Skip navigation

Gambar

Kali ini, saya mau cerita tentang proyek personal saya yang saya lakukan di kampus. Saya ulangi lagi, proyek personal. Ya, personal. Pribadi. Tidak ada hubungannya dengan perintah dosen, terlebih lagi urusan kampus. Proyek yang saya lakukan ini saya sebut secara personal sebagai “Proyek Gigaflora” karena memang pada dasarnya melibatkan 2 tanaman yang berukuran raksasa di alam, yaitu tanaman langka khas gurun Namib yang bernama Welwitschia mirabilis (kita singkat saja jadi WM) dan bunga raksasa Amorphophallus titanum (AT).

Bagaimana saya bisa dapat kedua sampel tanaman tadi?? Ya… WM saya dapatkan karena keisengan saya di dunia maya. Sekitar 3-4 tahun lalu saya melakukan window shopping di eBay dan saya mendapati bahwa saya sedang melihat biji WM yang dijual seharga Rp 200 ribu dengan isi sebanyak 8 butir biji. Rasa penasaran saya menuntun saya untuk membeli, et voila! Saya pun membelinya. Empat dari total biji yang ada saya berikan kepada dosen saya Dr. Totik Sri Mariani (saya panggil Bu Totik), satu saya tanam namun nampaknya dimakan tikus, menyisakan tiga yang saya tanam di proyek ini. AT? Saya kemarin berkunjung ke Lembang, ketika saya sedang hunting foto, saya menemukan tanaman ini dan saya pun memetik daunnya.

Di lab, saya kemarin kebetulan membuat cukup medium tumbuh Murashige-Skoog (MS) tanpa zat tumbuh (jadi disebut MS 0) dan alhamdulillah, teman lab saya dan adik kelas saya, Via, ternyata menyimpan banyak media MS berzat tumbuh 2,4-D dan BAP di raknya yang sudah tak terpakai.

Target penelitian saya sih: WM berkecambah (ini dulu deh), dan AT membentuk jaringan anomali yang terkenal dengan sebutan kalus untuk nantinya saya amati pertumbuhannya. Pembentukan kalus memang perlu perlakuan tambahan, maka dari itu ya… saya menggunakan medium tumbuh dari Via. Ah, thanks banget Vi! Sekali minta, dapet 6 variabel sekaligus!

Proses inisiasinya kemarin agak berantakan ukarena kebentur masalah proses sterilisasi. Jadi sejujurnya saya pasrah saja. Pada WM, saya paling pasrah karena tidak saya ulangi sama sekali prosedurnya. Mau nanti jamuran atau berhasil (semoga sih), saya berdoa untuk yang terbaik. Untuk AT, untungnya saya bisa mengulangi prosedurnya. Semoga deh, 2 minggu lagi jadi kalus.

Keterangan gambar: Eksplan (potongan kultur) daun AT di atas medium MS dengan zat tumbuh

Iklan

One Trackback/Pingback

  1. By Makna Dibalik Kegagalan | Log Harian si AW on 12 Feb 2013 at 7:08 pm

    […] nomer 2 dan 3, itu udah saya jelaskan di tulisan saya yang ini secara cukup detail dan saya sebut sebagai “Project Gigaflora” karena ukuran […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Bunny Eats Design

Happy things, tasty food and good design

Cooking in the Archives

Updating Early Modern Recipes (1600-1800) in a Modern Kitchen

sapereaude

Go ahead Universe, ping-pong Me as You please..

Jurnal Amdela

Saya menulis, maka Saya ada.

Mawi Wijna on WordPress

Just another Wijna's weblog

ARief's

just one of my ways to make history

mechacurious

curiosity on mechanical stuff, hobbies, and some more...

TOPGAN ORGANIZATION

TOPGAN organisasi yang turut membangun bangsa

ramdhinidwita

Please Correct Me If I am Wrong

Ganarfirmannanda's Blog

Just another WordPress.com weblog

My Life in Europe

because studying abroad isn't always about studying.

Silent Servant's Notes

Short Way to Serve Well

The Strangeman

Melihat Dunia Lewat Kacamata Pijar Riza Anugerah

Being Slaved by Figures

one figure at a time

the bakeshop

bread hunter + cycling + travelling + urban ecology + architecture + design

Catatan Perjalanan Sang Bayu

I know who I am. I know what I want. What about you?

Hari Prasetyo's Blog

Just super stories of my life

%d blogger menyukai ini: