami minta tolong.

Saya pun dari Changi balik ke Jakarta (CGK) dan sampai rumah, ngedrop oleh2, terus naik travel ke Bandung untuk siap2 bimbingan lagi besoknya.

Banyak pelajaran yang bisa saya petik kali ini:

  1. Banyak hal yang terjadi di luar dugaan kita, khususnya di luar harapan yang berlebihan. Yang kita perlu lakukan adalah syukuri apa yang kita miliki dan berdoa sambil berusaha untuk mendapatkan yang terbaik.
  2. Cintai ilmumu, maka ilmumu akan memberikan sesuatu kembali kepadamu.
  3. Banyak hal yang terjadi di luar persepsi kita. Ada orang yang pendiam, tapi ternyata baik. Oleh karena itu kita tidak boleh berburuk sangka. Dalam perjalanan kali ini, jujur saya melihat sisi Bu Totik yang orang2 lain jarang bisa lihat di kampus.
  4. Uang bukan segalanya, tapi uang adalah reward yang bisa diraih siapa saja selama mereka niat.

Sejak saat itupun, saya ga pernah ragu untuk terus mencari ilmu, melakukan penelitian2, dan bertanya kepada para ahli. Saya bersyukur sudah diberi pengalaman tak terlupakan seperti ini.

-AW-

Baru2 ini, saya dapat sharing page di Facebook yang isinya kurang lebih seperti ini:

BANTU SHARE PADA TEMAN

JANGAN ABAIKAN, TOLONG DI BACA:

Anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang dengan share ini.

Air Liur+Buah = Obat Cancer”

Dr. Stephen memperlakukan pasien sakit Cancer dgn cara yg “un-ortodoks” & banyak pasien Sembuh!

Ia percaya pd penyembuhan alami dlm tubuh terhadap penyakit.

Obat utk Cancer sdh ditemukan!

Anda percaya?

Saya berdukacita bagi pasien cancer yg meninggal di bwh perawatan konvensional.

Pasien cancer tdk seharusnya mati !

Menurut DR. Shu, 3 generasi Sinshe di Taiwan:

Makan buah segar dan caranya!

Ini sangat informatif!

Umumnya makan buah berarti membeli buah, cuci, memotongnya & masukkan ke dalam mulut kita?

Tapi tidak semudah yg kita pikirkan! Pengetahuan penting bagaimana & kapan harus makan buah.

Cara yg tepat makan buah;

+ TIDAK MAKAN BUAH-BUAHAN.

SETELAH ANDA MAKAN.

+ BUAH HARUS DIMAKAN PD SAAT PERUT KOSONG.

BUAH ADALAH MAKANAN PALING PENTING!

BAHAYA! Buah bercampur dgn makanan lain akan membusuk & menghasilkan gas sehingga lambung akan kembung!

Menurut penelitian Dr Herbert Shelton;

Jika Anda telah menguasai cara yg benar makan buah2an,

Anda memiliki;

umur panjang,

selalu sehat,

Penuh energi,

tubuh dan pikiran jadi nyaman & berat badan normal.

Makan buah yg utuh segar dan bersih (Bukan buah/Juice kemasan kaleng/botol Plastik) lebih baik dari pada minum jus.

Tapi jika terpaksa minum jus, maka minumlah seteguk demi seteguk secara perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur degan air liur Anda sebelum menelannya.

MINUM AIR ES SETELAH MAKAN = KANKER!!

Air dingin akan membuat makanan yang berminyak menjadi solid (beku)!

Hal ini akan menghambat proses pencernaan.

Ketika ‘lumpur’ tsb bereaksi dgn asam, maka akan jadi lemak bertoksin(Racun) & berbaris di dalam usus dan terserap dng sangat cepat! Sehingga menyebabkan Cancer!

Cara Terbaik adalah;

* Minum air hangat setelah makan

* Makan buah segar saat perut kosong.

(Buah + Air Liur Manusia = Obat Cancer).

=======

Note:

Ini adalah gambar pembedahan perut ketika proses operasi kanker lambung.

Lambung Bedah

——–

Resapi dulu sebentar… tarik napas…

OKE! SAYA AKAN KRITISI SECARA JELAS DAN TOTAL DENGAN PERSEPSI SAYA!

Pertama, obat kanker? Buah itu memang mengandung serat, vitamin, fruktosa, dan lain-lain. Air liur itu apa tau ngga? Air liur kita mengandung enzim ptyalin yang tidak lain merupakan enzim jenis amilase; mengubah karbohidrat kompleks pati atau amilum menjadi glukosa sederhana. Itu kenapa kalo kita makan roti atau nasi dan dikunyah sampai lama, rasanya akan jadi lebih manis. Di beberapa buah emang ada patinya dan bisa jadi gula sederhana pas kita makan. Di dalam air liur juga ada enzim lipase yang membantu mengurai lemak dan ini lah yang ngebantu bayi mencerna ketika lipase pankreas masih belum sempurna produksinya (Maton, 1993).

Di dalam air liur juga ada agen antibakteria, hormon gustin yang berperan dalam perkembangan sensor pengecap, dan iodin. Iodin yang kadarnya tergantung input iodin ke dalam tubuh kita ini berperan sebagai antioksidan, zat induktor apoptosis dan anti tumor yang berperan di dalam pencegahan penyakit di rongga mulut. Oke… mungkin ini yang disoroti ama penulis di atas. Tapi saya rasa ga ada hubungannya ama buah2an deh. Malah kalo kita mau coba, boleh! Pake makanan yang bisa nyerap air liur lebih banyak lah… kayak kentang tumbuk, roti, dan semacamnya… Satu hal tapi yang gw rasa, kadar iodin di air liur itu pasti sedikit banget. Jadi kalau pembaca merasa air liur ini adalah obat kanker? Saya rasa mungkin kita perlu air liur yang dikonsentrasikan sedemikian rupa untuk mengoptimalkan kadar iodin ini. So, I called this part of the myth: PLAUSIBLE.

Lanjut, makan buah sebelum makan… saya setuju. Sekali lagi saya ga mau menitikberatkan di hal kankernya ya. Terus apa? Makan buah di saat perut kosong itu membuat penyerapan nutrisi dan vitamin dari buah ini optimal di badan kita. Tapi ada disclaimer ya, jangan makan buah yang asam saat perut kosong. Nanti lambung kita malah sakit! Ah iya, ada juga… khusus lemon dan nanas, saya baru diberitahu oleh ibunya teman saya. Mungkin kita bisa bertanya kepada tukang jualan steak, atau sate, biasanya mereka tahu bahwa nanas bisa melunakkan daging. Ini berguna buat orang2 bergolongan darah A yang kurang kuat perutnya dalam mengkonsumsi daging merah dan malah bakal jadi buah konsumsi yang baik setelah kita makan.

Buah bakal busuk di lambung? Nggak bakal! Dari mana? Di lambung itu makanan ga bakal lama kok. Ditambah tingkat keasaman (pH) di lambung itu rendah sekali atau sangat asam karena ada asam klorida (HCl) di dalamnya. Bakteri di usus adalah bakteri yang bisa bertahan di pH serendah itu. Bakteri bawaan dari mulut atau luar? Belum tentu. Fermentasi di badan kita itu terjadi di usus, bukan lambung. Kalau kita kembung, saya rasa itu lebih ke jenis makanan yang kita konsumsi. Soda, kacang2an, ya… itu bisa menghasilkan gas. Tapi badan kita pun bisa meregulasikannya, maka dari itu kita bisa sendawa, atau buang angin. Kecuali kita makan dalam skala besar. Tapi sekali lagi, ga ada hubungannya sama buah2an setelah makan!

Soal jus, iya… itu kurang disarankan karena kadang jus sudah diberi pemanis, pengawet, atau bahkan pewarna buatan. Buah segar adalah yang lebih baik! Atau seenggaknya kalau kata saya ya, buat jus sendiri!

Terakhir, minum air dingin = kanker? Dari mana??  Untuk masuk ke lambung, air akan lewat kerongkongan. Suhu badan kita adalah 36-37˚ C. Saat air mengalir di dinding kerongkongan, air secara perlahan akan semakin hangat sampai tiba di lambung. Andaikan masih agak dingin, ga bakal lama. Tulisan di atas menyebutkan bahwa “lumpur” lemak yang bercampur dengan asam lambung akan jadi memicu kanker. Saya rasa lemak ga akan bereaksi di lambung dengan asam. Lemak2 ini baru akan terurai ketika terkena enzim lipase dari pankreas.

So, saya menyimpulkan:

  1. Buah memang baik sebagai appetizer tapi ada buah tertentu yang justru membantu pencernaan dan perlu dimakan terakhir
  2. Iodin di air ludah berpotensi untuk diteliti sebagai antikanker
  3. Minum air dingin ga akan menyebabkan kanker!

Begitu dari saya, saya harap kita di jaman yang media tersebar dengan luas ini bisa berhati2 dan menyaringnya dulu sebelum kita terima. Terlepas dari itu, saya akan sangat senang jika ada pembaca yang memberi masukan dan koreksi atas tulisan saya ini!

-AW-

Referensi

Maton, Anthea (1993). Human Biology and Health. Prentice Hall.ISBN 0-13-981176-1.

Sangat dianjurkan untuk membaca:

Fruit on Empty Stomach

Myth: Drinking Cold Water Causes Cancer

Ada yang tau pohon beringin kembar di Alun-Alun Kidul (Selatan) Keraton Yogyakarta? Yang ini nih!

Beringin Kembar Keraton

Diambil tanggal 23 Maret 2013, malem2. Keren ya?

Ada sebuah cerita di masyarakat… entah saya perlu menyebutnya takhayul atau mitos, yang mengatakan bahwa jika kita berhasil melewati jalan di antara kedua pohon ini, maka keinginan kita akan tercapai.

Orang yang membaca kalimat di atas pasti berpikir satu di antara ini:

  1. Ah, syirik itu! Berdoa ya kepada Tuhan sama kerja kalo keinginan mau tercapai! Masa percaya sama pohon??
  2. Ah, kalo ga mungkin! Ya kali keinginan bisa dateng begitu aja tanpa kerja!

Kalo kalian berpikir hal semacam 2 poin di atas, maka selamat… saya akan bilang, “PEMIKIRAN ANDA SANGAT DANGKAL!”

Ada sebuah pesan moral yang sesungguhnya bisa didapat dari urban legend satu ini. Ya, waktu itu saya bersama kedua sohib saya, Aria dan Dwiki. Aria yang berperan sebagai ahli budaya di perjalanan ini, Dwiki yang berperan sebagai penguji di lapangan, dan saya yang mencoba menganalisis melakukan penelitian untuk mengeceknya. Berikut prosedurnya:

  1. Yang diuji diminta menutup matanya.
  2. Yang diuji diminta jalan lurus. Pengamat hanya boleh mengatakan kalo ia ada di sekitarnya, ga boleh bilang dia jalannya lurus apa ngga dan harus mendampingi si yang diuji sampai dia bener2 belok dari arah pohon, nabrak pohonnya, atau bener2 udah melewati jalan di tengah pohonnya.
  3. Faktor internal yang diamati: langkah kaki, arah gerakan, apa yang dirasakan si yang diuji.
  4. Faktor eksternal yang diamati: lekuk permukaan tanah yang dilewati (adanya rumput, akar pohon, tanah pasir, dll).

Hasilnya:

  1. Kecepatan kayuh kaki kanan-kiri masing2 itu beda.
  2. Pola gerakan kaki masing2 itu beda (ada yang ngayuh ke atas banget, ada yang nyeret).
  3. Tanah yang dilewati kita itu ada yang mulus (rata berpasir), sedikit cekungan, berumput, ada naikan dikit, dan ada yang dilewati akar pohon beringin.
  4. Suasana rame, bombardir suara dari segala penjuru kadang bikin puyeng.
  5. Saat mata ditutup, kita fokus ke 2 hal: posisi kepala terhadap arah lurus yang dipersepsikan otak, dan posisi gerak kedua telapak kaki terhadap arah lurus di atas tanah.

Sadarkah kalian bahwa dari hasil penelitian singkat itu bisa ditarik kesimpulan yang bijak berupa:

  1. Bagaimana orang melangkah itu beda caranya, itu adalah signature setiap orang. Ekstrimnya, ada yang pincang dan ada yang ngga. Well, yang penting percaya diri! Kita harus bisa menghargai diri kita sendiri dengan percaya pada diri kita sendiri dalam menghadapi masalah, dengan cara kita sendiri.
  2. Dalam hidup itu, semua yang dilakukan untuk mencapai keinginan itu belum tentu mulus. Efek interaksi dengan orang2 di sekitar kita (baik itu pujian dan hujatan), mulus-tidaknya jalan kita itu adalah pelajaran yang bisa kita ambil selalu. Semua tergantung bagaimana kitanya, ambil sebagai pelajaran, atau berhenti karena menyerah? Winner never quit, quitter never win!
  3. Hal yang paling penting, jika kita punya keinginan adalah FOKUS! Ada yang pernah menonton film/baca novel “5 cm”? Ada kutipan kata yang sangat menarik di dalamnya yang intinya adalah taruh cita-cita kita 5 cm di depan kening kita, dengan begini kita akan fokus dan akan terus maju untuk mengejarnya. Iya dong! Dengan analogi beringin ini juga bisa. Jika kita ga fokus, kita akan nyasar dan nabrak. Kalo kita ga mau melangkah, kita akan ada di tempat yang sama.

Bagaimana? Itu adalah “resep” yang ditinggalkan leluhur kita untuk kita mengejar keinginan kita. Terkadang hal2 yang kita anggap takhayul itu ada sisi benarnya bukan? Kita saja yang kadang malas melihatnya lebih dalam lagi. Peninggalan leluhur kita itu adalah sakral, karena mereka bisa melihat makna atas segala sesuatu lebih baik dari kita, dan mereka sangat apik dalam menyusun cerita2 legenda dan pesan2 kepada kita. Berbeda dengan kita yang terbuai dengan segala kepraktisan karena hidup di jaman yang serba instan ini. Untuk itu, saya mau ucapkan kalimat yang dulu waktu kecil saya pernah dengar dari lagunya Sherina, “Lihatlah Lebih Dekat.”

“Lihat segalanya lebih dekat, dan kau bisa menilai… lebih bijaksana. Mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar… Lihat s’galanya lebih dekat, dan kau akan mengerti.”

-AW-

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead dear Beloved, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life