Skip navigation

Waktu saya SMU, saya sempat dibuat penasaran oleh game yang sampai sekarang sejujurnya saya belum tamat yang berjudul Half Life.  Game terbitan Valve ini sebenarnya secara sains, baik biologi ataupun fisika bisa ditelaah lebih lanjut. Secara biologi, sejujurnya saya tertarik dengan bagaimana kita menganalisis para penghuni Xen, dunia asing yang berada di dimensi lain dan terekspos akibat kecelakaan laboratorium Black Mesa. Tapi nampaknya karena saya sendiri belum tamat, saya tidak bisa memberi banyak komentar dan menganalisis lebih lanjut. Jadi, saat ini saya akan melihat sisi fisika dari salah satu aspek yang ada di dalam game itu, yaitu beberapa senjata yang digenggam oleh sang protagonis… Dr. Gordon Freeman.

Senjata2 ini sebenarnya bisa kita mainkan begitu kita main beberapa game lain terbitan Valve, dan yang waktu itu saya coba adalah Portal. Kedua game ini sebenarnya ada di dunia yang sama, tetapi memiliki latar yang berbeda. Ketika kita bermain Half Life, kita berada di dalam laboratorium canggih milik perusahaan Black Mesa, sementara saat kita bermain Portal (dan sequelnya) kita ada di dalam laboratorium perusahaan yang menjadi saingan Black Mesa, yaitu Aperture Laboratories. Waktu saya main Portal, saya mendapatkan beberapa senjata dari Half Life dengan mengaktifkan kode cheat yaitu “sv_cheat 1” lalu “impulse_101” dan voila! Saya pun mendapatkan senjata2 itu. Emang apa aja senjatanya? Ini…

Yang pertama, Zero Point Energy Field Manipulator (ZPEFM).

Gravity Gun

Senjata ini punya 2 mode pemakaian, yang pertama adalah mode genggam-jatuh yang berfungsi untuk membawa barang2 berbahaya untuk dipegang, dan yang kedua adalah mode genggam-lempar yang membuat benda ini menjadi senjata. Saat kita menggunakan senjata ini untuk meng”genggam”, kita akan menarik benda yang kita ingin bawa beberapa sentimeter tepat ke depan mulut senjata ini dan saat kita ingin menjatuhkannya kita harus memastikan benda yang kita bawa di depan senjata ini cukup dekat dengan permukaan atau benda itu secara simpel akan langsung jatuh. Sebagai senjata, kita bisa pada awalnya menarik benda tajam, berat, atau berpotensi untuk dilempar dengan kecepatan tinggi dengan senajta ini sebelum kita arahkan ke lawan dan pletarrr benda yang kita lempar dengan senjata ini akan terlontar dengan kecepatan tinggi ke target.

Secara ilmu fisika, “zero point energy” atau energi titik nol adalah energi terendah yang mungkin dimiliki sebuah sistem kuantum mekanika. Sebenernya saya bingung bagaimana menghubungkan gravitasi dengan energi titik nol ini. Senjata ini dijelaskan bahwa di dalamnya terdapat kristal yang berasal dari Xen. Mungkin saja itu menjadi alasan senjata ini tidak perlu baterai, atau mungkin kristal di dalamnya punya energi untuk memanipulasi medan gravitasi. Energi titik nol dalam skala aplikasi bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi yang sangat berlimpah karena bersumber dari partikel2 yang jumlahnya sangat banyak. Jujur, saya butuh penjelasan anak jurusan fisika atau ahli fisika untuk membahas energi ini. Sekarang, saya akan loncat ke kemampuan menarik benda. Sesuai namanya dan seperti yang kita tau, gravitasi adalah gaya tarik menarik antara dua benda dengan massa yang berinteraksi dan ditentukan oleh besar massa dan jarak antara keduanya. Secara hipotetis, gravitasi yang termasuk medan energi atau secara partikel dasar disebut Boson ini memiliki paket terkecil disebut graviton (ekivalen gelombang elektromagnetik dan paketnya, photon). Hingga saat ini belum ditemukan keberadaan graviton. Mungkin saja bila graviton ditemukan, keberadaan benda manipulator gravitasi seperti ini atau bahkan sinar traktor seperti di film2 fiksi ilmiah menjadi mungkin untuk terjadi.

Lalu yang kedua Gluon Gun.

Gluon Gun

Gluon merupakan bagian dari elemen dasar (berupa medan energi)  yang berinteraksi dengan kuat. Di alam semesta terdapat 4 gaya fundamental yang terdiri atas gaya gravitasi, gaya elektromagnetik, gaya lemah, dan gaya kuat; semuanya berurutan dari skala makroskopik ke skala kuantum, dan gluon berinteraksi sebagai gaya kuat yang mengikat partikel subatomik yang disebut sebagai quark. Di partikel yang berada di sekeliling kita, termasuk kita sendiri, tersusun atas partikel dasar yang terdiri atas proton, neutron, dan elektron. Elektron yang bermuatan negatif mengorbit inti atom atau nukleon yang terdiri atas proton dan neutron. Proton bermuatan positif, dan neutron bermuatan netral. Quark terdiri atas 6 tipe yang disebut “rasa”, yaitu up, down, strange, charm, top, dan bottom (saya sengaja dengan Bahasa Inggris agar tidak tertukar antara up-top dan down-bottom) yang masing2 bermuatan +2/3, -1/3, -1/3, +2/3, +2/3, dan -1/3. Proton tersusun atas 2 quark up dan 1 quark down (2/3 + 2/3 – 1/3 = +1), sementara neutron tersusun atas 2 quark down dan 1 quark up (-1/3 + (-1/3) + 2/3 = 0). Ketiga quark di dalam 2 partikel nukleon itu terikat oleh gluon. Dengan kata lain, gluon berperan sangat penting untuk membuat partikel di seluruh alam ini bersatu.

Konsep yang ditawarkan senjata ini dalam game senjata ini menembakkan medan energi gluon ke target, mengganggu kestabilan komponen nukleon target, dan kemudian sebagai efeknya, target akan hancur hingga ke bagian subatomnya. Gila ya?

Terakhir (walaupun sebenernya masih ada lagi, kayaknya) Tau Cannon.

Tau Cannon

Tau itu… kebalikan dari gak tau, ancur garing! adalah partikel yang disebut lepton; sama seperti elektron, yang merupakan partikel yang berinteraksi dengan lemah dengan partikel lain. Dalam “keluarga” partikel lepton, ada elektron, muon, tau, dan neutrino. Kecuali neutrino, semuanya bisa berinteraksi dengan nukleon. Kita pastinya udah tau elektron lah ya. Muon bisa dikenal sebagai “elektron berat” karena massa nya yang lebih berat (elektron 0,51 MeV, muon 105 MeV), tapi muon tidak terlalu stabil karena hanya bisa bertahan selama 2,2 mikrodetik. Tau adalah partikel yang lebih besar lagi dengan massa 1776 MeV tapi hidup jauh lebih singkat lagi yaitu cuma 30 picodetik (3×10^-13 detik).

Sebenarnya cukup ambigu konsep senjata ini. Di sisi lain, Tau Cannon ini disebut Gauss Gun. Dua hal yang sangat berbeda. Di game disebutkan keduanya melontarkan partikel berkecepatan tinggi bermuatan negatif. Gauss gun di dunia nyata juga sebagai coil gun atau pistol kumparan yang memanfaatkan medan magnet untuk melontarkan projektil dengan kecepatan tinggi. Memang sih, bisa aja di sini projektilnya berupa partikel tau. Cuma sebagai senjata, apa benar konsepnya? Berbeda dengan Gluon Gun di atas yang menurut saya bisa aja benar, kasus senjata ini agak membingungkan. Yang sekarang saya sorot ada 3 konsep:

  1. Partikel yang jauh lebih berat daripada elektron, mungkin dengan ini dianggap efeknya lebih parah dari elektron.
  2. Konsep sama seperti Plasma Rifle yang melontarkan elektron yang bebas, berakibat besar dan buruk jika ditembak ke alat elektronik karena energi ionisasi di dalamnya sangat merusak peralatan ini.
  3. Konsep melesatkan partikel ke kecepatan tinggi yang mungkin dianggap bisa menghancurkan target dalam skala partikel.

Sekarang kita bahas.

Konsep 1 dan 2. Mungkin bisa aja sih kalo tau bisa “hidup” lebih lama. Karena umur paruhnya yang pendek, dia ga bakal bisa selamat begitu dilontarkan (gimana kalo dipercepat? kita bahas di konsep 3). Partikel2 lepton ini bisa menggantikan elektron dan membentuk atom eksotis seperti partikel muon yang bisa membentuk partikel muonik. Partikel muon diduga berguna untuk kita dalam perancangan fusi nuklir dalam suhu yang lebih dingin (cold fusion). Karena massa muon yang besar, maka ketika mengorbit nukleon akan berjarak lebih kecil daripada elektron. Sehingga energi untuk memadukan dua partikel akan bisa terjadi pada suhu yang mendekati suhu ruang ketimbang fusi nuklir biasa yang harus dalam suhu ribuan hingga jutaan derajat Celsius (kita tau, reaksi fusi di matahari terjadi pada suhu yang mencapai 15 juta derajat Celsius) untuk membuat elektron terionisasi. Di sisi lain, ilmuwan memperkirakan bisa saja terbentuk partikel tauonik dan membuat reaksi fusi berada di suhu yang lebih rendah lagi. Tetapi sayang umur partikel ini sangat cepat. Soal apakah partikel tau ini bisa merusak? Saya belum tahu.

Muonic Fusion

Ilustrasi fusi muonik. Gaya tolak akibat elektron yang besar bisa diperkecil ketika digantikan dengan muon.

Konsep 3. Ini mungkin sama kasusnya dengan pertanyaan apakah berdiri di tengah akselerator-penumbuk partikel seperti yang ada di CERN dan Fermilab mematikan? Jawabannya iya, tetapi akibat radiasi energi, bukan karena partikel. Partikel kecil yang terakselerasi akan melewati tubuh kita, sementara radiasi akan berdampak ke sebagian jaringan kita. Jujur saya belum bisa menjelaskan lebih jauh lagi karena saya belum tahu apa yang terjadi jika “elektron raksasa” ini dilontarkan ke target, karena pastinya yang terlontar akan dalam jumlah banyak ketimbang sedikit seperti di CERN atau Fermilab.

Untuk artikel ini, saya hanya memberikan sedikit petunjuk untuk pembaca mencarinya lebih jauh lagi. 🙂

Kata kunci penting: gluon, tau particle, muon, electron, zero-point energy

Sumber:

Konsep Cold fusion

Apakah yang terjadi jika kita berdiri di tengah penumbuk partikel berkecepatan tinggi?

Gluon Gun

ZPEFM

Tau Cannon

Iklan

One Trackback/Pingback

  1. […] saya saat mengetik blog ini! Lihat, betapa kuatnya imajinasi seseorang! Bahkan game saja (misal Half Life dan StarCraft) itu banyak ide2 yang dituangkan di dalamnya dan menunggu untuk direalisasikan dengan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: