Skip navigation

Gambar

Pernah gak terbesit di pikiran kalian soal dualisme ini? Mungkin keduanya identik dengan kebaikan dan kejahatan; kebahagiaan dan kesengsaraan juga. Tapi pernah gak terpikir bahwa anggapan di mana cahaya itu adalah hal baik dan kegelapan itu adalah hal buruk itu… sebenernya agak “rasis” dan gak adil?

Naif saya rasa, saat mereka yang dirubung kesepian dan kesedihan mengatakan bahwa mereka berada di sisi gelap atau jatuh dalam lubang kegelapan. Kenapa? Mereka harusnya bisa melihat dengan sudut pandang yang berbeda. Karena dengan pandangan demikian, bagaimana mereka yang berada dalam keramaian, namun mereka merasa kesepian?

Saat malam, kalian tertidur pulas karena kelelahan, apa yang membantu kalian memulihkan tenaga kalian? Kegelapan kan? Saat itu, cahaya yang terang justru hanya akan menjaga kelelahan itu ada di sisi kita. Saat biji tanaman akan berkecambah, yang mereka butuhkan adalah kegelapan sebelum mereka muncul dan siap untuk hidup di bawah cahaya.

Saya mengatakan ini semua, bukan karena saya takut cahaya, bukan karena saya benci cahaya. Saya ingin kita semua tahu bahwa kebaikan ataupun kejahatan itu tidak berada di dalam cahaya ataupun kegelapan, melainkan itu semua ada di dalam hati masing2.

Orang bijak berkata, kegelapan adalah kekosongan, lalu pengetahuan sejati itu ada di saat kita tidak tahu apapun. Mengapa? Jika kita menganalogikan pengetahuan itu adalah isi dan adalah bagian dari sisi terang cahaya, semakin kita mencari ilmu, kita akan sadar betapa kecilnya kita, betapa bodohnya kita, betapa kosongnya kita. Jadi ketika kita tahu segalanya, kita sesungguhnya adalah bodoh dan berada di dalam kekosongan yang gelap.

“Verbum sapienti, quo plus habent, eo plus cupiunt. Post nubila, phoebus”

“Kata orang bijak, semakin seseorang memiliki, (maka) semakin (ingin) orang itu untuk mencari. Setelah awan, (munculah) mentari.”

-Enya, dalam lagunya “Cursum Perficio” (Kuselesaikan Kerjaku)

Kegelapan adalah tempat pengetahuan yang tak terbatas itu, namun sayang… pengetahuan tak terbatas adalah milik Tuhan semata. Itulah mengapa, segala sesuatu yang aneh itu dikaitkan dengan kegelapan. Tapi di agama manapun, Tuhan meminta hamba-Nya untuk terus mencari ilmu, karena Tuhan mencintai mereka yang mau menggunakan akal pikirannya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Kegelapan adalah ketiadaan yang menyediakan ruang, ruang untuk cahaya kecil untuk bersinar.

Kegelapan adalah daya tarik, daya tarik agar cahaya bisa berkumpul.

Cahaya yang terang bisa membutakan mata, maka pejamkanlah mata kalian untuk tidur di kegelapan.

Cahaya yang terang dan keramaian kadang menahan rasa tangis dan kesedihan kita, maka di kegelapan ingatlah Tuhan kalian yang Maha Perkasa dan keluarkanlah kesedihan kalian di dalam doa kepada-Nya di saat orang lain sibuk dengan urusan mereka masing2.

Kadang kita menganalogikan makhluk2 gaib dengan kegelapan, dan kita lupa bahwa mereka tercipta dari energi. Energi yang tercipta dari sesuatu yang menyala.

Kadang kita lupa, bahwa kita terlahir di dalam kegelapan dan akan pergi dalam kegelapan.

Di agama saya disebutkan bahwa api neraka itu hitam, membakar mereka yang berdosa, namun api itu segan menyentuh wajah mereka yang selalu mengingat Tuhan mereka.

-AW-

PS: Gambar di atas berjudul “Hitam dan Putih” dibuat oleh saya sendiri dengan perangkat lunak Adobe Photoshop CS5.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Learning The Blues

Be blue, be smart

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: