Skip navigation

Gambar

“And yes, you’re right … most of our experiments to find life look for “life as we know it” (an exception is SETI, which is only looking for signals).  Everyone recognizes that this is probably too narrow-minded, but it’s hard to think of good experiments for finding microbes that are NOT like the ones we know on Earth.  Many people have thought about this, and several types of experiment have been proposed, but it’s still a difficult problem.” – Dr. Seth Shostak, Astronom Senior Institut SETI

“Alam ini emang apa adanya. Istilah “hidup” itu kan milik manusia. Gimana kita tau kalo ada makhluk hidup yang hidup tapi bentuknya gak kayak kita di alam ini?” – Rizki Musthafa Arisun

Kehidupan di Bumi itu sangat beragam. Mulai dari mikroba sampai makhluk hidup terbesar yang pernah ada, jumlahnya begitu banyak dan tersebar di muka Bumi ini. Ingat postingan saya yang terakhir tentang xenobiologi? Saya ngebahas tentang biosfer bayangan, kan?

Terlepas dari GFAJ-1, mikroba yang punya basa nukleotida berbasis arsenat yang merupakan racun untuk kebanyakan makhluk hidup di muka Bumi (biasanya fosfat), nampaknya bisa saja ada kehidupan aneh yang tersembunyi di planet ini.

Kali ini saya ingin mengarahkan pembaca ke sini.

Pembahasan singkatnya, “Trovant” adalah kumpulan bebatuan aneh di daerah Romania, Eropa. Bebatuan itu bisa tumbuh, membentuk tunas, dan membelah menjadi batu baru. “Sailing Stones” ada di Death Valley, Amerika Serikat dan merupakan batu misterius yang bisa bergerak menyusuri area tersebut. Pertanyaan buat pembaca, menurut kalian apakah batu ini hidup?

Kembali merujuk dari buku paduan referensi saya untuk ngebahas makhluk asing: Life in The Universe terbitan Springer, dan ditulis oleh Dirk Schulze-Makuch dan Louis N. Irwin. Makhluk hidup itu dideskripsikan dengan memiliki ciri2:

  1. Memiliki metabolisme
  2. Melakukan proses absorbsi nutrisi
  3. Beradaptasi dengan lingkungan
  4. Berkembang biak (reproduksi)

Ciri2 ini saya rasa mematahkan ciri2 yang ditawarkan saat kita SMP yang menambahkan: Tumbuh dan berkembang di dalamnya. Lalu kenapa tumbuh dan berkembang tidak dimasukkan? Menurut saya, istilah itu dimasukkan ke bagian metabolisme. Untuk konteks astrobiologi dan xenobiologi, bukankah itu sulit dan sangat memakan waktu untuk kita menentukan suatu makhluk itu hidup atau tidak jika kita menggunakan acuan tumbuh-berkembang?

Kembali ke bahasan utama, Saya akan membahas batu Trovant.

Absorbsi nutrisi dan metabolisme, di tulisan tadi dijelaskan bahwa batu itu mulai “tumbuh” setelah kena air hujan. Bisa jadi hujan membantu batu ini menyerap komponen2 yang diperlukan. Saat batu ini dibelah, batu ini punya struktur melingkar seperti batang pohon; saya rasa ini menandakan lingkar pertumbuhan. Lihat gambar di bawah ini (lihat bagian potongan di sebelah kiri batu).

Gambar

Kemudian batu ini bisa membentuk tunas untuk kemudian batu ini membelah dan menjadi individu baru yang strukturnya sama dengan induknya. Lalu, kata penduduk setempat (mitos sih jadinya), batu ini bisa bergerak ke tempat lain untuk tumbuh. Ya… kemampuan adaptasi. Keunikan properti batu ini membuat warga setempat membuat suvenir dari batu kecilnya. Wah, saya mau dong!

Oke, ahli geologi masih menganggap batu ini misterius. Sama halnya dengan “Sailing Stones” yang bisa bergerak. Ilmuwan sejauh ini menduga bahwa pergerakan batu ini dibantu oleh es (Lorenz, et al., 2011 dan Schewe, 2011).

Secara personal, saya berharap bisa mengambil sampel meneliti batu ini secara ex situ untuk diamati. Sampai sekarang saya belum menemukan jurnal tentang batu Trovant dan bahasan tentang “Sailing Stones” masih sangat sedikit. Bagi saya, membuktikan kehidupan batu itu akan menjadi gerbang utama atas 4 hal:

  1. Menjabarkan kehidupan non-organik di Bumi
  2. Menjabarkan kehidupan non seluler di Bumi
  3. Menambah referensi ahli astrobiologi untuk mencari kehidupan di luar angkasa sana
  4. Menambah data inventarisasi makhluk2 di Bumi yang tergolong hidup di bawah “biosfer bayangan”

Gimana pembaca? Tertarik melihat dan meneliti batu2 ini? Saya jujur mau banget!

Referensi:

Lorenz, Ralph; Jackson, Brian K.; Barnes, Jason W.; Spitale, Joe; and Keller, John M. (2011). “Ice rafts not sails: Floating the rocks at Racetrack Playa”American Journal of Physics79 (1): 37–42. Bibcode 2011AmJPh..79…37Ldoi:10.1119/1.3490645. Diterima 24 June 2011. Tanggal akses 4 Februari 2013

Schewe, Phillip. “Ice offers possible explanation for Death Valley’s mysterious ‘self-moving’ rocks”. PhysOrg.com. Diterima 24 June 2011. Tanggal akses 4 Februari 2013

Schulze-Makuch, Dirke, & L.N. Irwin (2008). “Life in The Universe”. Berlin: Springer-Verlag

Sumber gambar:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: