Skip navigation

250px-Zerg_SC2_Icon2

Siapa sih yang gak tau ras Zerg kalo main Starcraft? Ras mirip serangga berukuran besar yang hobi keroyokan ini jujur merupakan subjek penelitian xenobiologi yang menarik buat saya. Kalo ada yang belum tau, Zerg adalah ras yang punya kemampuan biologi yang unik. Mereka punya kemampuan arsip molekuler DNA yang luar biasa, memungkinkan mereka untuk melakukan mutasi jika diperlukan dan diarahkan, dan kemampuan untuk mengasimilasi ras lain yang berbeda ke dalam kolam gen mereka. Sebenarnya bukan itu aja! Sini deh, saya jelaskan aspek2 konsep biologis di Zerg dalam poin2, dan juga saya sertakan penjelasan ilmiah yang memungkinkan untuk mendukung teori saya, yang (saya harap) bisa menunjukkan bahwa Zerg bukan sekedar makhluk dalam permainan saja.

Sebelum itu, saya ingin menjelaskan sesuatu. DNA (asam deoksiribonikleat) adalah kode2 rancangan dasar makhluk hidup yang berperan untuk segala proses kehidupan (pertumbuhan, perkembangan, metabolisme, dan perubahan2 signifikan lain) si individu makhluk hidup itu karena DNA merupakan data penting untuk pembuatan molekul perantara RNA (asalm ribonukleat) yang merupakan rancang biru pembentukan protein; komponen dasar makhluk hidup berbasis karbon (seperti kita) (Alberts, 2008). Jika kode2 DNA itu berubah,  maka peristiwa itu disebut mutasi. Mutasi bisa disebabkan oleh komponen yang disebut mutagen yang bisa berupa radiasi dan senyawa kimia (Hartwell, et al., 2008). Perubahan kode2 itu bisa berdampak ke perubahan2 proses bahkan bentuk makhluk hidup seiring pertumbuhannya. Contoh gampangnya, orang yang terkena mutasi akibat radiasi nuklir bisa terkena kanker, jika mengandung, sang janin bisa tumbuh secara tidak sempurna (ga punya tangan, kaki, bahkan kepala, atau apapun lah yang bisa terjadi). Oke2, sekarang saya akan bahas soal kemampuan keren Zerg:

Pertama, superorganisme. Zerg adalah ras agresif di bawah satu komando entitas tertinggi (dulu Overmind-Cerebrate, terus di bawah kendali Queen of Blades, Sarah Kerrigan, dan di era selanjutnya di bawah Queen (ratu koloni, ah ya… kalo saya salah tolong koreksi)). Superorganisme adalah kumpulan beberapa organisme yang hidup bersama-sama (biasanya dalam koloni) dan bergerak seolah merupakan satu kesatuan, seolah merupakan 1 makhluk hidup tunggal (Tautz, et al., 2008). Satu koloni makhluk hidup memiliki kasta2 dengan kepemimpinan tertinggi di bawah satu ratu yang terus menghasilkan keturunan. Individu terbanyak dalam sistem koloni adalah anggota kasta pekerja (drone) yang hidup sinergis satu sama lain dengan konsep pikiran kolektif (collective mind/hive mind) dengan sang ratu menjadi otaknya. Dengan kata lain, pekerja2 ini hidup dalam satu rutinitas absolut untuk menjaga ratu dan menjaga keutuhan koloni, berbeda dengan ratu yang punya andil atas perintah atas kasta di bawahnya. Selain pekerja, biasanya ada kasta tentara dan kasta generatif (jantan dan betina yang nantinya berperan untuk membentuk koloni baru). Di kehidupan kita, kita kenal semut, rayap, dan lebah yang hidup secara superorganisme. Di Zerg, semua ini ada dalam kondisi yang sangat ekstrim dan maju. Entitas tertinggi di Zerg sebelum Sarah Kerrigan memiliki sistem seperti dewan tinggi, dengan Overmind sebagai otak utama, dan para Cerebrate sebagai otak lanjutan dan komandan koloni. Setelah Sarah Kerrigan menjadi Queen of Blades, Zerg hidup dengan Sarah sebagai otak tunggal dan komando tertinggi Zerg.

Zerg_SC-BW_Art1bee_colony

Atas: Koloni Zerg, Bawah: Koloni lebah.

Kedua, asimilasi dan mutasi. Ga ada contoh nyata (ya kan ya? sumpah kalo ada serem!). Analisis saya mengatakan bahwa Zerg memiliki DNA dengan gen2 pokok yang merupakan atribut utama dari Zerg. Terus asal-usul Zerg itu sendiri apaan dong? Zerg disebutkan sebagai organisme yang berasal dari Planet Zerus dan merupakan ras insektoid (mirip serangga). Seiring invasi yang dilakukan Zerg, para petarung Zerg akan menculik/mengambil/membawa ras yang mereka jajah ke sarang utama untuk biasanya dimasukkan ke dalam krisalis/cangkang pupa dan 2 kemungkinan akan terjadi: yang pertama dengan mediasi virus berisi DNA pokok Zerg, si target akan bermutasi sehingga semakin punya kemiripan sama makhluk insektoid (jadi punya cangkang luar atau exoskeleton, punya ruas2, dan semacamnya) sampai target bahkan akan berubah pikirannya dari makhluk individu ke makhluk sosial koloni (superoganisme) (walaupun ada kasus langka di Kerrigan di mana ia bisa melawan ini, kemampuan ini memungkinkan dirinya menjadi penguasa Zerg), dan kedua biasanya terjadi pada makhluk2 yang dirasa penting oleh koloni, DNA mereka akan disalin dan disimpan dalam DNA gabungan koloni. Memungkinkan seekor larva Zerg yang menyimpan DNA kolektif Zeg bisa berubah menjadi macam2 individu seperti bangunan atau para tentara atau pasukan spesialis Zerg melalui proses hiperevolusi (dibahas nanti). Elegan konsepnya, semua jadi satu, dan satu bisa jadi semua.

ChrysalisKerrigan_SC2_Game1

Krisalis yang ada selama proses mutasi.

Ketiga, creep. Apaan tuh? Kalo main sih pasti tau. Creep adalah makhluk hidup bersel tunggal yang hidup dalam koloni, membentuk biofilm seiring meluasnya koloni yang berperan sebagai penghubung satu bangunan (yang sebenernya adalah organ raksasa) dan menyediakan nutrisi untuk bangunan2 tadi dan stimulan untuk para individu Zerg yang hidup di atasnya. Tanpa creep ini, bangunan2 Zerg akan malnutrisi, dehidrasi, dan mati. Sementara para individu aktif Zerg akan melambat secara fisiologis dan akan beregenerasi dengan sangat lama jika terluka. Dengan demikian, creep bisa disebut sebagai produsen hormon pertumbuhan dan stimulan tubuh, serta penyalur nutrisi. Lho, emang bisa? Jangan salah. Koloni jamur bisa lho menghasilkan senyawa2 hormon dan antibiotik. Kita tau contohnya antibiotik Penicillin dihasilkan oleh koloni Penicillium notatum (Madigan, et al., 2009). Hormon atau tepatnya zat pengatur tumbuh (ZPT) tumbuhan, Giberellin bisa dihasilkan oleh jamur (Taiz & Zeiger, 2002). Properti lain yang nampaknya dimiliki creep adalah intelejensia koloni sel tunggal, sebagaimana creep bisa merayap bertambah luas seolah dia hidup. Kondisi ini di dunia nyata bisa dijelaskan pada fenomena kapang lendir (slime mold) yang terbukti bisa membentuk agregat atau gabungan sel dan bergerak. Lebih kerennya lagi, kapang lendir ini bisa tumbuh membantuk jaringan mencari arah nutrisi jika diletakkan di dalam labirin dengan satu area diisi senyawa nutrisi. Jadi, bukan ga mungkin fenomena ini terjadi di Zerg yang lebih canggih.

Creep_SC2_Phys2Screen Shot 2013-02-10 at 11.59.34 PM

Atas: Sampel creep. Bawah: Kapang lendir.

Keempat, hiperevolusi. Untuk kasus yang satu ini, jujur saya ga punya contoh nyata secara alamiah. Kejadian di mana larva Zerg bisa berubah menjadi bangunan, atau menjadi individu yang kemudian bisa berubah lagi menjadi lebih sempurna dalam waktu singkat, mengalahkan proses evolusi normal yang memakan waktu jutaan tahun. Sebenarnya proses ini mungkin terjadi di dalam laboratorium di proses rekayasa genetika. Kita sebagai manusia udah melewati ribuan tahun peradaban di muka Bumi dan kita berperan penting dalam pemuliaan makhluk hidup. Jagung yang dulu ga lain ama rumput. Tomat yang dulu buahnya kecil banget. Sekarang kita bisa mkan jagung manis segede jumbo, dan minum jus dari tomat sebesar kepalan tangan kita. Tapi itu adalah hasil persilangan atau hibridisasi selama ratusan hingga ribuan tahun. Sekarang, ada sebuah metode yang disebut: mutagenesis dan rekayasa genetika (aduh, gw serasa ikut sidang TA lagi). Mutagenesis atau proses mutasi dan pembentukan mutan dengan radiasi atau senyawa kimia bisa mengubah makhluk hidup secara acak. Sekarang udah bisa lho, kita ngebuat daun tanaman jadi putih (Mariani, et al., 2011). Tapi sayangnya mutagenesis ini terlalu acak dan ini bisa dibilang menyedihkan untuk bangsa Zerg yang harus punya armada kuat. Logikanya, karena ga terarah, mutagenesis bisa menghasilkan individu zerg yang kuat, atau bahkan lemah. Ya kan acak, bisa aja ntar nongol Hydralisk  yang durinya banyak kayak duren tapi ga penting, atau tangannya jadi 1 doang. Kan ga lucu! Yang saya rasa cocok buat mewakili kondisi Zerg itu rekayasa genetika. *Spoiler Alert, tapi gw juga belum main sih karena emang belum dirilis* Di Starcraft II – Heart of The Swarm, ada makhluk Zerg ahli genetika yang namanya Abathur dan dia ahli manipulasi gen para makhluk2 Zerg lain. Sampe dia bisa ngebuat Baneling yang ijo2 bisa gelinding dan meledakkan diri ngeluarin asam korosif itu bisa dimodif jadi Splitterling yang punya properti cacing pita yang kalo dibelah jadi banyak atau Gorgeling yang asamnya jadi lebih kuat. Rekayasa genetika ini ga memakan waktu lama. Bisa dalam hitungan tahun, bahkan bulan, karena perubahannya ga perlu 1 siklus hidup yang perlu perkawinan, tapi bisa kapan aja, dan dari individu yang udah dewasa.

BanelingCocoon_SC2_Head1Screen Shot 2013-02-11 at 12.04.34 AM

Atas: Krisalis lain untuk mutasi lanjutan pada Zerg. Bawah: Hasil mutasi pada tumbuhan menyebabkan warna putih (Wicaksono, 2011)

Kelima dan terakhir untuk saat ini (belum nemu lagi), proses fisiologi yang lebih maju. Maksudnya? Kalo kita nyimak log penelitiannya Egon Stettmann di dalam lab Hyperion, kita bakal tau kemampuan jaringan2 tubuh Zerg yang ga akan mati karena umur tua. Hal ini terjadi karena saat ada jaringan atau sel2 mati di tubuh individual Zerg, sel2 yang masih tumbuh akan memakan sel2 mati itu, memanfaatkan sel2 mati itu jadi sumber nutrisi sel2 baru untuk membentuk jaringan baru. Hal ini ngebuat Zerg bisa berumur panjang banget. Ah, mana bisa kemampuan itu terjadi di dunia nyata! Eh, jangan salah! Ada ubur2 yang namanya Turritopsis nutricula, yang bisa disebut ubur2 abadi. Buat yang protes secara religi bahwa ga ada yang abadi, gw tegaskan: abadi secara biologis (kalo dibakar atau seluruh tubuhnya rusak bisa mati). Unik, ubur2 ini punya respon kalo dia udah sampe di titik penuaan (senesens) atau kena luka, yaitu dia berubah lagi jadi organisme muda dan membentuk polip; fase hidup awal ubur2 (Piraino, et al., 1996). Walaupun ubur2 ini ga punya jaringan yang makan jaringan lain yang mati, tapi seenggaknya ini adalah bukti bahwa ubur2 ini bisa memanipulasi jaringan2 tubuhnya yang menua/luka, sehingga jaringan2 muda tumbuh dan membentuk organisme utuh lagi. Ada lagi, ini dari game Starcraft II – Heart of The Swarm yang belum keluar. Ada kemampuan khusus yang dipunya ama Zergling yang disebut Mitosis Pascakematian. Memungkinkan saat seekor Zergling mati, akan keluar dari tubuh bangkai itu 3 ekor Broodling. Ga aneh karena kemampuan hiperevolusi yang bahkan dalam skala jaringan tubuh di Zerg. Tapi prinsipnya juga agak mirip sama ubur2 tadi. Yang jelas, pada hewan itu kematian itu secara definisi biologi adalah rusaknya fungsi otak dan jantung. Sehingga setelah mati, sebenarnya jaringan2 lain masih hidup. Pembusukan mayat itu terjadi karena bakteri2 dari organ pencernaan. Nah, di kasus Zergling tadi, bisa aja ada 1 jaringan mutatif yang kalo si individu mati bisa membelah dengan cepat dan membentuk makhluk yang disebut BroodlingWho knows, eh? Ternyata bukan ga bisa lagi bahwa 1 jaringan bisa dimodifikasi sampe bisa memimik makhluk hidup lain kok. Ada sekelompok ilmuwan yang membuat “ubur2” medusoid dari jaringan otot jantung tikus dengan cara mengaplikasikan sifat kontraksi otot jantung yang mirip secara konsep dengan jaringan ubur2 yang mengalami kontraksi (Nawroth, et al., 2012). Meniru konsep makhluk hidup lain ini istilahnya dikenal dengan sebutan biomimikri.

Symbiote_SC2_Head1Screen Shot 2013-02-11 at 12.05.57 AM

Atas: Broodling yang lahir ketika Zergling mati. Bawah: Ubur2 Turritopsis nutricula yang bisa lahir lagi setelah tua atau stress (Piraino, et al., 1996)

Sebenernya banyak lagi yang bisa gw bahas, cuma kalo saya keluarin di sini lagi bakal kebanyakan. Jadi yah begitulah… moral utamanya adalah: Ada kebenaran2 yang sebenarnya bisa dicari dari dalam segala aspek kehidupan, bahkan ketika kita sedang menikmati game; terlabih lagi game itu fiksi ilmiah!

Referensi:

Alberts, Bruce (2008). “Molecular Biology of The Cell.” New York: Garland Science

Hartwell, L.H., L. Hood, M. Goldberg, A. Reynolds, L. Silver, R. Veres (2008). “Genetics: From Gene to Genome.” New York: McGraw Hill International Edition

Madigan, M.T., J.M. Martinko, P.V. Dunlap, D.P. Clark (2009). “Brock: Biology of Microorganisms (12th ed).” New York: Pearson Benjamin Cummings

Mariani, T.S., A. Fitriani, A. Wicaksono, T.F. Chia (2011). “NMU-induced mutation in Aglaonema by particle bombardment.” International Journal of Basic & Applied Sciences 11(03): 59-67

Nawroth, J.C., H. Lee, A.W. Feinberg, C.M. Ripplinger, M.L. McCain, A. Grosberg, J.O. Dabiri, K.K. Parker (2012). “A tissue engineered jellyfish with biomimetic propulsion.” Nature Biotechnology. DOI: 10.1038/nbt.2269

Piraino, S., F. Boero, B. Aeschbach, V. Schmid (1996). “Reversing the Life Cycle: Medusae Transformings into Polyps and Cell Transdifferentiation in Turritopsis nutricula (Cnidaria, Hydrozoa).” Biological Bulletin 190: 302-312 (1996)

Taiz, L., & E. Zeiger (2002). “Plant Physiology.” Sunderland: Sinauer Associates

Tautz, J., D.C. Sanderman, H.R. Heilmann (2008). “The Buzz About Bees: Biology of Superorganism.” Berlin: Springer

Wicaksono, A. (2011). “Pengaruh Pemberian Senyawa Nitrosometilurea Terhadap Pembentukan Daun Aglaonema Variegata Merah Putih Dengan Metode Bombardir Partikel.” Skripsi Institut Teknologi Bandung

Sumber gambar:

Iklan

One Trackback/Pingback

  1. […] blog ini! Lihat, betapa kuatnya imajinasi seseorang! Bahkan game saja (misal Half Life dan StarCraft) itu banyak ide2 yang dituangkan di dalamnya dan menunggu untuk direalisasikan dengan sains atau […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: